Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Usia Kehamilan Dihitung dari HPHT Bukan Tanggal Pembuahan

Usia Kehamilan Dihitung dari HPHT Bukan Tanggal Pembuahan
Magnific
  • Usia kehamilan dihitung dari hari pertama haid terakhir (HPHT), bukan tanggal pembuahan, karena waktu ovulasi dan pembuahan tidak selalu diketahui pasti.

  • Hasil USG empat minggu dapat mencakup sekitar dua minggu sebelum ovulasi dan dua minggu setelah pembuahan, sehingga tidak harus sesuai tanggal menikah atau hubungan intim.

  • HPHT membantu dokter memperkirakan usia kehamilan, perkembangan janin, dan tanggal lahir sekitar 280 hari atau 40 minggu, rumus Naegele digunakan pada siklus 28 hari.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Setelah mengetahui hasil tes kehamilan positif, banyak Mama mulai menghitung kembali kapan kira-kira kehamilan terjadi. Ada yang mengingat tanggal menikah, waktu berhubungan intim, hingga memperkirakan kapan pembuahan berlangsung. Oleh karena itu, hasil USG yang menunjukkan usia kehamilan terkadang justru membuat Mama bingung.

Misalnya, Mama baru menikah dua minggu, tetapi hasil pemeriksaan menunjukkan usia kehamilan sudah empat minggu. Situasi seperti ini bisa menimbulkan kepanikan yang sebenarnya tidak perlu karena usia kehamilan memang memiliki cara perhitungan tersendiri.

Menurut dr. Hendra Tandra, Sp.OG, FICS, melalui unggahan di Instagram pribadinya @hendratandra.spog, usia kehamilan tidak dihitung dari tanggal pembuahan, melainkan dari hari pertama haid terakhir atau HPHT.

Lalu, mengapa usia kehamilan dihitung dari HPHT, bukan tanggal pembuahan? Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasannya untuk Mama.

  1. Mengapa Usia Kehamilan Dihitung dari HPHT Bukan Tanggal Pembuahan?

    Usia kehamilan dihitung dari HPHT bukan tanggal pembuahan
    Magnific

    Usia kehamilan dihitung sejak HPHT, bukan dari hari terjadinya pembuahan. Hal ini karena tanggal ovulasi dan pembuahan tidak selalu dapat diketahui dengan pasti pada setiap perempuan.

    Pada siklus menstruasi 28 hari, ovulasi biasanya terjadi sekitar hari ke-14. Saat itulah sel telur dilepaskan dan siap dibuahi oleh sperma. Jika pembuahan berhasil terjadi, kehamilan pun dimulai secara biologis.

    Namun, dalam dunia medis, perhitungan usia kehamilan tetap dimulai dari HPHT. Itulah sebabnya hasil USG yang menunjukkan usia kehamilan empat minggu bukan berarti pembuahan telah terjadi empat minggu sebelumnya.

    dr. Hendra menjelaskan bahwa perhitungan tersebut mencakup sekitar dua minggu sebelum ovulasi dan kurang lebih dua minggu setelah pembuahan. Itulah sebabnya, usia kehamilan 4 minggu tetap bisa terjadi meski Mama baru menikah dua minggu sebelumnya.

    “Tanggal pembuahan ≠ tanggal kehamilan,” tulis dr. Hendra.

    Artinya, usia kehamilan merupakan perhitungan klinis yang mengikuti kalender biologis, bukan berdasarkan tanggal menikah maupun asumsi mengenai waktu terjadinya pembuahan.

  2. Apa Fungsi HPHT dalam Perhitungan Kehamilan?

    Usia kehamilan dihitung dari HPHT bukan tanggal pembuahan
    Magnific

    HPHT menjadi informasi penting karena membantu dokter memperkirakan usia kehamilan sekaligus menentukan perkiraan tanggal lahir bayi. Selain itu, informasi ini juga digunakan untuk memantau perkembangan janin selama kehamilan.

    Setiap perempuan memiliki siklus menstruasi dan waktu ovulasi yang berbeda-beda. Karena variasi tersebut, menentukan kapan pembuahan terjadi secara tepat bisa menjadi sulit. Sebaliknya, hari pertama haid terakhir biasanya lebih mudah diingat sehingga digunakan sebagai patokan yang lebih praktis.

    Melalui HPHT, usia kehamilan diperkirakan berlangsung sekitar 280 hari atau 40 minggu. Perhitungan ini menjadi standar yang digunakan tenaga kesehatan dalam melakukan evaluasi kehamilan.

    Selain untuk kehamilan, mengetahui HPHT juga membantu memperkirakan masa subur, yaitu sekitar 12-16 hari sebelum haid berikutnya ketika peluang terjadinya kehamilan paling tinggi.

  3. Bagaimana Cara Menghitung Usia Kehamilan dengan HPHT?

    Usia kehamilan dihitung dari HPHT bukan tanggal pembuahan
    Magnific

    Setelah mengetahui HPHT, Mama bisa menggunakan rumus Naegele untuk memperkirakan tanggal kelahiran. Rumus ini paling sesuai untuk Mama yang memiliki siklus menstruasi teratur sekitar 28 hari.

    Caranya, tambahkan 7 hari pada tanggal HPHT, kemudian kurangi 3 bulan dari bulan HPHT. Jika HPHT terjadi antara April dan Desember, tambahkan 1 tahun.

    Misalnya, HPHT Mama adalah 15 Agustus 2026. Perhitungannya:

    • Tanggal: 15 + 7 = 22
    • Bulan: Agustus - 3 bulan = Mei
    • Tahun: 2026 + 1 = 2027

    Jadi, perkiraan tanggal lahirnya adalah 22 Mei 2027.

    Jika pengurangan bulan menghasilkan angka negatif, Mama dapat menambahkan 7 hari pada tanggal HPHT, lalu menambahkan 9 bulan.

    Contohnya, jika HPHT adalah 10 Februari 2026:

    • 10 Februari + 7 hari = 17 Februari
    • 17 Februari + 9 bulan = 17 November 2026

    Dengan demikian, perkiraan tanggal lahir bayi adalah 17 November 2026.

    Nah, sekarang Mama sudah tahu bahwa usia kehamilan dihitung dari HPHT, bukan tanggal pembuahan. Jadi, Mama tidak perlu bingung jika hasil pemeriksaan menunjukkan usia kehamilan yang berbeda dari perkiraan waktu pembuahan.

    Semoga informasi ini membantu, ya, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More