Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Apakah Usia 30 Tahunan Kualitas Sel Telur Bisa Tetap Terjaga?

Apakah Usia 30 Tahunan Kualitas Sel Telur Bisa Tetap Terjaga?
Freepik.com/freepik
  • Kesuburan perempuan menurun bertahap seiring usia, dengan penurunan yang lebih terasa setelah memasuki 35 tahun menurut dr Budi Darmawan Sp.OG.
  • Produksi sel telur terus berkurang sejalan bertambahnya usia, sehingga kondisi reproduksi pada usia 30 tahun ke atas perlu diperhatikan.
  • Kehamilan pada usia 30 tahun ke atas masih dapat terjadi apabila menerapkan gaya hidup tepat dan menjaga kesehatan organ reproduksi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Menurut studi, produksi sel telur terus menurun seiring berjalannya waktu. Lalu, apakah kualitas sel telur perempuan tetap bisa optimal meski sudah berumur 30 tahunan? 

Faktanya, memang kesuburan perempuan mengalami penurunan secara bertahap seiring bertambahnya usia, terutama setelah usia 35 tahun, demikian menurut dr Budi Darmawan Sp.OG. Namun dengan gaya hidup yang tepat dan menjaga kesehatan organ reproduksi, kehamilan di usia 30 tahun ke atas masih bisa terjadi dan sel telur pun bisa tetap terjaga. 

Sebenarnya, seperti apa kondisi sel telur pada perempuan di usia 30 tahun ke atas? Popmama.com akan merangkumkannya untuk kamu. 

  1. 1. Jumlah ovum pada perempuan berusia 30-an

    Jumlah ovum pada perempuan berusia 30-an
    Pexels.com/NadezhdaMoryak

    Setiap perempuan rata-rata dilahirkan dengan sekitar 1-2 juta sel telur atau ovum dalam ovarium mereka. Seiring bertambahnya usia, jumlah ini akan berkurang secara bertahap.

    Pada usia puber, jumlah ini menurun menjadi sekitar 300.000-400.000 ovum. 

    Selama kehidupan reproduktif, hanya sekitar 400-500 ovum yang matang dan berovulasi. Penurunan jumlah ovum terus terjadi dan lebih signifikan jika sudah memasuki usia 30-an. 

  2. 2. Kualitas ovum

    Kualitas ovum
    Pexels.com/Dainis Graveris

    Di usia 30-an, ovum mulai mengalami penurunan kualitas genetik. Yang artinya, risiko terjadinya kelainan genetik pada ovum sedikit meningkat, yang dapat memengaruhi perkembangan janin jika terjadi kehamilan. 

    Namun, hal ini bukanlah yang perlu dikhawatirkan. Karena menurut dr Budi Darmawan, peluang kehamilan tetap sangat baik jika kualitas sel telur dan kondisi rahim serta organ reproduksi secara umum masih optimal. 

  3. 3. Fleksibilitas sel telur

    Fleksibilitas sel telur
    Unsplash.com/Deon Black

    Ovum pada perempuan di usia 30-an dianggap cenderung kurang fleksibel dalam menerima sperma untuk proses pembuahan. Hal ini dikarenakan, sel telur sudah tidak terlalu optimal dibanding saat usia muda, sehingga memengaruhi kemampuan sel telur untuk dibuahi dengan mudah. 

    Selain itu, fleksibilitas sel telur juga bergantung pada kualitas ovum. Beberapa faktor yang mungkin berpengaruh antara lain gaya hidup, apakah sehat atau tidak, mengalami gangguan hormonal atau tidak, serta mengalami stres berkepanjangan atau tidak. 

    Semua faktor tersebut memiliki pengaruh pada kualitas ovum, terutama di usia 30 tahun ke atas. 

  4. 4. Peluang kehamilan

    Peluang kehamilan
    Freepik.com/freepik

    Berdasarkan penelitian yang diterbitkan pada tahun 2021 di JAMA Health Forum, terlihat bahwa kehamilan yang terjadi pada usia 30 tahun ke atas memiliki risiko medis yang lebih tinggi dibandingkan kehamilan pada usia 20-an. 

    Namun dengan dukungan perawatan yang tepat, risiko kehamilan di usia 30 tahun ke atas bisa dikurangi. Pada faktanya, kehamilan di usia 30-an bisa lebih berhasil dan sukses karena beberapa faktor. 

    Seperti, kesiapan finansial dan emosional, gaya hidup yang lebih sehat, serta perencanaan kehamilan yang lebih matang. 

  5. 5. Perencanaan kehamilan di usia 30-an

    Perencanaan kehamilan di usia 30-an
    Freepik/jcomp

    Memasuki usia 30-an, kamu bisa saja mempersiapkan kehamilan secara alami. Namun jika berencana untuk melakukan promil, maka bisa mempersiapkan kehamilan dengan bantuan kesuburan. Dokter mungkin akan merekomendasikan obat kesuburan untuk merangsang ovulasi guna meningkatkan jumlah sel telur yang dihasilkan dalam satu siklus. 

    Jika memang terjadi masalah dalam organ reproduksi, dokter juga akan merekomendasikan untuk melakukan operasi untuk mengatasi masalah tersebut jika diperlukan. Cara lain yang bisa ditempuh adalah dengan melakukan intrauterine insemination atau IUI. Ini merupakan metode di mana sperma yang telah diambil akan dimasukkan langsung ke dalam rahim pada saat ovulasi. 

    Kalau semua cara sudah dilakukan dan belum membuahkan hasil juga, maka bisa mencoba program bayi tabung. Kamu bisa mencari rekomendasi dokter yang sesuai dengan kebutuhan dan cocok untuk menjalankan program ini. 

  6. 6. Cara menjaga kesehatan sel telur di usia 30-an

    Cara menjaga kesehatan sel telur di usia 30-an
    Pexels/Wolf Art

    Memiliki sel telur yang sehat di usia 30-an bukanlah hal yang mustahil. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga sel telur kamu. Pertama, atur pola makan dan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. 

    Pastikan untuk mengonsumsi antioksidan dan asam folat, serta penuhi kebutuhan vitamin harian. Untuk menjaga pola makan yang sehat, batasi gula dan lemak jenuh. 

    Lalu, lakukan gaya hidup sehat seperti menjaga berat badan ideal dengan rutin berolahraga. Hindari rokok dan alkohol karena bisa memperburuk kondisi sel telur. Terakhir, kelola stres dan tidur yang cukup karena kedua hal tersebut memiliki andil penting dalam menjaga kesehatan sel telur. 

    Semoga berhasil, ya!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More