Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Mengenal IUD Tembaga, Kontrasepsi Jangka Panjang Tanpa Hormon
Popmama.com/Yesica Kirana/AI
  • IUD tembaga Paragard adalah alat kontrasepsi berbentuk huruf T tanpa hormon yang dipasang di rahim untuk mencegah kehamilan dengan menciptakan lingkungan tidak ramah bagi sperma.
  • Metode ini memiliki efektivitas lebih dari 99 persen, memberikan perlindungan hingga sekitar 10 tahun, dan dapat digunakan sebagai kontrasepsi darurat bila dipasang segera setelah hubungan seksual.
  • Efek samping yang mungkin muncul meliputi menstruasi lebih banyak, kram perut, bercak darah, serta rasa tidak nyaman sementara; konsultasi medis disarankan sebelum memilih metode ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Memilih metode kontrasepsi sering kali menjadi pertimbangan penting bagi Mama Papa yang ingin menunda atau merencanakan kehamilan. 

Sebab, saat ini tersedia berbagai pilihan alat kontrasepsi, mulai dari metode hormonal hingga kontrasepsi jangka panjang yang bekerja tanpa hormon. Salah satu metode yang cukup dikenal adalah IUD tembaga Paragard, yaitu alat kontrasepsi kecil berbentuk huruf T yang dipasang di dalam rahim oleh tenaga medis. 

Berbeda dengan beberapa jenis kontrasepsi lainnya, alat ini tidak mengandung hormon dan dapat memberikan perlindungan terhadap kehamilan dalam waktu yang cukup lama.

Bagi sebagian Mama yang ingin menggunakan kontrasepsi tanpa hormon, metode ini sering dipertimbangkan karena praktis dan efektif. 

Namun, penting juga untuk memahami cara kerja serta kemungkinan efek sampingnya sebelum memutuskan untuk menggunakannya.

Berikut Popmama.com merangkum informasi mengenai IUD tembaga Paragard yang perlu Mama ketahui. Yuk simak berikut ini.

Pengertian IUD Tembaga Paragard?

Popmama.com/Yesica Kirana/AI

IUD tembaga merupakan alat kontrasepsi kecil yang dimasukkan ke dalam rahim untuk mencegah kehamilan. Perangkat ini biasanya berbentuk huruf T dan dililit kawat tembaga pada bagian rangkanya.

Mengutip dari Cleveland Clinic, tembaga pada alat tersebut membantu menciptakan lingkungan yang tidak ramah bagi sperma sehingga menyulitkan sperma untuk mencapai dan membuahi sel telur. Sehingga, peluang terjadinya kehamilan dapat berkurang secara signifikan.

Melansir dari Healthline, IUD tembaga termasuk metode kontrasepsi non-hormonal yang dapat digunakan dalam jangka panjang karena mampu memberikan perlindungan terhadap kehamilan hingga sekitar 10 tahun setelah pemasangan.

Karena tidak melibatkan hormon, metode ini sering menjadi pilihan bagi perempuan yang sensitif terhadap kontrasepsi hormonal atau ingin metode yang lebih praktis tanpa perlu mengonsumsi obat secara rutin.

Seberapa Efektif IUD Tembaga?

Popmama.com/Yesica Kirana/AI

IUD tembaga dikenal sebagai salah satu metode kontrasepsi dengan tingkat efektivitas yang sangat tinggi. Mengutip dari Cleveland Clinic, tingkat keberhasilan metode ini dalam mencegah kehamilan mencapai lebih dari 99 persen.

Setelah alat dipasang oleh tenaga medis, perlindungan terhadap kehamilan dapat bekerja dalam waktu yang relatif cepat dan bertahan selama bertahun-tahun. 

Hal ini juga membuat pengguna tidak perlu mengingat penggunaan kontrasepsi setiap hari atau setiap bulan.

Melansir dari Healthline, salah satu keunggulan IUD tembaga adalah kemampuannya memberikan perlindungan jangka panjang dengan risiko kesalahan penggunaan yang lebih kecil dibanding metode kontrasepsi yang memerlukan konsumsi rutin, seperti pil KB.

Selain itu, dalam kondisi tertentu alat ini juga dapat digunakan sebagai kontrasepsi darurat apabila dipasang oleh tenaga medis dalam waktu beberapa hari setelah hubungan seksual tanpa perlindungan.

Efek Samping yang Mungkin Terjadi setelah Pemasangan IUD Tembaga

Popmama.com/Yesica Kirana/AI

Meski dikenal efektif, penggunaan IUD tembaga tetap dapat menimbulkan beberapa efek samping pada sebagian perempuan. 

Melansir dari Healthline, beberapa keluhan yang mungkin terjadi setelah pemasangan antara lain:

  • Menstruasi menjadi lebih banyak atau berlangsung lebih lama dari biasanya. 

  • Kram perut saat haid terasa lebih kuat. 

  • Muncul bercak darah di luar siklus menstruasi. 

  • Rasa tidak nyaman pada perut bagian bawah pada beberapa minggu pertama. 

  • Dalam kasus yang jarang terjadi, IUD dapat bergeser atau keluar dari posisi semula.

Selain itu, efek samping tersebut umumnya muncul pada beberapa bulan pertama setelah pemasangan dan dapat berangsur membaik ketika tubuh mulai menyesuaikan diri dengan alat tersebut.

Inilah penjelasan mengenai IUD tembaga Paragard yang merupakan salah satu metode kontrasepsi jangka panjang yang tidak menggunakan hormon dan memiliki tingkat efektivitas tinggi dalam mencegah kehamilan. 

Dengan masa penggunaan yang dapat mencapai sekitar 10 tahun, alat ini bisa menjadi pilihan bagi perempuan yang menginginkan metode kontrasepsi praktis dan tahan lama.

Namun, setiap metode kontrasepsi memiliki kelebihan serta kemungkinan efek samping yang berbeda pada setiap orang. 

Karena itu, sebelum memutuskan untuk menggunakan IUD tembaga, Mama disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar dapat memilih metode kontrasepsi yang paling sesuai dengan kondisi tubuh dan kebutuhan.

Editorial Team