Ilustrasi pola makan seimbang (pexels.com/ Taryn Elliott )
Setelah melahirkan, tubuh Mama butuh asupan gizi lengkap untuk pulih dan mendukung produksi ASI.
Namun, bagi Mama yang memiliki asam urat, pemilihan makanan perlu lebih hati-hati.
Makanan tinggi purin dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah dan memicu nyeri sendi yang tiba-tiba. Maka dari itu, penting untuk memahami makanan mana yang perlu dihindari dan mana yang aman dikonsumsi.
Dilansir dari Mayo Clinic, makanan tinggi purin seperti jeroan, hati, ginjal, dan usus, daging merah berlemak, serta beberapa jenis seafood seperti sarden, kerang, dan ikan teri sebaiknya dibatasi.
Saat tubuh memecah purin, terbentuklah asam urat. Jika terlalu banyak, kristal asam urat bisa menumpuk di sendi dan menyebabkan serangan gout. Karena itu, diet rendah purin menjadi langkah aman bagi Mama yang memiliki kadar asam urat tinggi.
Tapi bukan berarti Mama harus menghindari semua sumber protein, ya, Ma! Protein tetap dibutuhkan untuk memperbaiki jaringan tubuh pasca persalinan dan menjaga energi selama menyusui. Dikutip dari Cleveland Clinic, Mama bisa memilih sumber protein rendah purin seperti tahu, tempe, telur, ayam tanpa kulit, ikan rendah purin, serta susu rendah lemak.
Jadi, kuncinya bukan pantang total, melainkan bijak memilih makanan. Mama tetap bisa makan enak, sehat, dan aman tanpa khawatir gejala asam urat kambuh.
Pastikan pola makan harian seimbang antara karbohidrat kompleks, protein rendah purin, lemak sehat. Dengan cara ini, berat badan bisa turun perlahan, tubuh terasa lebih segar, dan sendi tetap nyaman.