Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Apakah Petting Bisa Hamil? Kenali Fakta Medis dan Risikonya Ma!

Apakah Petting Bisa Hamil? Kenali Fakta Medis dan Risikonya Ma!
Magnific/freepik
Intinya Sih
  • Petting adalah aktivitas seksual tanpa penetrasi yang tetap berisiko secara medis karena melibatkan kontak langsung area genital, menurut penjelasan dr. Yena M. Yuzar, Sp.OG.
  • Meskipun risikonya kecil, kehamilan bisa terjadi jika ejakulasi terjadi dekat vulva karena sperma dapat bergerak dan bertahan hidup dalam cairan di sekitar area tersebut.
  • Selain risiko kehamilan, petting juga dapat menularkan Infeksi Menular Seksual seperti HPV dan herpes melalui kontak kulit ke kulit pada area genital.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Banyak pasangan menganggap petting sebagai aktivitas seksual yang "aman" untuk menghindari kehamilan karena tidak melibatkan penetrasi. Namun, di tengah maraknya informasi medis yang simpang siur, penting bagi Mama dan Papa untuk memahami risiko yang sebenarnya dari setiap tindakan seksual. Kehamilan bisa terjadi dalam situasi yang tidak terduga, dan kurangnya pemahaman tentang proses pembuahan sering kali menjadi penyebab utama.

Meskipun risiko kehamilan dari petting relatif kecil dibandingkan hubungan seksual tanpa alat kontrasepsi, itu bukanlah risiko yang nol. Masalah sering kali muncul ketika ejakulasi terjadi sangat dekat dengan area vital, di mana sperma masih memiliki peluang untuk bergerak. Memahami biologi reproduksi sperma dan vulva adalah kunci untuk memahami mengapa metode ini tidak sepenuhnya bebas dari risiko kehamilan.

Selain masalah kehamilan, petting juga memiliki risiko lain yang sering kali diabaikan oleh pasangan: penularan Infeksi Menular Seksual (IMS). Nah, untuk memberikan pemahaman yang benar, dr. Yena M. Yuzar, Sp.OG. menjelaskan secara mendetail mengenai risiko ini dalam salah satu video edukasinya di akun Tiktok pribadinya @Yena.yuzar.

Berikut Popmama.com rangkum poin penting yang perlu diperhatikan mengenai petting dan dampaknya terhadap kesehatan.

Table of Content

1. Definisi petting

1. Definisi petting

Apakah Petting Bisa Hamil_  2.jpg
Magnific/freepik

Petting adalah istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan berbagai bentuk kontak seksual yang tidak melibatkan penetrasi penis ke dalam vagina. Dr. Yena M. Yuzar, Sp.OG. mendefinisikan aktivitas ini sebagai bentuk interaksi seksual yang berfokus pada rangsangan luar.

"Istilah petting itu sebetulnya adalah suatu aktivitas seksual yang sifatnya meraba, mencium, menggesek-gesekkan kelamin, tanpa penetrasi," terang dokter spesialis kandungan tersebut.

Berdasarkan definisi yang diakui oleh lembaga kesehatan Planned Parenthood, petting mencakup spektrum luas dari aktivitas seksual non-penetrasi, termasuk menyentuh, menggosok, hingga stimulasi genital secara manual atau oral. Meskipun aktivitas ini sering kali dilakukan untuk mengeksplorasi keintiman tanpa risiko penetrasi, dunia medis tetap mengategorikannya sebagai aktivitas seksual yang memiliki potensi transmisi biologis.

Penting bagi Mama dan Papa untuk memahami bahwa batasan "tanpa penetrasi" bukanlah jaminan mutlak keamanan medis.

Merujuk pada panduan kesehatan seksual dari World Health Organization (WHO), setiap bentuk kontak seksual yang melibatkan area genital tetap memiliki risiko kesehatan, sehingga pemahaman mengenai batasan ini sangat krusial bagi setiap pasangan untuk menjaga kesehatan reproduksi.

2. Risiko kehamilan yang relatif kecil namun ada

Apakah Petting Bisa Hamil_  5.jpg
Magnific/freepik

Risiko kehamilan dari tindakan petting memang sering diperdebatkan. Dokter Yena mengonfirmasi bahwa jika dibandingkan dengan penetrasi langsung, risiko kehamilan memang sangat rendah, namun ia menekankan adanya kondisi tertentu yang bisa meningkatkan peluang kehamilan tersebut secara signifikan.

