Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Apa Penyebab Pengapuran pada Plasenta Simak Penjelasannya Ma!

Apa Penyebab Pengapuran pada Plasenta Simak Penjelasannya Ma!
Popmama.com/Nadya Julyanti/AI
Intinya Sih
  • Pengapuran plasenta umumnya terjadi karena proses penuaan alami menjelang akhir kehamilan dan biasanya tidak berbahaya jika janin tumbuh normal serta detak jantungnya stabil.
  • Faktor risiko seperti merokok, hipertensi, diabetes gestasional, dan dehidrasi dapat mempercepat penuaan plasenta sehingga perlu pengawasan medis lebih ketat selama kehamilan.
  • Riwayat kesehatan sebelumnya dan infeksi saat hamil juga berperan dalam munculnya pengapuran dini, sehingga pemeriksaan rutin dan konsultasi dengan dokter sangat penting dilakukan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Menjelang trimester ketiga, wajar sekali jika Mama merasa lebih waspada terhadap segala perkembangan di dalam rahim. Salah satu istilah medis yang mungkin membuat Mama bertanya-tanya atau bahkan merasa khawatir saat mendengar hasil USG adalah pengapuran plasenta. Mendengar kata "pengapuran" sering kali membuat pikiran kita melayang pada kondisi tulang, padahal proses ini terjadi pada organ vital yang menjadi penyambung nutrisi antara Mama dan si Kecil. Karena banyak yang masih awam dengan kondisi ini, tak heran jika banyak ibu hamil yang bertanya-tanya sebenarnya apa penyebab pengapuran pada plasenta?

Plasenta sendiri memiliki masa hidup yang terbatas. Seiring bertambahnya usia kehamilan, plasenta memang akan mengalami proses penuaan alami sebagai bagian dari siklus kehamilan yang normal. Namun, ketika proses penuaan ini terjadi lebih awal atau lebih cepat dari waktu yang seharusnya, di sinilah dokter biasanya akan memantau kondisi tersebut lebih intensif untuk memastikan janin tetap mendapatkan suplai oksigen dan nutrisi yang cukup.

Lalu, apa sebenarnya yang memicu kondisi ini? Apakah gaya hidup, faktor keturunan, atau justru ada kondisi kesehatan tertentu yang mendasarinya? Memahami penyebabnya adalah langkah awal agar Mama tidak perlu panik berlebihan, melainkan bisa lebih bijak dalam berkonsultasi dengan dokter kandungan.

Berikut ini Popmama.com sudah merangkum beberapa faktor penyebab dan kondisi yang berkaitan dengan kondisi plasenta yang perlu Mama pahami

Table of Content

1. Proses penuaan alami plasenta

1. Proses penuaan alami plasenta

1. Proses penuaan alami plasenta.jpg
Popmama.com/Nadya Julyanti/AI

Penyebab paling umum dari kondisi ini sebenarnya adalah faktor usia kehamilan itu sendiri. Sesuai dengan pernyataan dari American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), plasenta memang didesain untuk berfungsi hingga masa kehamilan cukup bulan. Setelah usia kehamilan melewati 37 minggu, sangat wajar jika plasenta mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan, termasuk deposit kalsium yang terlihat saat USG.

Jadi, jika Mama berada di trimester ketiga akhir dan dokter mendeteksi adanya pengapuran, hal ini sering kali merupakan bagian dari siklus kehamilan yang normal. Ini adalah tanda bahwa plasenta telah bekerja dengan baik dalam menyalurkan nutrisi selama sembilan bulan terakhir. Dalam kondisi ini, biasanya dokter tidak menganggapnya sebagai masalah kesehatan yang serius.

Selama detak jantung janin dan pertumbuhannya tetap terpantau normal, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Pengapuran di fase akhir kehamilan justru sering menjadi indikasi bahwa tubuh Mama dan si Kecil memang sudah siap untuk menghadapi proses persalinan dalam waktu dekat.

