Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Benarkah Tidur Telentang saat Hamil Bikin Janin Kekurangan Oksigen?

Benarkah Tidur Telentang saat Hamil Bikin Janin Kekurangan Oksigen?
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Intinya Sih
  • Dokter menjelaskan bahwa tidur telentang saat hamil bisa menekan pembuluh darah besar.

  • Tidur telentang terlalu lama dapat menyebabkan pusing, mual, jantung berdebar, nyeri punggung, gangguan pernapasan, serta meningkatkan risiko stillbirth.

  • Ibu hamil disarankan tidur miring ke kiri untuk melancarkan sirkulasi darah dan menjaga suplai oksigen janin.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Seiring bertambahnya usia kehamilan, si Kecil di dalam kandungan akan terus tumbuh dan berkembang. Perubahan ini membuat perut Mama semakin membesar, sehingga posisi tidur yang sebelumnya terasa nyaman mulai berubah dan terkadang sulit dipertahankan.

Salah satu yang kerap menjadi perhatian adalah posisi tidur telentang saat hamil. Posisi ini dianggap dapat mengurangi aliran oksigen ke janin hingga berujung pada berbagai risiko, seperti keguguran. Tak heran jika banyak Mama merasa cemas ketika terbangun dan baru menyadari dirinya tidur dalam posisi telentang.

Lantas, benarkah tidur telentang saat hamil bikin janin kekurangan oksigen? Berikut Popmama.com siapkan rangkuman penjelasannya.

Table of Content

Benarkah Tidur Telentang saat Hamil Bikin Janin Kekurangan Oksigen?

Benarkah Tidur Telentang saat Hamil Bikin Janin Kekurangan Oksigen?

Tidur telentang saat hamil bikin janin kekurangan oksigen
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan (Sp.OG), Prasetio Kristianto Budiono, membagikan konten edukasi melalui Instagram pribadinya, @tiobudiono.spog. Melalui salah satu unggahannya, ia menjelaskan bahwa anggapan tidur telentang saat hamil dapat membuat janin kekurangan oksigen bukanlah mitos. Namun, bukan berarti kondisi tersebut langsung berbahaya.

Memasuki kehamilan trimester kedua dan ketiga, rahim akan semakin membesar. Saat ibu hamil tidur telentang dalam waktu yang lama, berat janin dapat menekan pembuluh darah besar yang berada di bagian belakang perut Mama. Pembuluh darah ini bertugas mengalirkan darah dari tubuh bagian bawah kembali ke jantung.

Jika pembuluh darah tersebut tertekan, aliran darah yang kembali ke jantung bisa berkurang. Kondisi inilah yang menjadi alasan mengapa tidur telentang saat hamil dikaitkan dengan risiko berkurangnya pasokan oksigen pada janin.

Keluhan yang Sering Terjadi Akibat Tidur Telentang saat Hamil

Keluhan yang sering terjadi akibat tidur telentang saat hamil
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Tidur telentang dalam waktu yang lama dapat membuat aliran darah yang kembali ke jantung berkurang. Akibatnya, ibu hamil bisa mengalami beberapa keluhan, seperti pusing, mual, hingga jantung berdebar. Berkurangnya aliran darah pada Mama juga dapat memengaruhi aliran darah ke janin. Karena itu, posisi tidur telentang tidak dianjurkan untuk dipertahankan dalam jangka waktu lama.

Selain itu, sebagian ibu hamil juga melaporkan sejumlah keluhan lain setelah terlalu lama tidur telentang, di antaranya nyeri punggung, gangguan pernapasan seperti sesak atau napas terasa lebih berat, masalah pencernaan, sembelit yang dapat disertai wasir. Keluhan-keluhan tersebut umumnya mulai dirasakan setelah ibu hamil berada dalam posisi telentang selama sekitar 1–2 jam.

Tidur Telentang Dikaitkan dengan Peningkatan Risiko Stillbirth

Tidur telentang dikaitkan dengan peningkatan risiko stillbirth
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Penelitian yang dikutip oleh laman Tommy’s menemukan bahwa ibu hamil yang sering tidur telentang setelah usia kehamilan 28 minggu memiliki risiko stillbirth atau lahir mati sekitar 2–3 kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak terbiasa tidur dalam posisi tersebut.

Rahim yang semakin membesar dapat menekan pembuluh darah. Akibatnya, janin dapat menunjukkan perubahan, seperti menjadi lebih jarang bergerak atau mengalami perubahan pola detak jantung. Oleh karena itu, tidur telentang sebaiknya dihindari.

Bagaimana jika Tidak Sengaja Tidur Telentang pada Malam Hari?

Bagaimana jika tidak sengaja tidur telentang pada malam hari?
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Menurut dr. Prasetio Kristianto Budiono, Sp.OG, ibu hamil tidak perlu panik apabila tanpa sadar tidur telentang pada malam hari. Tubuh umumnya memiliki mekanisme alami yang membuat Mama merasa tidak nyaman ketika berada terlalu lama dalam posisi tersebut. Rasa tidak nyaman itu biasanya akan membuat Mama secara refleks mengubah posisi tidur.

“Enggak usah panik. Biasanya, tubuh itu secara otomatis akan membuat Mama merasa tidak nyaman. Sehingga pada akhirnya ibu akan berubah posisi pada saat tidur,” ujar dr. Prasetio.

Dr. Prasetio juga menjelaskan bahwa tidur telentang saat hamil bukan berarti sama sekali tidak boleh dilakukan. Ibu hamil tetap dapat berada dalam posisi tersebut sesekali. Namun, posisi ini sebaiknya tidak dipertahankan dalam waktu yang lama.

“Jadi, tidur telentang itu bukan tidak boleh sama sekali. Tapi jangan lama-lama ya,” ungkapnya.

Posisi Tidur yang Disarankan untuk Ibu Hamil

Posisi tidur yang disarankan untuk Ibu hamil
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
  1. Tidur miring ke kiri
    Posisi tidur miring ke kiri menjadi salah satu yang paling dianjurkan selama kehamilan karena dapat membantu melancarkan sirkulasi darah, sehingga pasokan nutrisi dan oksigen ke janin tetap terjaga. Selain itu, posisi ini juga dapat mengurangi pembengkakan pada tangan, kaki, dan tungkai, serta membantu menurunkan risiko mendengkur dan gangguan pernapasan saat tidur.

  2. Tidur miring ke kanan
    Tidur miring ke kanan aman bagi ibu hamil selama tidak dilakukan dalam waktu yang terlalu lama. Posisi ini menjadi alternatif, jika mama pegal, yang baik dan bahkan dapat membantu meredakan nyeri punggung bagian bawah.

  3. Bersandar menggunakan bantal
    Tidur setengah bersandar dengan bantuan bantal dapat menjadi pilihan jika Mama kesulitan menemukan posisi yang nyaman. Posisi ini dapat membantu meredakan nyeri pada punggung dan perut, mengurangi pembengkakan pada kaki dan tungkai, serta membuat tidur terasa lebih nyaman.

  4. Tidur tiga perempat
    Posisi tidur tiga perempat dilakukan dengan memiringkan tubuh sebagian dan dapat membantu mengurangi nyeri pada sendi maupun otot. Selain itu, posisi ini juga mendukung kelancaran peredaran darah sehingga kerap menjadi pilihan yang nyaman, terutama bagi ibu hamil pada trimester akhir.

Itu penjelasan terkait tidur telentang saat hamil bikin janin kekurangan oksigen. Yuk, lebih aware lagi dengan posisi tidur selama kehamilan, Ma!

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara

Related Articles

See More