Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Cara Menghitung Kapan Melahirkan dengan Rumus Naegele, Mudah!

3 min read
Cara Menghitung Kapan Melahirkan dengan Rumus Naegele, Mudah!
Unsplash.com/@jonathansancheziam
  • Rumus Naegele digunakan untuk memperkirakan hari perkiraan lahir berdasarkan hari pertama haid terakhir.

  • Metode ini mengacu pada siklus menstruasi selama 28 hari untuk menghitung usia kehamilan.

  • Mengetahui usia kehamilan membantu memantau kebutuhan perkembangan janin agar lebih maksimal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ada banyak metode yang bisa dipilih untuk mengetahui berapa tepatnya umur kehamilan kamu. Salah satunya adalah dengan menghitung menggunakan rumus Naegele. 

Rumus Naegele adalah metode untuk memperkirakan hari perkiraan lahir (HPL) berdasarkan hari pertama haid terakhir (HPHT). Rumus ini menggunakan siklus menstruasi yang 28 hari. 

Dengan menghitung usia kehamilan, kamu bisa mengetahui apa saja yang harus dikejar sehingga perkembangan janin bisa maksimal. Selain itu, bisa menyiapkan waktu kelahirkan dengan lebih matang lagi.

Nah, seperti apa cara menghitungnya dengan rumus Naegele? Popmama.com akan merangkumnya untuk kamu. 


  1. 1. Mengenal metode penghitungan dengan rumus Naegele

    Pexels.com/Mikhail Nilov
    Pexels.com/Mikhail Nilov

    Rumus Naegele berasal dari nama seorang dokter spesialis kandungan asal Jerman, yaitu Franz Karl Naegele. Ia memopulerkan dan menerbitkan buku teks kebidanan di abad 19 dan metode ini pun makin dikenal luas. Meski begitu, sebenarnya metode perhitungan ini berakar dari catatan seorang profesor kedokteran asal Belanda yang bernama Hermann Boerhaave. 

    Naegele memformulasikan rumus ini berdasarkan asumsi standar reproduksi perempuan. Pertama, dari durasi kehamilan, ia menetapkan rata-rata kehamilan berlangsung selama 280 hari atau 40 minggu, jika dihitung dari hari pertama haid terakhir (HPTP). 

    Lalu, mengenai siklus menstruasi, ia menggunakan patokan siklus menstruasi yang teratur selama 28 hari. Sedangkan untuk ovulasi, ia mengasumsikan ovulasi dan pembuahan terjadi pada hari ke-14 setelah HPHT. 

    Pada akhirnya, berdasarkan perhitungan Naegele, usia janin dari pembuahan hingga lahir adalah 266 hari atau 38 minggu. 

  2. 2. HPHT pada Januari hingga Maret

    Pexels.com/Towfiqubarbuiya
    Pexels.com/Towfiqubarbuiya

    3. HPHT pada bulan April hingga Desember

    Contoh: HPHT terjadi pada tanggal 10 Januari 2026.

    Tanggal: 10 + & = 17

    Bulan: 1 + 9 + 10 (Oktober)

    Tahun: 2026 + 0 = 2026. 

    Jadi, HPL diperkirakan jatuh pada tanggal 17 Oktober 2026. 


  3. 3. HPHT pada bulan April hingga Desember

    Pexels/Artem Podrez
    Pexels/Artem Podrez

    Perhitungan selanjutnya adalah untuk kamu yang mengalami HPHT dari bulan April hingga Desember. Maka rumusnya adalah (tanggal + 7), (bulan - 3), (tahun + 1).

    Contohnya: HPHT terjadi pada tanggal 15 Mei 2026. 

    Tanggal: 15 + 7 = 22

    Bulan: 5 - 3 = 2 (Februari)

    Tahun: 2026 + 1 = 2027

    Jadi, HPL diperkirakan jatuh pada tanggal 22 Februari 2027.


  4. 4. Kelebihan dan kekurangan rumus Naegele

    Unsplash.com/Laura Ohlman
    Unsplash.com/Laura Ohlman

    Dengan mengetahui usia kehamilan melalui rumus Naegele, kamu bisa mengatur pola makan untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil sesuai dengan usia kehamilan. Selain itu, kamu bisa juga mendapatkan panduan untuk mengelola kondisi fisik selama kehamilan. 

    Namun, ada juga kekurangan menggunakan rumus ini, terutama kamu yang lupa kapan hari pertama haid terakhir dan memiliki siklus menstruasi yang bukan 28 hari setiap bulannya. 

  5. 5. Yang harus jadi perhatian

    Pexels.com/MART PRODUCTION
    Pexels.com/MART PRODUCTION

    Harus ditekankan kalau rumus ini menggunakan siklus menstruasi 28 hari. Sedangkan kamu yang memiliki siklus menstruasi tidak teratur, atau lebih/kurang dari 28 hari tidak bisa mendapatkan hasil yang akurat. 

    Selain itu, diperlukan juga pemeriksaan medis untuk hasil yang lebih presisi. Kamu bisa melakukan konfirmasi usia kehamilan dan HPL melalui pemeriksaan USG di trimester pertama oleh dokter kandungan. 

    Itu dia cara menghitung kapan HPL dengan menggunakan rumus Naegele. Semoga membantu, ya!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More