2. Kebiasaan merokok selama kehamilan

2. Kebiasaan merokok selama kehamilan.jpg
Popmama.com/Nadya Julyanti/AI

Salah satu penyebab non-alami yang sering mempercepat kondisi ini adalah paparan asap rokok, baik dari perokok aktif maupun pasif. Zat-zat beracun seperti nikotin dan karbon monoksida yang terhirup akan masuk ke aliran darah Mama dan menuju ke plasenta. Hal ini menyebabkan stres oksidatif yang signifikan pada jaringan plasenta.

Berdasarkan penelitian kesehatan, stres oksidatif yang terjadi secara terus-menerus akan merusak sel-sel plasenta dan memicu penumpukan kalsium jauh lebih cepat. Akibatnya, plasenta mengalami "penuaan dini" sebelum waktunya. Kondisi ini membuat efisiensi plasenta dalam menyalurkan oksigen dan nutrisi ke janin menurun drastis.

Oleh karena itu, menghindari lingkungan yang penuh asap rokok adalah mutlak bagi ibu hamil. Dengan menjauhkan diri dari paparan zat berbahaya ini, Mama secara langsung membantu melindungi fungsi plasenta agar tetap optimal dalam mendukung tumbuh kembang janin hingga saatnya lahir nanti.

3. Kondisi hipertensi atau tekanan darah tinggi

3. Kondisi hipertensi atau tekanan darah tinggi.jpg
Popmama.com/Nadya Julyanti/AI

Tekanan darah tinggi, baik itu hipertensi kronis yang sudah diderita sebelum hamil atau hipertensi gestasional, memiliki kaitan erat dengan kesehatan plasenta. Menurut pedoman dari World Health Organization (WHO), hipertensi dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah di plasenta. Aliran darah yang tidak lancar ini memaksa plasenta bekerja lebih keras dari seharusnya.

Ketika aliran darah terganggu, jaringan plasenta menjadi rentan terhadap kerusakan. Sebagai respon terhadap kerusakan tersebut, tubuh sering kali menumpuk deposit kalsium di area yang terdampak. Inilah yang menyebabkan pengapuran plasenta terjadi lebih cepat pada ibu hamil dengan riwayat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.

Penting bagi Mama untuk selalu memantau tekanan darah secara rutin saat melakukan pemeriksaan kehamilan. Jika dokter mendiagnosis adanya hipertensi, kepatuhan dalam mengonsumsi obat dan menjalani gaya hidup sehat sangatlah krusial untuk mencegah terjadinya komplikasi.

4. Diabetes gestasional yang tidak terkontrol

4. Diabetes gestasional yang tidak terkontrol.jpg
Popmama.com/Nadya Julyanti/AI

Kadar gula darah yang tinggi selama masa kehamilan atau diabetes gestasional juga menjadi salah satu penyebab utama terjadinya penuaan dini pada plasenta. Tingginya kadar glukosa dalam darah dapat memicu proses inflamasi atau peradangan di dalam jaringan plasenta, yang kemudian mempercepat pembentukan kalsifikasi atau pengapuran.

Selain itu, hiperglikemia pada ibu hamil menyebabkan metabolisme janin dan plasenta menjadi tidak efisien. Penelitian medis menunjukkan bahwa kondisi lingkungan yang kaya glukosa ini menciptakan stres metabolik pada plasenta, yang akhirnya mempercepat proses penuaan organ tersebut. Kondisi ini menuntut pengawasan dokter yang lebih intensif.

Mengatur asupan karbohidrat dan menjaga pola makan adalah langkah pencegahan yang sangat efektif. Dengan menjaga kadar gula darah tetap stabil, Mama membantu mengurangi beban kerja plasenta dan menurunkan risiko terjadinya komplikasi akibat pengapuran yang tidak diinginkan.

