Banyak pasangan menganggap petting sebagai aktivitas seksual yang "aman" untuk menghindari kehamilan karena tidak melibatkan penetrasi. Namun, di tengah maraknya informasi medis yang simpang siur, penting bagi Mama dan Papa untuk memahami risiko yang sebenarnya dari setiap tindakan seksual. Kehamilan bisa terjadi dalam situasi yang tidak terduga, dan kurangnya pemahaman tentang proses pembuahan sering kali menjadi penyebab utama.
Meskipun risiko kehamilan dari petting relatif kecil dibandingkan hubungan seksual tanpa alat kontrasepsi, itu bukanlah risiko yang nol. Masalah sering kali muncul ketika ejakulasi terjadi sangat dekat dengan area vital, di mana sperma masih memiliki peluang untuk bergerak. Memahami biologi reproduksi sperma dan vulva adalah kunci untuk memahami mengapa metode ini tidak sepenuhnya bebas dari risiko kehamilan.
Selain masalah kehamilan, petting juga memiliki risiko lain yang sering kali diabaikan oleh pasangan: penularan Infeksi Menular Seksual (IMS). Nah, untuk memberikan pemahaman yang benar, dr. Yena M. Yuzar, Sp.OG. menjelaskan secara mendetail mengenai risiko ini dalam salah satu video edukasinya di akun Tiktok pribadinya @Yena.yuzar.
Berikut Popmama.com rangkum poin penting yang perlu diperhatikan mengenai petting dan dampaknya terhadap kesehatan.
