ASI Berubah Warna Jadi Hijau, Apakah Aman untuk Bayi?

- ASI dapat berwarna hijau akibat konsumsi sayuran hijau, rumput laut, makanan atau minuman berpewarna, serta obat tertentu yang dikonsumsi ibu menyusui.
- ASI kehijauan umumnya tetap aman diberikan kepada bayi dan tidak otomatis menandakan kualitasnya menurun; kualitas ASI tidak dinilai hanya dari warna, rasa, tekstur, atau aroma.
- Ibu perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan bila perubahan warna tidak diketahui penyebabnya, berlangsung terus, disertai keluhan payudara, atau ada dugaan darah dalam ASI.
ASI umumnya berwarna putih layaknya susu, tetapi tidak jarang ada mama yang memproduksi ASI dengan warna yang tidak seperti biasanya. Salah satunya adalah ASI yang terlihat kehijauan.
Perubahan warna ini tentu bisa membuat khawatir. Apalagi, ASI merupakan sumber nutrisi utama bagi bayi sehingga setiap perubahan pada ASI sering kali membuat Mama bertanya-tanya apakah masih aman untuk diberikan.
Ternyata perubahan warna ASI tidak selalu pertanda buruk lho! Hal itu diungkapkan oleh website Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) yang menjelaskan bahwa ASI dapat mengalami perubahan warna, termasuk menjadi kehijauan karena berbagai sebab.
Australian Breastfeeding Association (ABA) juga menyebut perubahan warna ASI cukup umum terjadi dan sebagian besar tidak perlu dikhawatirkan. Lantas, apa penyebabnya dan kapan perlu diperiksakan?
Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya.
Table of Content
1. ASI bisa berubah hijau karena makanan yang dikonsumsi ibu

Pexels/Magnific Salah satu penyebab paling umum ASI berwarna kehijauan adalah makanan dan minuman yang dikonsumsi ibu. Menurut ABA, ASI dapat berubah menjadi hijau ketika ibu banyak mengonsumsi sayuran hijau, rumput laut, atau makanan yang mengandung pewarna hijau maupun biru.
Kemenkes juga menjelaskan bahwa makanan yang dikonsumsi ibu dapat memengaruhi warna ASI. Bahkan, ASI dapat sesekali terlihat hijau, kemerahan, atau merah muda. Jadi, jika ASI tiba-tiba terlihat hijau setelah Mama lebih banyak mengonsumsi sayuran hijau atau makanan dengan warna tertentu, perubahan tersebut kemungkinan berkaitan dengan pola makan.
2. ASI hijau tetap aman diberikan kepada bayi

Pexels/Helena Lopes Warna hijau pada ASI tidak otomatis berarti ASI rusak atau kualitasnya menurun. Kemenkes menyebut ASI yang berwarna kehijauan tetap dapat memiliki kualitas yang baik apabila perubahan warna tersebut berasal dari makanan sehat. Artinya, ibu menyusui tidak perlu langsung membuang ASI hanya karena warnanya terlihat berbeda dari biasanya.
ABA pun menjelaskan bahwa warna ASI memiliki rentang yang luas. ASI matang umumnya berwarna putih kebiruan, tetapi dapat berubah warna karena makanan, minuman dengan warna kuat, pewarna makanan, maupun obat tertentu. Sebagian besar perubahan warna tersebut tidak berbahaya.
Dengan demikian, ASI yang terlihat hijau masih dapat diberikan kepada bayi, selama tidak ada alasan lain yang membuat ASI tersebut tidak layak dikonsumsi.
3. Warna ASI bukan satu-satunya tanda kualitas ASI

Vecteezy/Irfani Kurniawati Banyak yang masih mengira ASI yang bagus harus selalu berwarna putih. Padahal, warna ASI dapat berbeda-beda. Kemenkes menjelaskan bahwa kolostrum umumnya berwarna kuning keemasan dan lebih kental. Setelah memasuki fase ASI matur, warnanya dapat berubah menjadi putih bening atau sedikit kebiruan. Warna tersebut juga dapat berubah seiring waktu dan kandungan lemak dalam ASI.
Kemenkes juga menekankan bahwa kualitas ASI tidak hanya dapat dinilai dari warna, rasa, tekstur, atau aromanya. Pertumbuhan dan perkembangan bayi serta kecukupan ASI yang diterima juga menjadi hal penting untuk diperhatikan. Jadi, perubahan warna menjadi hijau saja tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa ASI memiliki kualitas yang buruk.
4. Obat dan pewarna makanan juga bisa mengubah warna ASI
Vecteezy/Bigc Studio Tidak hanya makanan sehat yang dapat membuat ASI terlihat berbeda. Dikutip dari website ABA, beberapa obat dan pewarna makanan juga dapat memengaruhi warna ASI.
Karena itu, jika perubahan warna terjadi secara tiba-tiba, ibu menyusui dapat mengingat kembali makanan, minuman, suplemen, atau obat yang dikonsumsi sebelumnya.
Namun, apabila sedang menggunakan obat yang diresepkan dokter, jangan menghentikannya sendiri hanya karena ASI berubah warna. Sebaiknya tanyakan kepada dokter atau tenaga kesehatan apakah obat tersebut aman selama menyusui.
5. Periksa jika warna hijau disertai kondisi yang tidak biasa

breastfeeding.asn.au Sebagian besar perubahan warna ASI memang tidak berbahaya. Namun, tetap perlu memperhatikan perubahan lain yang menyertainya. Misalnya, ASI yang mengandung darah dapat terlihat dalam beberapa warna, termasuk merah, merah muda, cokelat, hitam, hingga hijau zaitun.
Darah dalam ASI dapat terjadi, misalnya, akibat puting yang lecet atau kondisi tertentu pada saluran payudara. Jika perubahan warna ASI tidak diketahui penyebabnya, terus berlangsung, atau disertai keluhan pada payudara, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.
Begitu pula jika ibu menyusui merasa khawatir dengan kondisi ASI atau bayi. Pemeriksaan dapat membantu memastikan penyebab perubahan warna dan apakah ASI tetap aman diberikan.
Itulah tadi informasi mengenai ASI berubah warna jadi hijau dan faktanya jika diberikan ke bayi. Semoga membantu menjawab keraguan ibu menyusui ya!




