5. Riwayat kesehatan pada kehamilan sebelumnya

5. Riwayat kesehatan pada kehamilan sebelumnya.jpg
Popmama.com/Nadya Julyanti/AI

Faktor genetik dan riwayat kehamilan ternyata juga memegang peranan penting. Jika pada kehamilan sebelumnya Mama pernah mengalami pengapuran plasenta yang terdeteksi secara dini, ada kecenderungan kondisi serupa dapat terjadi kembali. Hal ini mungkin berkaitan dengan bagaimana respons tubuh Mama secara biologis terhadap proses kehamilan.

Meskipun faktor genetik tidak dapat diubah, mengetahui riwayat kesehatan pribadi sangat membantu dokter dalam menentukan strategi pemantauan. Biasanya, dokter akan melakukan pemeriksaan USG secara lebih berkala untuk memantau fungsi plasenta sejak trimester kedua.

Jika Mama memiliki riwayat tersebut, jangan ragu untuk mengonsultasikannya kepada dokter kandungan. Dengan deteksi dini dan pemantauan yang tepat, risiko yang berkaitan dengan pengapuran plasenta dapat diminimalkan sehingga Mama tetap bisa menjalani kehamilan dengan tenang dan nyaman.

6. Kurangnya asupan cairan (dehidrasi)

6. Kurangnya asupan cairan (dehidrasi).jpg
Popmama.com/Nadya Julyanti/AI

Mungkin terdengar sepele, namun kurangnya hidrasi atau dehidrasi kronis dapat berdampak negatif pada kesehatan plasenta. Plasenta bergantung pada aliran darah yang cukup untuk membawa nutrisi dan oksigen. Ketika tubuh mengalami dehidrasi, volume darah cenderung menurun, yang dapat membuat sirkulasi menuju plasenta menjadi tidak optimal.

Dalam jangka panjang, aliran darah yang tidak lancar ini dapat memicu stres pada plasenta dan mempercepat proses degenerasi jaringan. Tubuh yang kekurangan cairan tidak bisa membuang racun atau sisa metabolisme dengan efisien, yang pada akhirnya membebani kerja plasenta.

Memenuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih yang cukup setiap hari adalah salah satu cara termudah dan paling murah untuk menjaga kesehatan plasenta. Pastikan Mama selalu membawa botol air minum ke mana pun agar terhindar dari dehidrasi, terutama saat cuaca sedang panas atau Mama sedang aktif bergerak.

7. Infeksi selama masa kehamilan

7. Infeksi selama masa kehamilan.jpg
Popmama.com/Nadya Julyanti/AI

Berbagai jenis infeksi yang dialami saat hamil, terutama yang menyerang area panggul atau infeksi sistemik, bisa menjadi pemicu munculnya pengapuran plasenta. Peradangan yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan plasenta, yang kemudian disembuhkan oleh tubuh dengan cara membentuk deposit kalsium.

Itulah sebabnya menjaga kebersihan diri dan menghindari paparan infeksi sangat penting bagi ibu hamil. Infeksi yang tidak diobati dengan tuntas bukan hanya berisiko bagi kesehatan Mama secara umum, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi "rumah" bagi si Kecil di dalam rahim.

Jika Mama merasa kurang sehat, mengalami demam, atau ada gejala infeksi lainnya, segera hubungi dokter kandungan untuk mendapatkan penanganan yang cepat. Dengan mengobati infeksi lebih dini, Mama membantu mencegah kerusakan jaringan plasenta yang bisa mengarah pada pengapuran lebih awal.

Setelah mengetahui berbagai penyebab di atas, kini Mama jadi lebih paham bahwa pengapuran plasenta bukanlah sesuatu yang selalu menakutkan, terutama jika terjadi di waktu yang tepat saat kehamilan sudah matang. Kuncinya adalah tetap rutin berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kondisi si Kecil tetap sehat.

Jadi, setelah mengetahui fakta-fakta mendalam mengenai apa penyebab pengapuran pada plasenta ini, apakah Mama merasa lebih tenang atau justru masih ada pertanyaan lain yang mengganjal soal kondisi kehamilan Mama saat ini?

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany

Related Articles

See More