Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Stevia untuk Ibu Menyusui, Ini Batas Aman dan Hal yang Perlu Diketahui
Unsplash/Tree of Life Seeds
  • Ibu menyusui dapat mempertimbangkan stevia untuk mengurangi gula tambahan, tetapi penggunaannya tetap perlu dibatasi dan tidak berlebihan.

  • Belum tersedia data yang cukup mengenai masuknya stevia ke ASI serta keamanan khususnya bagi ibu menyusui dan bayi.

  • Produk stevia perlu diperiksa secara menyeluruh, termasuk komposisi, takaran saji, izin edar, produsen, dan tanggal kedaluwarsa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2026

Batas ADI JECFA sebesar 0–4 mg/kg berat badan per hari dalam bentuk ekuivalen steviol kembali dikonfirmasi dalam evaluasi terbaru.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Stevia dapat dipertimbangkan sebagai pengganti sebagian gula tambahan oleh ibu menyusui, tetapi penggunaannya perlu dibatasi.
  • Who?
    Ibu menyusui dan Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, Sp.GK, Subsp.PK, dokter spesialis gizi klinis.
  • Where?
    Pembahasan disampaikan melalui wawancara dengan Popmama.com.
  • When?
    Batas ADI JECFA kembali dikonfirmasi dalam evaluasi terbaru pada 2026.
  • Why?
    Ibu menyusui memperhatikan asupan yang dikonsumsi karena makanan atau minuman dapat berpengaruh terhadap produksi ASI atau ASI yang diberikan kepada anak.
  • How?
    Stevia digunakan dalam jumlah terbatas, sementara komposisi, takaran saji, izin edar, produsen, petunjuk penggunaan, dan kedaluwarsa produk perlu diperhatikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ibu yang sedang menyusui boleh memakai stevia sedikit untuk mengganti sebagian gula. Tubuh tetap mendapat gula dari nasi, buah, susu, dan makanan lain. Dokter bilang belum banyak data tentang stevia yang masuk ke ASI dan bayi. Jadi, ibu perlu membaca isi kemasan dan tidak memakainya terlalu banyak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Stevia dapat menjadi salah satu pilihan bagi ibu menyusui yang ingin mengurangi konsumsi gula tambahan tanpa menghilangkan seluruh asupan karbohidrat. Penjelasan dokter juga membantu memperjelas bahwa tubuh tetap memperoleh glukosa dari berbagai makanan, sekaligus mengingatkan pentingnya penggunaan secukupnya dan pemeriksaan komposisi produk.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Selama ibu menyusui si Kecil cenderung lebih memperhatikan asupan yang dimakan seharian. Bukan tanpa sebab, karena beberapa makanan atau minuman yang dikonsumsi ada yang bisa berpengaruh ke produksi ASI atau bahkan ASI yang diberikan ke anak.

Salah satu yang cukup dipikirkan adalah konsumsi gula harian. Sehingga mencari alternatif pemanis yang lebih rendah kalori. Salah satu yang cukup populer adalah stevia, pemanis yang berasal dari tanaman Stevia rebaudiana.

Namun, karena apa yang dikonsumsi selama menyusui dapat menjadi perhatian tersendiri, muncul pertanyaan apakah stevia aman digunakan sebagai pengganti gula dan apakah ada dampaknya terhadap ASI maupun bayi.

Untuk menjawabnya, Popmama.com mewawancarai Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, Sp.GK, Subsp.PK, dokter spesialis gizi klinis konsultan nutrisi pasien kritis untuk menjawabnya. 

Berikut penjelasannya!

1. Ibu menyusui boleh mempertimbangkan stevia sebagai pengganti gula

Pexels/olga Volkovitskaia

Stevia dapat dipertimbangkan oleh ibu menyusui sebagai alternatif untuk mengurangi konsumsi gula tambahan. Namun, penggunaannya tetap perlu dibatasi dan tidak berarti semua asupan gula atau karbohidrat harus dihilangkan.

Menurut dr. Luciana, stevia bisa menjadi salah satu pilihan pemanis selama digunakan secara wajar.

“Dapat dipertimbangkan dalam jumlah terbatas sebagai pengganti gula tambahan,” jelas Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, Sp.GK, Subsp.PK,. kepada Popmama.com.

2. Mengurangi gula tambahan tidak membuat tubuh kekurangan glukosa

Pexels/Mark Youso

Mengganti sebagian gula tambahan dengan stevia juga tidak berarti tubuh Mama akan kekurangan gula. Sebab, tubuh tetap memperoleh glukosa dari berbagai sumber karbohidrat yang dikonsumsi sehari-hari.