"Memang kesannya seperti aman. Memang untuk resiko kehamilan itu relatif kecil. Tetapi kalau misalnya melakukan petting atau menggesek-gesekkan kelamin dan melakukan ejakulasi langsung depan vulva, itu bisa saja meningkatkan resiko kehamilan," ungkapnya.

Penelitian biologi reproduksi yang dirujuk oleh Planned Parenthood menjelaskan bahwa sperma sangat adaptif. Sperma dapat bergerak aktif dalam media cairan (seperti cairan pra-ejakulasi atau cairan lubrikasi) dan dapat bertahan hidup di luar tubuh selama beberapa menit. Begitu ejakulasi terjadi di depan vulva, kombinasi gaya kapiler cairan dan pergerakan alami ekor sperma dapat memfasilitasi sperma masuk ke dalam lubang vagina, terutama jika Mama berada dalam masa subur (ovulasi) di mana serviks lebih terbuka.

Berdasarkan pedoman kesehatan dari National Health Service (NHS), kehamilan dapat terjadi jika cairan ejakulasi atau cairan pra-ejakulasi bersentuhan langsung dengan area genital atau lubang vagina perempuan.

Oleh karena itu, lembaga kesehatan dunia sepakat bahwa meskipun petting tidak melibatkan penetrasi, adanya kontak langsung antara sperma dengan vulva menciptakan celah risiko kehamilan yang tidak boleh diabaikan.

3. Dampak utama: risiko infeksi menular seksual (IMS)

Apakah Petting Bisa Hamil_ 3.jpg
Magnific/freepik

Faktor IMS sering kali luput dari perhatian ketika pasangan membahas "keamanan" petting. Meskipun tidak ada kehamilan yang terjadi, dr. Yena M. Yuzar, Sp.OG. menegaskan bahwa kontak skin-to-skin yang intens pada area genital adalah media penularan yang sangat efektif bagi berbagai penyakit.

"Apakah ini aman untuk terjadinya IMS (inveksi menular seksual)? walaupun menggesek-gesekkan hanya skin-to-skin, itu tetap masih bisa menularkan penyakit menular seksual, misalnya seperti HPV, herpes ataupun penyakit yang lainnya," tutur dr. Yena.

Berdasarkan data WHO (World Health Organization), banyak IMS, seperti Human Papillomavirus (HPV) dan Herpes Simpleks, menular melalui kontak skin-to-skin dengan area yang terinfeksi, bukan hanya melalui cairan genital. Menghindari penetrasi saja tidak cukup untuk memberikan perlindungan penuh dari penularan penyakit-penyakit ini.

Penting bagi Mama dan Papa untuk mengetahui bahwa beberapa virus IMS tidak memerlukan cairan untuk menular. Kontak gesekan pada kulit di area genital yang terinfeksi sudah cukup untuk mentransmisikan virus tersebut kepada pasangan meskipun tanpa penetrasi atau ejakulasi.

4. Jauhi aktivitas ini jika tidak yakin

Apakah Petting Bisa Hamil_ 1.jpg
Magnific/freepik

Mempertimbangkan kedua risiko tersebut, yakni kehamilan yang tidak direncanakan dan potensi penularan penyakit berbahaya, dr. Yena M. Yuzar, Sp.OG. menyarankan agar pasangan sebaiknya menghindari aktivitas seksual yang tergolong sebagai petting ini.

"Jadi ya disarankan dihindari saja hal-hal yang seperti itu," pungkas dr. Yena.

Pencegahan yang paling efektif adalah dengan menggunakan alat kontrasepsi yang terukur efektivitasnya (jika tujuannya mencegah kehamilan) dan selalu menggunakan perlindungan (seperti kondom) jika ada risiko penularan IMS. Kesehatan jangka panjang Papa dan Mama jauh lebih berharga daripada kepuasan sesaat.

Selain itu, mengacu pada pedoman kesehatan seksual dari CDC (Centers for Disease Control and Prevention), komunikasi yang jujur antar pasangan mengenai metode perlindungan adalah kunci utama. Menghindari aktivitas berisiko tinggi tanpa pengaman yang memadai adalah langkah paling bijak untuk menjaga kesehatan reproduksi jangka panjang.

Semoga informasi mengenai risiko petting ini memberikan pemahaman yang lebih jernih bagi Mama dan Papa dalam menjaga kesehatan reproduksi. Selalu konsultasikan masalah kesehatan seksual Anda kepada tenaga medis yang kompeten untuk mendapatkan panduan yang benar.

Kalau Mama dan Papa sendiri, bagaimana pandangan kalian mengenai aktivitas seksual yang sering dianggap "aman" ini?

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany

Related Articles

See More