Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Ciri-ciri Plasenta Menutupi Jalan Lahir yang Perlu Ibu Hamil Waspadai

Ciri-ciri Plasenta Menutupi Jalan Lahir yang Perlu Ibu Hamil Waspadai
Magnific/tirachardz
  • Plasenta menutupi jalan lahir terjadi ketika posisi plasenta di bagian bawah rahim hingga menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir.

  • Ciri-cirinya adalah perdarahan merah cerah tanpa nyeri, terutama pada akhir trimester kedua atau trimester ketiga.

  • Kondisi ini dapat disertai kram ringan, posisi janin sungsang atau melintang, serta perubahan rahim.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kondisi plasenta menutupi jalan lahir tidak jarang dialami oleh ibu hamil. Hal tersebut dapat terjadi ketika plasenta berada di bagian bawah rahim hingga menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir, yang dikenal sebagai plasenta previa.

Plasenta sendiri merupakan organ yang berperan penting selama kehamilan karena membantu memberikan oksigen dan nutrisi untuk janin. Plasenta previa umumnya dapat diketahui melalui pemeriksaan kehamilan menggunakan USG, tetapi beberapa cirinya juga dapat muncul, terutama ketika kehamilan memasuki trimester akhir.

Berikut Popmama.com telah merangkum informasi mengenai ciri-ciri plasenta menutupi jalan lahir.

  1. 1. Perdarahan tanpa rasa sakit

    Perdarahan tanpa rasa sakit
    Magnific

    Salah satu ciri paling khas dari plasenta menutupi jalan lahir adalah perdarahan vagina yang tidak disertai rasa sakit. Darah yang keluar umumnya berwarna merah cerah dan Mama mungkin tidak merasakan kram atau nyeri yang signifikan.

    Perdarahan dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa didahului keluhan lain. Karena itu, Mama sebaiknya tidak mengabaikan perdarahan selama kehamilan, meskipun tidak terasa sakit atau jumlah darah yang keluar masih sedikit.

  2. 2. Volume dan frekuensi perdarahan bisa berbeda

    Volume dan frekuensi perdarahan bisa berbeda
    Magnific

    Perdarahan akibat plasenta previa tidak selalu memiliki jumlah yang sama. Darah yang keluar dapat berupa bercak ringan, tetapi bisa juga cukup banyak hingga deras. Kondisi ini dapat terjadi tanpa disertai rasa nyeri.

    Selain jumlahnya yang bervariasi, perdarahan juga dapat muncul berulang. Darah mungkin berhenti dengan sendirinya untuk sementara, kemudian kembali muncul beberapa hari atau minggu setelahnya. 

  3. 3. Perdarahan biasanya muncul pada trimester akhir

    Perdarahan biasanya muncul pada trimester akhir
    Magnific/pvproductions

    Ciri-ciri plasenta menutupi jalan lahir umumnya mulai terlihat pada akhir trimester kedua atau selama trimester ketiga. Pada periode ini, bagian bawah rahim mulai meregang dan menipis seiring persiapan tubuh menghadapi persalinan.

    Perubahan tersebut dapat membuat sebagian plasenta terlepas dari dinding rahim dan memicu terjadinya perdarahan. Karena itu, perdarahan vagina yang muncul pada usia kehamilan tersebut perlu mendapatkan perhatian medis.

  4. 4. Dapat disertai kram ringan atau rasa mulas

    Dapat disertai kram ringan atau rasa mulas
    Magnific/senivpetro

    Meskipun perdarahan akibat plasenta previa umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, sebagian Mama mungkin mengalami kram ringan atau sensasi mulas seperti kontraksi. Keluhan tersebut dapat muncul bersamaan dengan perdarahan, tetapi tingkat rasa tidak nyamannya bisa berbeda pada setiap ibu hamil.

    Rasa mulas atau kram yang dirasakan biasanya tidak sekuat nyeri saat kontraksi persalinan. Kondisi ini juga bukan merupakan ciri utama plasenta menutupi jalan lahir, sehingga Mama tetap perlu memperhatikan perdarahan yang muncul, termasuk jumlah dan frekuensinya.

  5. 5. Posisi janin bisa tidak normal

    Posisi janin bisa tidak normal
    Magnific/Pressfoto

    Plasenta yang berada di bagian bawah rahim dan menutupi jalan lahir dapat menghalangi kepala bayi untuk masuk ke panggul. Kondisi tersebut dapat memengaruhi posisi janin menjelang persalinan.

    Akibatnya, bayi di dalam kandungan mungkin berada dalam posisi sungsang, yaitu kaki atau bokong berada di bawah, maupun posisi melintang, ketika tubuh bayi berada secara horizontal di dalam rahim. 

  6. 6. Rahim terasa lunak atau tidak sesuai usia kehamilan

    Rahim terasa lunak atau tidak sesuai usia kehamilan
    Magnific

    Selain perdarahan, rahim yang terasa lunak atau ukuran rahim tidak sesuai dengan usia kehamilan juga dapat menjadi salah satu hal yang diperhatikan. Namun, tanda ini tidak dapat digunakan untuk memastikan adanya plasenta previa karena kondisi tersebut perlu diketahui melalui pemeriksaan lebih lanjut.

    Pada beberapa ibu hamil, ukuran rahim dapat terlihat tidak sesuai dengan perkiraan usia kehamilan. Kondisi ini dapat berkaitan dengan posisi plasenta yang berada di bagian bawah rahim. Ketika plasenta menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir, letaknya dapat memengaruhi bagaimana bagian terbawah rahim berkembang seiring bertambahnya usia kehamilan.

  7. Kapan Mama Harus ke Dokter?

    Kapan harus konsultasi ke dokter
    Magnific

    Setiap perdarahan vagina selama kehamilan perlu mendapatkan perhatian medis, terutama jika terjadi pada akhir trimester kedua atau trimester ketiga. Perdarahan tanpa rasa sakit yang muncul pada masa tersebut dapat menjadi salah satu ciri-ciri plasenta menutupi jalan lahir, sehingga Mama sebaiknya tidak menunggu perdarahan berhenti sendiri untuk memeriksakan kondisi tersebut.

    Terlebih jika perdarahan cukup banyak, terjadi berulang, atau disertai keluhan lain. Pemeriksaan dapat membantu dokter mengetahui penyebab perdarahan dan memastikan kondisi mama serta si Kecil tetap terpantau dengan baik.

    Nah, itu dia ciri-ciri plasenta menutupi jalan lahir yang perlu Mama ketahui. 

    Jika mengalami perdarahan selama kehamilan, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter, ya, Ma.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More