Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bahan Baju yang Nyaman untuk Ibu Menyusui, dari Katun hingga Wol
pexels.com/MART PRODUCTION
  • Katun direkomendasikan karena lembut, breathable, menyerap cairan, dan awet; survei terhadap 84 ibu menyusui mencatat 71% memilih pakaian 100% katun.

  • Bambu, wol merino, serta rayon—termasuk modal dan lyocell—menawarkan kelembutan dan pengaturan kelembapan; wol lebih cocok untuk suhu sejuk, sedangkan rayon nyaman saat panas.

  • Pakaian menyusui sebaiknya memiliki akses dada mudah dibuka, tidak ketat agar aliran ASI tidak terhambat, serta memakai warna atau motif gelap untuk menyamarkan kebocoran.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sebagai seorang ibu yang berada di fase menyusui, salah satu hal yang tidak boleh disepelekan ialah memilih bahan baju yang nyaman untuk menyusui. Untuk menyusui si Kecil, tidak disarankan menggunakan baju dari bahan sintetis seperti poliester karena menimbulkan rasa gerah ketika berkeringat.

Beberapa jenis material sintetis juga berisiko menyebabkan iritasi, terutama pada kulit bayi yang masih cukup sensitif, lho. Sebenarnya, apa saja bahan baju yang nyaman untuk ibu menyusui? Cari tahu selengkapnya di bawah ini, yuk!

1. Katun

instagram.com/tokokain_senang

Bahan baju yang nyaman untuk ibu menyusui pertama adalah katun. Sebagai bahan yang berasal dari tumbuhan kapas, kain katun merupakan salah satu jenis kain yang sangat nyaman digunakan, termasuk sebagai pakaian menyusui.

Bahkan, survei yang dilakukan oleh komunitas Nursing Queen terhadap 84 ibu menyusui menyebutkan, 71% ibu menyusui lebih memilih pakaian berbahan 100% katun. Hal ini dikarenakan komposisi serat alaminya membuat kain katun breathable dan lembut sehingga nyaman dipakai seharian.

Bahan yang breathable tersebut tentunya membantu dalam mengatur suhu tubuh selama menyusui atau memompa ASI. Selain itu, cotton punya daya serap yang baik sehingga berguna dalam mengatasi kebocoran atau tumpahan susu. Meskipun sering dicuci dan dipakai, bahan katun umumnya mampu bertahan lama (awet). Tak heran jika katun menjadi salah satu bahan favorit untuk para ibu yang sedang menyusui.

2. Bambu (Bamboo)

instagram.com/paramatex

Melansir Milk and Baby, bahan berbahan dasar serat bambu juga bisa menjadi salah satu opsi bahan baju yang nyaman untuk ibu menyusui karena tekstur lembut dan sirkulasi udaranya yang baik. Serat bambu juga sering diklaim memiliki sifat antibakteri alami, meski hasil penelitiannya masih beragam.

Bambu mampu menyerap kelembapan sehingga kulit tetap aman serta terasa sejuk sepanjang hari, bahkan saat digunakan tidur.

Kain serat bambu juga sering disebut bersifat hipoalergenik karena teksturnya yang halus dan lembut sehingga tidak mudah membuat kulit iritasi, meski klaim ini masih perlu dibuktikan lebih lanjut lewat penelitian.

3. Wol

instagram.com/woolstock.fr

Wol berasal dari bulu hewan seperti domba. Kain wol dikenal sebagai kain yang mampu menghangatkan dan mengatur suhu tubuh sehingga sering digunakan pada produk-produk bayi. Tak hanya bermanfaat untuk bayi, wol juga bagus untuk ibu menyusui, terutama wol merino.

Penelitian menunjukkan manfaat wol lebih terasa di suhu sejuk sehingga wol lebih cocok digunakan ketika beraktivitas di ruangan ber-AC atau saat bepergian ke daerah dingin.

Wol merino bisa menyerap dan melepaskan kelembapan juga membantu menjaga kulit tetap kering, terutama saat ibu dan si Kecil berkontak kulit selama menyusui. Selain itu, wol merino memiliki serat yang sangat halus dan lembut sehingga umumnya tidak menyebabkan iritasi di kulit bayi maupun ibu.

Kelebihan lain dari wol merino ialah dinilai awet dan mengandung sifat antimikroba sehingga mampu membantu mengurangi bau tak sedap. Cocok untuk ibu menyusui yang pakaiannya tak sengaja sering terkena tetesan atau cairan saat menyusui.

