Pertolongan Pertama dan Cara Mengatasi Keracunan ASI

Perhatikan jika ada tanda tak biasa yang dialami oleh bayi setelah menyusu

10 Juni 2019

Pertolongan Pertama Cara Mengatasi Keracunan ASI
Pexels/Dominika Roseclay

Air susu ibu (ASI) merupakan asupan penting dan bergizi yang dibutuhkan oleh bayi. Ada banyak hal positif yang bisa didapat oleh si Kecil jika ia mendapatkan cukup ASI dari Mama.

Namun demikian, ada beberapa kondisi tertentu yang seringkali membuat ASI justru menurun kualitas dan kuantitasnya. Kondisi ini dikenal juga dengan istilah ‘keracunan ASI’.

Beberapa tanda tak biasa yang mungkin menjadi tanda bayi mengalami keracunan ASI misalnya seperti berat badan gagal naik, bengkak di area wajah dan perut, urinenya berwarna gelap, serta muncul reaksi alergi.

Apabila sudah demikian, Mama perlu waspada dan mencari tahu apa yang menjadi penyebab hal tersebut. Kemungkinan besar ini akibat sesuatu yang Mama konsumsi atau terpapar oleh Mama.

Berikut cara mengatasi keracunan ASI pada bayi yang perlu Mama ketahui, seperti dirangkum Popmama.com dari berbagai sumber:

1. Periksa suhu tubuh

1. Periksa suhu tubuh
Freepik

Demam bisa menjadi salah satu tanda reaksi tak biasa akibat kualitas ASI yang kurang baik. Ini adalah cara tubuh untuk menyingkirkan komponen penyebab keracunan ASI tersebut, Ma.

Mama perlu mewaspadai jika demam yang dialami bayi dibarengi dengan tanda lain seperti muntah dan buang air besar yang terlalu banyak.

Dikhawatirkan bayi akan mengalami dehidrasi jika kondisi ini terjadi dalam jangka waktu yang lama.

Pastikan Mama mengukur suhu tubuh bayi dengan menggunakan termometer, ya.

Jangan mengandalkan sentuhan tangan saja karena mungkin kurang akurat.

Editors' Picks

2. Telusuri penyebab reaksi muncul

2. Telusuri penyebab reaksi muncul
Pexels/Dana Tentis

Reaksi tentunya muncul dengan adanya faktor pemicu. Ini berarti jika si Kecil mengalami reaksi akibat keracunan ASI yang kualitasnya tidak baik, ada sesuatu yang Mama konsumsi atau terpapar oleh Mama.

Ingat-ingat kembali sejak kapan reaksi keracunan ASI dialami oleh bayi, apakah mungkin setelah Mama memakan pemicu alergi selama 24 jam sebelumnya atau akibat dari kebiasaan Mama seperti merokok dan minum alkohol.

Hentikan apapun yang dicurigai sebagai pemicu reaksi keracunan ASI pada bayi. Mungkin saja bayi alergi terhadap jenis makanan yang Mama konsumsi.

Untuk lebih memastikan hal tersebut, Mama bisa segera melakukan pemeriksaan ke dokter.

3. Hentikan sesaat aktivitas menyusui

3. Hentikan sesaat aktivitas menyusui
Freepik
Foto Ilustrasi

Apabila reaksi keracunan ASI segera muncul saat bayi menyusu, coba hentikan dulu aktivitas menyusui dan amati reaksi yang muncul pada bayi.

Jika perlu, lakukan pemeriksaan oleh dokter untuk memastikan bahwa reaksi yang dialami oleh bayi adalah akibat dari kualitas ASI yang mengalami perubahan.

Namun demikian, Mama perlu memahami juga bahwa ASI memiliki sejumlah faktor anti-infeksi, anti-inflamasi serta antioksidan. Faktor-faktor ini dapat membantu menangkal efek negatif dari racun.

Beberapa penelitian tentang bayi yang terpapar PCB (Polychlorinated biphenyls) saat dalam kandungan, memiliki penurunan efek negatif setelah disusui secara teratur. Demikian dilansir dari laman Belly Belly.

4. Posisikan tegak agar bayi bersendawa

4. Posisikan tegak agar bayi bersendawa
Pexels/Pixabay

Apabila bayi muntah terus-menerus, jangan lupa untuk memposisikan tubuhnya dengan tegak. Ini supaya bayi lebih mudah bersendawa.

Jika bayi menangis dan merasa tidak nyaman, jika perlu berikan pijatan dengan minyak telon di perutnya supaya terasa lebih hangat dan nyaman.

Hindari menggoyangkan bayi secara berlebihan karena mungkin justru akan membuatnya merasa pusing dan semakin tidak nyaman. Sebaliknya, buatlah ia merasa tenang dengan menghindari gerakan-gerakan yang terlalu kencang.

Jika bayi tertidur, posisikan kepalanya lebih tinggi juga, misalnya dengan meletakkan handuk yang digulung di bawah punggung atau kepalanya.

5. Jangan tunda cek ke dokter

5. Jangan tunda cek ke dokter
Freepik

Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika reaksi dan tanda yang dialami oleh bayi tak kunjung membaik, terutama jika bayi muntah dan buang air besar dalam frekuensi yang tinggi.

Ini untuk mencegah terjadinya dehidrasi dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Melakukan pemeriksaan ke dokter juga bisa memastikan apa sebenarnya yang mungkin menjadi penyebab dari terjadinya keracunan ASI. Dokter akan mencari tahu tentang riwayat alergi dan gaya hidup Mama.

Jika sudah diketahui kemungkinan penyebab keracunan ASI, hindari sebisa mungkin pemicu tersebut demi keamanan dan kesehatan bayi ya, Ma.

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.