5 Tahapan Pernikahan yang akan Dilewati Pasangan Suami Istri

Sudah tahu tahapan pernikahan menurut Dawn J. Lipthrott, LCSW belum nih, Ma?

27 Mei 2021

5 Tahapan Pernikahan akan Dilewati Pasangan Suami Istri
Pexels/Jonathan Borba

Membangun pernikahan yang langgeng tentu bukan perkara mudah, apalagi perlu ada kolaborasi antara suami dan istri agar hubungannya selalu harmonis. 

Dawn J. Lipthrott, seorang psikoterapis dan juga marriage and relationship educator and coach mengatakan bahwa terdapat lima tahap perkembangan dalam kehidupan pernikahan yang akan dilewati oleh pasangan suami istri. 

Kelima tahapan tersebut perlu dipahami oleh setiap pasangan, sehingga segala permasalahan yang hadir di dalam pernikahan tidak merusak hubungan dan berujung perceraian. 

Jika Mama ingin mengetahui berbagai tahapan pernikahan yang dikemukakan oleh Dawn J. Lipthrott, berikut Popmama.com telah merangkumnya.

1. Romantic Love

1. Romantic Love
Pexels/Rodrigo Souza

Tahap ini terjadi ketika pasangan suami istri sedang merasakan gejolak cinta di antara mereka. Tak jarang, mereka pun akan merasakan gejolak cinta yang terasa sangat menggebu-gebu.

Menurut Dawn J. Lipthrott, tahapan ini bisa terjadi sedang momen bulan madu atau awal-awal pernikahan. Biasanya pasangan suami istri kerap kali melakukan kegiatan romantis, apalagi perasaan mereka satu sama lain sedang bergejolak dan penuh cinta.

Bisa dibilang, hubungan penuh cinta yang terjadi oleh pasangan suami istri di tahap ini karena mereka merasa bahagia. Kebahagiaan tersebut terjadi karena keduanya sudah resmi menjadi pasangan dan bisa saling memiliki seuntuhnya.

Rasa bahagia yang penuh cinta pun bisa membuat berbagai momen menjadi semakin romantis.

Editors' Picks

2. Disspointment or distress

2. Disspointment or distress
Freepik/Beststudio

Tahap selanjutnya yaitu ketika pasangan satu sama lain saling menyalahkan. Dalam sebuah pernikahan tentu tidak semua hal bisa berjalan mulus, tentu ada rasa kecewa dan marah kepada pasangan yang sewaktu-waktu bisa terjadi. 

Di sebuah situasi, bahkan ada salah satu pihak yang berusaha untuk menang dan merasa benar dari pasangannya.

Menurut Dawn J. Lipthrott, tahapan ini bisa terjadi ketika ada masalah yang kerap hadir di dalam rumah tangga. Salah satu masalah yang bisa terjadi, yakni saat ada pihak yang merasa dikhianati oleh pasangannya sendiri. Selain itu, bisa juga terjadi karena stres karena harus menghadapi masalah finansial keluarga atau saat mengurus anak. 

Ada beragam faktor yang bisa membuat hubungan pasangan suami istri menjadi renggang. Tak jarang juga bisa muncul rasa marah, kecewa, sedih dan bisa berujung menyalahkan pasangan.

Dawn juga mengatakan bahwa tahapan ini bisa membuat pernikahan berada di ujung tanduk, sehingga ada rasa ingin berpisah dengan pasangannya. 

Alhasil, banyak pasangan yang bercerai ketika berada di situasi ini.

3. Knowledge and awareness

3. Knowledge and awareness
Pexels/Quang Nguyen Vinh

Pasangan suami istri ketika sudah sampai tahap ini pasti akan lebih mengerti, bahkan semakin memahami satu sama lain. Kondisi tersebut bisa terjadi karena keduanya sudah sama-sama mencari sebuah kebahagiaan. 

Menurut Dawn J. Lipthrott, tahapan ini akan terjadi ketika pasangan suami istri semakin mencari makna dalam sebuah pernikahan. Keduanya pun akan kerap mendengarkan cerita orang lain yang usia pernikahannya sudah cukup lama. 

Selain itu, beberapa pasangan yang sudah ada di tahap ini akan mulai mengikuti seminar-seminar terkait percintaan. Tak jarang, jika ada permasalahan akan mulai menyelesaikan masalah dengan konsultasi ke ahlinya. 

Tanpa disadari ilmu-ilmu dari seminar itulah yang membuat pernikahan mereka bahagia, sekaligus dapat memahami kondisi pasangan masing-masing.

4. Transformation

4. Transformation
Pexels/Văn Thắng

Suami istri yang sedang berada dalam tahap ini akan berusaha untuk menyenangkan pasangannya. Mereka pun akan mencoba memahami segala perbedaan satu sama lain di pernikahannya, lalu belajar saling menghargai.

Menurut Dawn J. Lipthrott, pada tahap ini pasangan suami istri akan merasa pernikahannya lebih harmonis karena sudah saling memahami perbedaan yang ada. Masalah pun bisa diselesaikan dengan solusi terbaik. 

Dengan menghargai pasangan satu sama lain, maka pernikahan akan lebih harmonis. Perlu diingat bahwa perbedaan sering kali membuat pernikahan hancur padahal yang diperlukan hanyalah menghargai dan menghormati perbedaan tersebut.

5. Real love

5. Real love
Pexels/Andre Furtado

Dawn J. Lipthrott menjelaskan bahwa di tahap ini pasangan akan dipenuhi akan keceriaan, kemesraan, keintiman dalam pernikahannya. Dalam tahap ini, waktu yang dimilki oleh pasangan dihabiskan untuk memberikan cinta dan perhatian satu sama lain.

Pasangan suami dan istri saat berada dalam tahap ini juga akan lebih menghayati cinta serta kasih sayang yang tulus. Dalam sebuah pernikahan diharapkan agar pasangan suami istri bisa saling bekerja sama, sehingga bisa mencapai tahap real love.

Itulah lima tahap pernikahan yang dikemukakan oleh Dawn J. Lipthrott. Setiap pernikahan pasti melewati fase yang berbeda-beda, namun apapun masalahnya perlu diselesaikan dengan baik. 

Dibutuhkan komitmen, usaha dan saling berkolaborasi agar pernikahan tidak berujung perpisahan.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.