Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Hubungan Pertemanan Berubah saat Hamil? Ini Alasan dan Cara Menjaganya

Freepik/prostooleh
Freepik/prostooleh

Saat Mama memasuki masa kehamilan, banyak hal dalam hidup perlahan ikut berubah, mulai dari rutinitas harian, energi, hingga cara Mama bersosialisasi. Tanpa disadari, perubahan ini juga bisa berpengaruh pada hubungan pertemanan. Bukan karena Mama menjauh, tetapi fase hidup yang berbeda membuat cara berinteraksi ikut bergeser. 

Namun, perubahan ini bukan berarti persahabatan Mama akan hilang begitu saja. Banyak hubungan justru tumbuh ke arah yang lebih dewasa dan saling memahami. Teman dekat pun biasanya akan berusaha menyesuaikan ritme baru Mama, selama Mama juga membuka ruang untuk komunikasi dan tetap menjaga kedekatan. 

Agar Mama bisa melewati masa ini dengan tenang, yuk, simak penjelasan Popmama.com tentang kenapa hubungan pertemanan berubah saat hamil dan cara menjaganya.

Kenapa Pertemanan Jadi Berubah saat Hamil?

Freepik/tirachardz
Freepik/tirachardz

Perubahan dalam hubungan sosial biasanya muncul perlahan, seiring perubahan ritme harian dan prioritas Mama. Di fase ini, Mama mungkin lebih memilih aktivitas yang tenang dan tidak terlalu menguras energi. 

Apa saja perubahannya?

1. Identitas dan ritme Mama ikut berkembang

Saat hamil, Mama memasuki fase baru yang membuat pola sosial sedikit banyak berubah. Aktivitas malam digantikan dengan rencana yang lebih awal, pertemuan spontan mungkin bergeser menjadi agenda terjadwal, dan acara ramai menjadi kurang menarik dibandingkan aktivitas santai. 

2. Kebutuhan akan dukungan semakin besar

Kehamilan menuntut lebih banyak dukungan, baik emosional maupun praktis. Mama mungkin membutuhkan teman untuk menemani check-up, mengirimkan pesan penyemangat, atau sekadar hadir ketika Mama merasa kewalahan. Tidak semua teman langsung tahu harus berbuat apa, jadi memberi tahu mereka apa yang Mama butuhkan dapat membantu menjaga kedekatan.

3. Kesehatan mental Mama perlu perhatian ekstra

Perubahan hormon dan persiapan menjadi orang tua bisa memunculkan berbagai emosi. Persahabatan tidak menggantikan bantuan profesional, tetapi rasa terhubung dapat membantu Mama merasa lebih kuat menghadapi masa-masa penuh perubahan ini. Jika Mama punya riwayat kecemasan atau depresi, berbagi tanda-tanda awal kepada satu teman dekat dapat membuat Mama merasa lebih aman.

Mengapa Perubahan Ini Berdampak pada Kesejahteraan Mama?

Freepik
Freepik

Penting bagi Mama untuk melihat bahwa hubungan yang sehat dan stabil justru bisa menjadi sandaran di masa hamil. Persahabatan bisa menjadi ruang aman yang membuat Mama merasa didengar dan tidak sendirian. Berikut alasannya:

1. Koneksi sosial memperkuat kesehatan Mama dan si Kecil

Saat Mama merasa didukung, stres harian menjadi lebih mudah dihadapi. Kehangatan dari teman-teman bisa membantu Mama memasuki masa persalinan dan trimester keempat dengan kondisi mental yang lebih siap. Bertemu teman, meski sebentar, dapat mengangkat mood dan membuat Mama merasa lebih terkoneksi dengan dunia di luar rutinitas kehamilan.

2. Kehamilan bisa memunculkan rasa kesepian

Ketika jadwal Mama mulai berbeda atau teman-teman berada di fase hidup lain, Mama bisa merasa tertinggal atau tidak lagi terlibat. Hal ini normal terjadi. Dengan menyadari perasaan itu lebih awal, Mama bisa membangun kebiasaan kecil seperti mengirim pesan, mengatur jadwal ketemuan singkat, atau sekadar menceritakan sedikit life update untuk menjaga hubungan tetap terjaga.

