Selain memperluas akses layanan, Kemenkes juga terus mendorong peningkatan kualitas klinik fertilitas di Indonesia agar mampu bersaing dengan layanan serupa di negara lain seperti Singapura dan Malaysia.
Salah satu contohnya adalah Klinik Yasmin di RSCM Kencana yang baru saja diluncurkan kembali dengan teknologi yang lebih modern dan pendekatan layanan yang lebih humanis. Sepanjang tahun 2025, klinik tersebut mencatat 95 kehamilan dari total 221 siklus program yang dijalankan.
Selain program IVF, Klinik Yasmin juga menyediakan berbagai layanan reproduksi berbantu lainnya, seperti pemeriksaan genetik embrio, pembekuan sperma (sperm freezing), hingga pusat layanan untuk pasangan yang mengalami keguguran berulang.
Klinik Yasmin Reproductive Cluster memiliki delapan layanan utama yang mencakup infertilitas dan bayi tabung (Yasmin IVF), gangguan haid, endometriosis, sindrom ovarium polikistik (PCOS) (sekarang menjadi PMOS atau Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome), keguguran berulang, ginekologi remaja, menopause, hingga preservasi fertilitas.
Dengan konsep layanan terbaru, klinik ini menghadirkan fasilitas yang lebih nyaman, personal, serta didukung laboratorium dan teknologi modern untuk menunjang keberhasilan program reproduksi.
Itulah tadi informasi mengenai infertilitas naik yang membuat minat bayi tabung di Indonesia meningkat. Semoga informasinya membantu!