4. Rayon

instagram.com/mjestex

Rayon atau viskosa adalah kain semi sintetis. Bahan dasarnya sama seperti katun, yaitu selulosa atau serat tumbuhan. Oleh karena itu, rayon terasa lembut dan jatuh dengan luwes. Daya serapnya bahkan lebih tinggi dari katun, jadi nyaman dipakai saat cuaca panas. Cocok untuk daster atau blus menyusui yang longgar.

Kalau ingin yang lebih awet, Mama bisa memilih rayon modal. Modal adalah jenis rayon yang umumnya dibuat dari kayu pohon beech. Dibanding rayon biasa, modal lebih kuat, lebih tahan lama, dan tidak mudah menyusut. Modal juga cepat menyerap dan menyebarkan keringat, jadi kulit terasa lebih kering.

Pilihan lainnya adalah lyocell, yang masih satu keluarga dengan rayon. Kain ini sering disebut Tencel, yang mana sebenarnya adalah merek dagang dari serat lyocell yang paling terkenal. Serat lyocell kuat, jadi sangat baik dalam mengatur kelembapan, dan proses produksinya lebih ramah lingkungan dibanding rayon biasa.

Satu hal yang perlu diperhatikan, rayon biasa cenderung lebih mudah rusak dibanding katun, terutama saat basah. Jadi, cuci baju rayon dengan lembut dan jangan diperas terlalu kuat.

Tips memilih pakaian untuk ibu menyusui

Selain memperhatikan bahan pakaian, ada beberapa tips lain yang perlu diperhatikan oleh ibu menyusui, di antaranya:

1. Pilih baju yang bagian dadanya mudah dibuka

pexels.com/MART PRODUCTION

Sesuai penjelasan Office on Women's Health, pastikan kamu mengenakan pakaian yang punya akses bukaan ke payudara agar lebih praktis saat menyusui, terutama jika harus menyusui di tempat umum.

Contoh baju dengan kancing di bagian depan, baju bermodel kimono (dengan silangan di bagian depan), ataupun yang memiliki lubang atau sisipan di bagian sampingnya. Sebaiknya, hindari ritsleting atau velkro di area bukaan karena berisiko tersangkut atau melukai kulit si kecil.

Mama juga bisa menggunakan bra khusus menyusui yang tidak ketat dan memiliki cup yang mudah dibuka tutup dengan kaitan. Nantinya, kamu bisa menyusui si Kecil dengan nyaman tanpa perlu repot mengangkat seluruh bagian baju.

2. Gunakan bra atau pakaian yang tidak terlalu ketat

pexels.com/Nano Erdozain

Mayo Clinic Health System menjelaskan tekanan dari bra yang terlalu sempit atau pakaian yang menekan area payudara bisa menghambat aliran ASI, lho. Area yang tertekan ini akan mengalami hambatan aliran sehingga ASI sulit keluar dan akhirnya menjadi tersumbat.

Oleh karena itu, sebaiknya kenakan bra menyusui yang pas dan hindari bra berkawat atau tali yang ketat dari pakaian. Ukuran payudara juga bisa berubah-ubah selama tahun pertama setelah melahirkan. Jadi, cek ukuran bra Mama secara berkala supaya tetap pas dan tidak menekan.

3. Pilih baju menyusui dengan warna atau motif gelap

pexels.com/RDNE Stock project

Produksi ASI yang melimpah tentu menjadi hal yang diinginkan oleh semua ibu menyusui. Sayangnya, ASI yang merembes terkadang bisa meninggalkan noda pada pakaian dan membuat kamu merasa kurang nyaman.

Oleh karena itu, kamu bisa mempertimbangkan pakaian dengan motif, corak, dan warna gelap yang bisa membantu menyembunyikan kebocoran tidak terduga daripada warna terang. Supaya lebih aman, kamu juga bisa membawa bra dan baju cadangan sebagai antisipasi jika ASI tiba-tiba merembes.

Sebagai tambahan, jika si Kecil punya masalah kulit seperti eksim atau Mama merasakan nyeri, bengkak, dan kemerahan di payudara, segera konsultasikan dengan dokter atau konselor laktasi, ya.

Itu dia penjelasan seputar bahan baju yang nyaman untuk ibu menyusui. Semoga informasi di atas bermanfaat, ya!

Referensi:

  1. Nursing Queen. (2026, March 23). "What fabric do breastfeeding moms prefer?" (Survey of 84 moms).

  2. Milk and Baby. (2025, January 20). "The best fabrics for nursing clothes: Comfort and functionality explained". Diakses October 2026.

  3. Office on Women’s Health. (n.d.). "Breastfeeding in public". Diakses October 2026.

  4. Mayo Clinic Health System. (n.d.). "Managing plugged ducts, mastitis when breastfeeding". Diakses October 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article