Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Sering Lelah dan Mengantuk Bisa Memengaruhi Kesuburan? Ini Kata Dokter

Sering Lelah dan Mengantuk Bisa Memengaruhi Kesuburan? Ini Kata Dokter
Popmama.com/Erica Santoso/AI
Intinya Sih
  • Rasa lelah dan mengantuk berkepanjangan bisa menandakan gangguan hormonal yang memengaruhi kesuburan, bukan sekadar kurang istirahat.
  • Masalah seperti gangguan tiroid, anemia, dan resistensi insulin dapat menurunkan energi sekaligus mengganggu proses ovulasi serta keseimbangan hormon.
  • Pemeriksaan medis penting dilakukan saat tubuh terus merasa lelah agar penyebab hormonal dapat terdeteksi dini dan peluang kehamilan meningkat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernahkah Mama merasa bangun tidur masih lelah, siang hari sering mengantuk, dan merasa berat saat beraktivitas? Meskipun sering dianggap sekadar kurang istirahat, keluhan yang terjadi terus-menerus bisa menjadi sinyal penting dari tubuh Mama.

Melansir melalui akun Instagram @amirfahad.spog, dr. Amir Fahd, Sp.OG menjelaskan bahwa rasa lelah menetap bisa berhubungan erat dengan kesehatan reproduksi. Sering kali saat promil kita terlalu fokus pada rahim, padahal sistem lain seperti hormon dan metabolisme memainkan peran krusial di balik layar.

Kondisi fisik yang sering lelah bisa menjadi petunjuk adanya ketidakseimbangan hormonal yang selama ini tidak Mama sadari.

Agar lebih waspada dan memahami sinyal tubuh, berikut Popmama.com bagikan informasi penting seputar penyebab rasa lelah yang memengaruhi kesuburan.

1. Gangguan kelenjar tiroid

Gangguan kelenjar tiroid
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Kelenjar tiroid adalah organ kecil di leher yang bertugas mengatur energi tubuh. Jika hormon ini terlalu rendah, Mama bisa mengalami gejala seperti mudah lelah, sering mengantuk, berat badan naik, hingga sulit konsentrasi.

Gangguan tiroid ini tidak hanya memengaruhi energi, tetapi juga sering membuat siklus menstruasi menjadi tidak teratur. Kondisi ini secara langsung dapat memengaruhi proses ovulasi yang sangat penting dalam promil.

Karena dampaknya yang signifikan, panduan fertilitas internasional sering menyarankan evaluasi hormon tiroid sebagai bagian dari pemeriksaan awal promil. Hal ini dilakukan untuk memastikan siklus reproduksi tetap berjalan optimal.

2. Kondisi anemia atau kekurangan zat besi

Kondisi anemia atau kekurangan zat besi
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Selain tiroid, anemia atau kekurangan zat besi juga bisa memicu rasa lelah yang ekstrem. Kondisi ini sering dialami oleh perempuan yang memiliki volume darah haid yang cukup banyak setiap bulannya.

Saat tubuh kekurangan zat besi, pasokan bahan bakar untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan menjadi berkurang. Akibatnya, tubuh Mama akan terasa cepat lelah, lesu, dan tidak bertenaga meskipun aktivitas tidak terlalu berat.

Oksigen yang cukup sangat dibutuhkan oleh seluruh sel tubuh, termasuk sel-sel reproduksi. Dengan menjaga kadar zat besi, Mama membantu tubuh berfungsi lebih efisien dalam mendukung impian mendapatkan buah hati.

3. Dampak resistensi insulin

Dampak resistensi insulin
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Resistensi insulin sering ditemukan pada perempuan dengan Polycystic Ovary Syndrome (PCOS). Kondisi ini tidak hanya mengganggu metabolisme, tetapi juga membuat tubuh cepat merasa lelah, terutama setelah Mama selesai makan.

Selain memengaruhi tingkat energi, resistensi insulin secara langsung dapat mengganggu proses reproduksi. Tubuh yang mengalami resistensi insulin akan kesulitan mengolah glukosa dengan baik, yang berdampak pada ketidakseimbangan hormon.

Oleh karena itu, mengenali gejala kelelahan setelah makan adalah langkah awal untuk mendeteksi masalah hormonal. Penanganan yang tepat akan membantu memperbaiki metabolisme sekaligus meningkatkan peluang kehamilan Mama.

4. Mengapa tubuh butuh pemeriksaan, bukan kopi

Mengapa tubuh butuh pemeriksaan, bukan kopi
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Saat merasa lelah, banyak perempuan mengira mereka hanya butuh kopi tambahan untuk meningkatkan energi. Padahal, sering kali tubuh sebenarnya sedang memberikan sinyal minta diperiksa lebih lanjut oleh tenaga medis.

Rasa lelah yang terus-terusan bukan sekadar hasil dari aktivitas padat atau kurang tidur semata. Ada kemungkinan besar tubuh Mama sedang berjuang mengatasi masalah hormonal yang kerjanya di balik layar.

Mendengarkan sinyal tubuh adalah bentuk kepedulian yang sangat berharga. Jika energi terasa turun terus-menerus, jangan ragu untuk segera melakukan pemeriksaan agar penyebab pastinya bisa segera ditemukan dan ditangani.

5. Masalah fertilitas tidak selalu dari rahim

Masalah fertilitas tidak selalu dari rahim
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Banyak dari kita berpikir bahwa masalah kesuburan hanya dimulai dari rahim atau sel telur. Padahal, sistem tubuh yang saling terhubunglah yang menentukan keberhasilan promil secara keseluruhan.

Sistem hormonal, metabolisme, dan tingkat kesehatan tubuh secara umum adalah pondasi utama kesuburan. Ketika sistem-sistem ini terganggu, reproduksi akan ikut terkena imbasnya, bahkan sebelum ada masalah fisik yang terlihat nyata di rahim.

Dengan memahami bahwa kelelahan bisa menjadi gejala ketidakseimbangan sistem, Mama bisa lebih proaktif dalam menjaga kesehatan. Deteksi lebih dini akan membuka lebih banyak pilihan bagi Mama dan Papa dalam berjuang menjalani promil.

Jangan abaikan sinyal tubuh Mama yang terus merasa lelah, karena itu bisa jadi merupakan cara tubuh meminta perhatian lebih untuk kesehatan hormonal Mama. Kesehatan yang optimal adalah kunci utama kesuksesan promil, jadi jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh jika Mama merasakan gejala-gejala di atas. Tetap semangat menjalani proses ini, karena setiap langkah kecil yang Mama ambil untuk kesehatan diri sendiri adalah investasi terbaik untuk menyambut kehadiran si Kecil nantinya!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More