Prinsip No Condom No Sex, Cara Baru Hargai Diri Sendiri

- Prinsip tegas No Condom, No Sex adalah bentuk perlindungan diri dan penghargaan terhadap pasangan.
- Acara peluncuran kampanye ini dihadiri oleh Pandji Pragiwaksono dan pakar kesehatan.
- Kondom bukan penghalang keintiman, melainkan bukti tanggung jawab untuk mencegah penyakit.
Dalam hubungan romantis, sering kali terdengar berbagai alasan untuk menghindari penggunaan alat pengaman. Padahal, persetujuan untuk berhubungan intim seharusnya tidak semudah itu diberikan tanpa jaminan keamanan, seperti yang ditekankan dalam kampanye terbaru Kondom Sutra bertema "Mau Kalo Pake Kondom".
Pesan edukatif ini disuarakan secara lantang dalam acara peluncuran kampanye yang berlangsung di HW Superhouse Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Jumat (13/2/2026), menghadirkan komedian Pandji Pragiwaksono serta sejumlah narasumber ahli.
Dari acara tersebut, berikut Popmama.com telah merangkum bagaimana prinsip No Condom No Sex harus dilakukan.
Yuk, disimak!
1. Menghadapi 1001 alasan pasangan

Laki-laki sering kali memiliki banyak alasan kreatif untuk menolak menggunakan pengaman saat momen intim akan terjadi. Namun, menurut pandangan Pandji, jika pihak perempuan memiliki pendirian yang teguh, pasangan laki-laki pada akhirnya akan cenderung menurut dan menghormati keputusan tersebut.
Pandji menekankan realitas sederhana dalam hubungan, bahwa bagi laki-laki, lebih baik tetap bisa berhubungan intim dengan menggunakan pengaman daripada tidak mendapatkan apa-apa sama sekali karena penolakan pasangan. Ketegasan ini penting untuk mematahkan kebiasaan negosiasi yang berisiko.
2. Bukti cerdas menghargai diri sendiri

Menetapkan syarat sebelum berhubungan intim bukanlah tanda bahwa seseorang itu rumit atau "ribet", melainkan tanda bahwa ia cerdas dan menghargai tubuhnya sendiri. Influencer kesehatan seksual, Adella Wulandari, menegaskan bahwa prinsip No Condom, No Sex adalah cara untuk menguji keseriusan dan rasa hormat pasangan.
Jika pasangan benar-benar cinta, ia tidak akan keberatan dengan syarat tersebut dan justru akan mendukung langkah perlindungan itu. Sikap tegas ini justru dapat meningkatkan rasa percaya satu sama lain karena menunjukkan bahwa pasangan adalah pribadi yang bertanggung jawab.
3. Perlindungan ganda yang tak tergantikan

Dari kacamata medis, tawar-menawar soal pengaman sebenarnya sangat berbahaya karena risikonya yang nyata. Dr. Erika Indrajaya menjelaskan bahwa kondom adalah satu-satunya alat kesehatan yang memiliki fungsi ganda yang penting, yaitu mencegah kehamilan yang tidak direncanakan sekaligus mencegah penularan HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS).
Oleh karena itu, penggunaan pengaman bukan sekadar alat kontrasepsi, melainkan bentuk self-care atau perawatan diri yang mendasar. Memastikan penggunaan pengaman di setiap momen intim adalah langkah preventif mutlak untuk melindungi masa depan kedua belah pihak.
Itulah rangkuman dari bagaimana prinsip No Condom No Sex digaungkan.


















