Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Demi Kesejahteraan Ibu, AIMI Harap Konseling Menyusui ditanggung BPJS

Demi Kesejahteraan Ibu, AIMI Harap Konseling Menyusui ditanggung BPJS
Magnific.com/freepik
Intinya Sih
  • AIMI berharap BPJS menanggung konseling menyusui, melengkapi pembiayaan pemeriksaan kehamilan dan persalinan yang sudah tersedia.
  • Meski informasi menyusui mudah diakses secara online, kebutuhan setiap ibu berbeda, terutama saat menghadapi masalah perlekatan dan produksi ASI.
  • Layanan pendampingan menyusui sudah ada, tetapi masih berbayar sehingga konseling yang tepat dinilai perlu mendapat dukungan BPJS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Saat ini, BPJS sudah menanggung biaya pemeriksaan kehamilan dan persalinan. Namun, tantangan selanjutnya yang perlu diperhatikan juga adalah konseling menyusui

Pengetahuan tentang menyusui saat ini sudah sangat mudah didapatkan secara online. Namun masalahnya, setiap Mama memiliki cara menyusui yang berbeda dan mungkin tidak sama dengan yang lainnya. 

Inilah kenapa, setiap Mama memerlukan konseling menyusui yang tepat, jika memiliki masalah dalam perlekatan dan produksi ASI. Saat ini, memang sudah ada pelayanan pendampingan menyusui namun masih berbayar. Dalam Konferensi Pers Pekan Menyusui Dunia (PMD) 2026, Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI)  bertema "Perkuat yang Sudah Berjalan, Bersama AIMI Mewujudkan Keberlanjutan Menyusui" yang diselenggarakan secara daring pada Rabu, 29 Juli 2026 yang dihadiri ⁠Nia Umar, Ketua Umum AIMI Pusat dan Gina Sabrina, Divisi Advokasi AIMI Pusat mengungkap harapannya agar konseling menyusui bisa ditanggung oleh BPJS.

Seperti apa detailnya? Popmama.com akan menjabarkannya untuk Mama. 

1. Biaya bisa jadi kendala

Biaya bisa jadi kendala
Pexels.com/MART PRODUCTION

Pada dasarnya, sesaat setelah melahirkan, ibu akan diajarkan mengenai cara menyusui secara mendasar. Namun, bagi sebagian ibu, itu belum cukup. 

Divisi Advokasi AIMI Pusat, Gina Sabrina mengatakan kalau persoalan menyusui tidak selalu dapat diselesaikan sendiri oleh ibu. Ada kondisi di mana seorang ibu membutuhkan bantuan tenaga profesional, mulai dari konseling hingga perawatan laktasi. 

Namun layanan ini belum termasuk dalam layanan yang ditanggung BPJS Kesehatan. 


2. Bagaimana caranya bisa masuk BPJS?

Pexels
Pexels

Menurut Gina, biaya yang perlu dikeluarkan untuk mendapatkan layanan tersebut menjadi salah satu pertimbangan bagi ibu ketika membutuhkan bantuan. Padahal, kendala menyusui membutuhkan dukungan agar bisa melewati permasalahan dengan tepat dan cepat. 

AIMI menilai, dukungan tersebut seharusnya dapat diakses secara lebih mudah, termasuk oleh ibu yang memiliki keterbatasan biaya. 

"Bagaimana konseling menyusui dan perawatan laktasi ini bisa masuk ke dalam BPJS," kata Gina alam konferensi pers AIMI dalam rangka Pekan Menyusui Dunia 2026 secara daring. 


3. Bermanfaat untuk kasus yang lebih kompleks juga

Bermanfaat untuk kasus yang lebih kompleks juga
Pexels.com/Proyek Saham RDNE

Konseling menyusui dan perawatan laktasi memang sangat penting untuk setiap ibu yang baru melahirkan, namun dengan adanya pelayanan ini masuk ke dalam BPJS, bisa juga menangani masalah yang lebih kompleks. 

Untuk kasus yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, ibu dapat dirujuk dari faskes tingkat pertama ke tenaga atau ke fasilitas yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan. 

"Jadi bukan hanya kasus-kasus dasar, tapi juga kasus-kasus kompleks yang memang dirujuk dari faskes tingkat pertama," lanjutnya. 

4. Akses yang berkelanjutan mampu meningkatkan keberhasilan program menyusui

Akses yang berkelanjutan mampu meningkatkan keberhasilan program menyusui
Pexels.com/RDNE Stock Project

Saat ini, pemerintah memberikan dukungan penuh untuk ibu yang baru melahirkan untuk menyusui anaknya dari lahir hingga 6 bulan. 

Untuk mendukung keberhasilan tersebut, diperlukan sistem layanan kesehatan yang bisa diakses secara berkelanjutan. 

5. Dukungan konseling dibutuhkan sejak awal persalinan

Dukungan konseling dibutuhkan sejak awal persalinan
Pexels/Jonathan Borba

Masalah menyusui bisa datang kapan saja, namun yang sering, terjadi di awal setelah persalinan. AIMI menyoroti tantangan apa saja yang sering dihadapi ibu pada masa awal menyusui, seperti puting sakit atau lecet, kekhawatiran produksi ASI tidak mencukupi, hingga berat badan bayi yang tidak bertambah sesuai kurva. 

Pada kasus lain, seorang ibu perlu pendampingan saat bayi mengalami kuning atau jaundice. Menurut AIMI, konseling menyusui untuk ibu bisa diberikan mulai dari masa kehamilan hingga setelah persalinan. 

Dengan adanya pendampingan tersebut, seorang ibu bisa lebih memahami kondisi yang dialaminya dan menentukan langkah yang sesuai ketika menghadapi kendala menyusui. 

Semoga segera terealisasi, ya!


Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More