“Nasi, kentang, ubi, oat, buah, susu, dan makanan lain juga menjadi sumber glukosa,” jelas dr. Luciana.

Artinya, gula pasir bukan satu-satunya sumber glukosa bagi tubuh. Karbohidrat dalam makanan akan dicerna dan diubah menjadi glukosa yang kemudian digunakan tubuh sebagai sumber energi.

3. Belum ada data yang memastikan apakah stevia masuk ke dalam ASI

Unsplash/Blond Fox

Salah satu hal yang mungkin membuat ibu menyusui ragu menggunakan stevia saat menyusui adalah kemungkinan kandungannya masuk ke dalam ASI. Namun, sampai saat ini data ilmiah yang secara khusus mengukur kadar stevia atau komponennya di dalam ASI masih sangat terbatas.

Hal ini sejalan dengan penjelasan dr. Luciana kalau belum banyak yang meneliti tentang ini.

LactMed, basis data dari National Library of Medicine Amerika Serikat yang membahas obat dan zat selama menyusui. Belum tersedia data mengenai ekskresi komponen stevia ke dalam ASI maupun keamanan khusus stevia pada ibu menyusui dan bayi.

Meski demikian, stevia yang dikonsumsi tidak seluruhnya beredar dalam tubuh dalam bentuk aslinya. Steviol glycosides akan diuraikan di usus menjadi steviol, kemudian sebagian besar dimetabolisme menjadi steviol glucuronide dan dikeluarkan melalui urine.

Karena bukti khusus pada ibu menyusui masih terbatas, penggunaan stevia sebaiknya tetap dalam jumlah wajar dan tidak melebihi batas asupan harian yang direkomendasikan.

4. Batasan stevia untuk orang dewasa, belum ada khusus untuk ibu menyusui

Magnific

Sampai saat ini, belum ada Acceptable Daily Intake atau ADI yang ditetapkan khusus untuk ibu menyusui.

“Belum ada ADI tersendiri yang ditetapkan khusus untuk ibu menyusui. JECFA dan EFSA menetapkan ADI sebesar 0-4 mg/kg berat badan/hari, dinyatakan sebagai ekuivalen steviol untuk orang dewasa sehat,” jelas dr. Luciana.

JECFA, komite ahli gabungan FAO dan WHO untuk bahan tambahan pangan, memang menetapkan ADI 0–4 mg/kg berat badan per hari dalam bentuk ekuivalen steviol. Batas tersebut kembali dikonfirmasi dalam evaluasi JECFA terbaru pada 2026.

EFSA atau European Food Safety Authority juga menetapkan batas 4 mg/kg berat badan per hari dalam ekuivalen steviol. ADI merupakan perkiraan jumlah suatu zat yang dapat dikonsumsi setiap hari sepanjang hidup tanpa menimbulkan risiko kesehatan yang berarti.

5. Jangan hanya melihat tulisan “stevia” pada kemasan

Pexels/Towfiqu barbhuiya

Ketika membeli produk stevia, ibu menyusui tetap perlu membaca komposisi secara keseluruhan. Pasalnya, produk yang dipasarkan sebagai pemanis stevia belum tentu hanya mengandung stevia dan dapat dicampur dengan bahan pemanis atau bahan tambahan lainnya.

“Informasi produk yang perlu diperhatikan adalah izin edar, produsen, takaran saji, petunjuk penggunaan, kandungan lain, dan kadaluarsa,” jelas dr. Luciana.

Karena itu, perhatikan daftar komposisi terutama jika produk juga mengandung pemanis lain seperti sukralosa atau alkohol gula. Takaran saji pada kemasan juga dapat membantu Mama mengontrol jumlah konsumsi sehari-hari.

Jadi, ibu menyusui dapat mempertimbangkan stevia sebagai pengganti sebagian gula tambahan dalam jumlah terbatas. Namun, stevia tidak perlu digunakan secara berlebihan dan belum ada batas konsumsi khusus yang ditetapkan untuk ibu menyusui.

Jika ibu menyusui memiliki kondisi kesehatan tertentu, sedang menjalani pengaturan pola makan khusus, atau ragu terhadap produk pemanis yang digunakan selama menyusui, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau dokter spesialis gizi klinis.

Curated For You

Editorial Team

Related Article