Cara Menjaga Hubungan Pertemanan agar Tetap Terjaga selama Kehamilan

Freepik
Freepik

Kehamilan membawa perubahan besar, tetapi bukan berarti ikatan Mama dengan sahabat harus renggang. Berikut ini beberapa cara yang bisa Mama lakukan untuk menjaga hubungan pertemanan selama kehamilan:

1. Sampaikan apa yang Mama rasakan
Dengan jujur mengatakan bahwa energi dan jadwal Mama berubah, sahabat jadi tahu bagaimana cara menyesuaikan diri. Kalimat sederhana seperti “Aku lagi butuh rencana yang lebih awal dan lebih santai” dapat mencegah salah paham dan membantu hubungan tetap harmonis.

2. Sesuaikan rencana agar sejalan dengan kondisi tubuh Mama
Menggantikan acara malam dengan brunch, jalan sore, atau video call santai bisa menjadi alternatif yang tetap menyenangkan. Dengan menawarkan opsi lain, Mama tetap bisa terhubung tanpa memaksakan kondisi tubuh.

3. Berikan perhatian kecil untuk menjaga kedekatan
Kadang, voice note singkat atau foto aktivitas ringan sehari-hari sudah cukup membuat hubungan tetap terjalin. Perhatian-perhatian kecil ini menunjukkan bahwa Mama tetap memikirkan sahabat meski rutinitas sedang berubah.

4. Ajak sahabat terlibat dalam perjalanan Mama
Mengajak teman menemani check-up atau membantu membeli kebutuhan kecil bisa menciptakan rasa kebersamaan. Teman akan merasa dilibatkan, dan Mama pun merasa tidak menjalani semuanya sendirian.

5. Tambah teman yang berada di fase yang sama
Mengikuti kelas prenatal atau komunitas ibu hamil bisa membantu Mama menemukan koneksi baru yang memahami apa yang sedang Mama hadapi. Pertemanan lama tetap penting, dan teman baru bisa melengkapi dukungan emosional.

6. Pertahankan hubungan dengan teman yang belum punya anak
Jangan lupa menanyakan kabar mereka, merayakan pencapaian mereka, dan tetap terlibat dalam kehidupan mereka. Membuat percakapan tetap seimbang membantu menjaga hubungan tidak berubah menjadi satu arah.

7. Siapkan rencana komunikasi untuk masa setelah melahirkan
Sebelum persalinan, Mama bisa memberi tahu siapa yang akan di-update, bagaimana cara terbaik menghubungi Mama, dan kapan waktu tepat untuk menjenguk. Ini membantu mencegah kesalahpahaman dan menjaga hubungan tetap nyaman.

Tips Menghadapi Situasi Ketika Pertemanan Mulai Berubah

Freepik/rawpixel.com
Freepik/rawpixel.com

Dalam prosesnya, pertemanan tidak selalu mulus. Mama mungkin menghadapi momen ketika hubungan terasa renggang atau penuh pertanyaan. Tenang, ini wajar terjadi dan masih bisa diperbaiki.

1. Saat Mama merasa ditinggalkan
Mengirim pesan jujur seperti “Aku kangen kalian, bisa ketemu weekend nanti?” dapat membuka ruang untuk reconnect tanpa drama. Sahabat biasanya tidak bermaksud menjauh, mereka hanya menunggu Mama siap.

2. Saat sahabat mulai menjauh
Tidak semua hubungan cocok dengan setiap fase kehidupan. Beri ruang tanpa menutup pintu. Pesan bahwa Mama tetap mendukung mereka bisa menjaga hubungan tetap hangat meski jarang bertemu.

3. Saat muncul konflik kecil
Daripada memendam, Mama bisa bertanya dengan lembut apakah cerita tentang kehamilan membuat mereka kewalahan atau apakah penolakan Mama terhadap rencana tertentu menimbulkan salah paham. 

Nah, itu dia penjelasan kenapa hubungan pertemanan berubah saat hamil dan cara menjaganya. Kalau Mama sendiri, perubahan apa yang paling terasa dalam pertemanan selama kehamilan?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More

Hubungan Pertemanan Berubah saat Hamil? Ini Alasan dan Cara Menjaganya

29 Jan 2026, 13:45 WIBPregnancy