Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Kisah Ibu Tertua di China Melahirkan Anak Kembar di Usia 60 Tahun

Kisah Ibu Tertua di China Melahirkan Anak Kembar di Usia 60 Tahun
scmp.com/cr: Douyin (ibu tertua di china lahirkan anak kembar)
Intinya Sih
  • Sheng Hailin, perempuan asal Anhui, China, melahirkan anak kembar melalui program bayi tabung di usia 60 tahun setelah kehilangan putri tunggalnya akibat keracunan karbon monoksida.
  • Untuk membesarkan kedua putrinya, Sheng bekerja keras memberi seminar kesehatan keliling China meski menghadapi kesulitan finansial dan kehilangan suami karena penyakit serius.
  • Di usia 76 tahun, Sheng menjadi single mother sekaligus kreator konten dengan hampir satu juta pengikut, berbagi kisah perjuangan dan semangat hidup bagi para orangtua lainnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Menjadi orangtua di usia muda saja memiliki tantangan tersendiri, apalagi jika harus membesarkan anak saat memasuki usia senja. Hal inilah yang dialami Sheng Hailin, perempuan asal Anhui, China, yang sempat menjadi sorotan dunia karena melahirkan anak kembar pada usia 60 tahun.

Kini di usia 76 tahun (tahun 2026), Sheng kembali menjadi perhatian publik setelah kisah hidupnya yang penuh perjuangan menginspirasi banyak orang. Dikutip dari South China Morning Post, dibalik keputusannya menjalani program bayi tabung ada duka mendalam dan perjalanan panjang yang tidak mudah dilalui.

Berikut Popmama.com telah merangkum kisah Sheng Hailin, ibu tertua di China yang melahirkan anak kembar di usia 60 tahun.

Table of Content

1. Hamil anak kembar di usia 60 tahun setelah anak pertama meninggal

1. Hamil anak kembar di usia 60 tahun setelah anak pertama meninggal

ibu tertua di china lahirkan anak kembar
scmp.com/cr: Douyin (ibu tertua di china lahirkan anak kembar)

Sebelum memiliki anak kembar, Sheng Hailin telah lebih dulu dikaruniai seorang putri bernama Tingting. Namun pada tahun 2009, putri tunggalnya meninggal dunia bersama suami pertamanya akibat keracunan karbon monoksida.

Kehilangan tersebut membuat Sheng dan suaminya sangat terpukul. Demi mengatasi rasa kesepian dan memulai hidup baru, Sheng memutuskan menjalani program bayi tabung (IVF) pada usia 60 tahun. Keputusan itu tidak mudah karena kehamilannya tergolong berisiko tinggi.

Selama mengandung, Sheng mengalami pembengkakan parah dan pendarahan hebat. Meski begitu, ia berhasil melewati masa kehamilan tersebut dan melahirkan dua bayi perempuan bernama Zhizhi dan Huihui pada tahun 2010. Saat itu, ia tercatat sebagai perempuan tertua di China yang melahirkan anak kembar.

2. Berjuang membesarkan anak di tengah berbagai cobaan hidup

ibu tertua di china lahirkan anak kembar
scmp.com/cr: Douyin (ibu tertua di china lahirkan anak kembar)

Kelahiran Zhizhi dan Huihui memberi kesempatan kedua bagi Sheng dan suaminya untuk menjadi orangtua. Namun, kebahagiaan tersebut juga diiringi berbagai tantangan. Banyak pihak mempertanyakan bagaimana pasangan lansia itu akan membiayai pendidikan dan masa depan kedua anak mereka.

Meski sebelumnya menjabat sebagai direktur rumah sakit dan suaminya merupakan seorang profesor universitas, biaya membesarkan anak tetap menjadi beban yang besar. Sheng pun berkeliling berbagai kota di China untuk memberikan seminar kesehatan dan nutrisi demi mencukupi kebutuhan keluarganya.

Hasil kerja keras tersebut digunakan untuk membiayai pendidikan kedua putrinya, termasuk kursus tari dan les piano. Namun cobaan kembali datang ketika suami Sheng mengalami stroke pada tahun 2016 dan meninggal dunia pada 2022 akibat gagal jantung dan paru-paru.

3. Menjadi single mother di usia 76 tahun

ibu tertua di china lahirkan anak kembar
scmp.com/cr: Douyin (ibu tertua di china lahirkan anak kembar)

Setelah kehilangan suami, Sheng harus menjalani peran sebagai orangtua tunggal bagi kedua putrinya. Tantangan finansial juga sempat menghampirinya ketika ia menjadi korban investasi palsu dan kehilangan lebih dari dua juta yuan.

Alih-alih menyerah, Sheng memilih bangkit. Saat berusia 73 tahun, ia mulai aktif menjadi kreator konten dan melakukan siaran langsung di media sosial untuk menambah tabungan bagi masa depan anak-anaknya. Melalui platform digital, ia berbagi tips pengasuhan, memasak, serta menjual berbagai produk rumah tangga dan kesehatan.

Kini Sheng memiliki hampir satu juta pengikut dan dikenal dengan panggilan "Mother Sheng". Ia kerap membagikan kisah perjuangannya sebagai ibu serta memberikan semangat kepada para orangtua yang pernah kehilangan anak.

"Saya akan selalu bangga menjadi seorang ibu," ujar Sheng.

Meski mengakui bahwa jalan hidup yang dipilihnya tidak mudah untuk ditiru, Sheng berharap kisahnya dapat menginspirasi para perempuan untuk tetap kuat menghadapi cobaan hidup. Ia bahkan memiliki harapan sederhana, yakni bisa hidup hingga usia 100 tahun agar dapat terus mendampingi Zhizhi dan Huihui tumbuh dewasa.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany

Related Articles

See More