Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kisah Ibu Alami Hiperlaktasi, Mengaku Lebih Sakit dari Melahirkan
Instagram.com/putnindyaa
  • Putri Nindya mengalami hiperlaktasi sejak melahirkan, dengan produksi ASI melebihi kebutuhan bayi hingga menyebabkan payudara penuh, bengkak, mengeras, serta risiko bayi tersedak saat menyusu.
  • Pada hari pertama pascapersalinan, Putri menjalani pijat laktasi dan pengeluaran ASI manual untuk sumbatan; ia menyebut rasa sakitnya jauh melebihi persalinan normal.
  • Atas saran dokter, Putri menjalani pumping, kompres, pijat laktasi, lalu obat penekan ASI. Setelah pasokan terkendali, ia mendonorkan stok ASI kepada sedikitnya lima bayi setiap dua minggu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ibu bernama Putri Nindya, membagikan pengalaman menyusuinya di momen Breastfeeding Week, dalam unggahan sosial media Instagram @putnindyaa pada Senin (3/8/2026). 

Ibu berusia 31 tahun ini mengungkapkan bahwa, dirinya mengalami hiperlaktasi, yaitu kondisi medis ketika tubuh Ibu memproduksi ASI dalam jumlah yang sangat berlebih, hingga melampaui kebutuhan harian si Kecil.

Lantas, seperti apa cerita lengkapnya? Berikut ini Popmama.com rangkumkan untuk Mama dan Papa, kisah Ibu alami hiperlaktasi, mengaku lebih sakit dari melahirkan.

1. Alami hiperlaktasi sejak awal melahirkan

Instagram.com/putnindyaa

Putri, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa sejak awal persalinan, pasokan ASI dalam tubuhnya sangat melimpah sejak awal melahirkan.

“Alhamdulillah dari awal melahirkan aku diberkahi dengan supply yang cenderung berlebih. As a clueless new mom at that time, aku gak tau kalau supply ASI yg berlebih ini punya efek yg luar biasa. 😥🧐🫠,” ungkap Putri dalam keterangan Instagramnya. 

Secara medis, hiperlaktasi merupakan suatu kondisi ketika kelenjar payudara memproduksi ASI secara berlebihan akibat faktor hormon prolaktin yang sangat tinggi maupun stimulasi berlebih. 

Kondisi ini sering kali memicu payudara mengeras, bengkak, hingga membuat bayi rawan tersedak saat menyusu.

2. Efek samping hiperlaktasi, rasanya lebih sakit dari melahirkan normal

Instagram.com/putnindyaa

Pasokan ASI yang melimpah justru menghadirkan tantangan berat dan rasa sakit yang luar biasa bagi Mama Putri.

Pada hari pertama pasca-persalinan, ia sudah merasakan payudaranya penuh, membengkak, dan mengeras. 

Semula ia mengira itu adalah hal yang wajar dialami Ibu baru.

Namun, karena kondisi tak kunjung membaik, dokter laktasi akhirnya memberikan penanganan khusus berupa pijat laktasi serta pengeluaran ASI secara manual untuk mengatasi penyumbatan.

Bahkan, rasa sakit akibat hiperlaktasi diakui Putri jauh melebihi rasa sakit ketika melahirkan secara normal.

"Day 1 after melahirkan, payudaraku terasa sangat penuh, membengkak dan mengeras. Awalnya ku kira ini hal wajar. Supply berlebih disaat bayiku alias Ibi juga baru belajar nyedot. Jadi supply > demand. At that time, obgynku langsung kasih rekomendasi untuk di-visit dokter laktasi, treatment di pertama visit langsung dipijat laktasi alias perah manual untuk keluarin asi yang nyumbat, yang masyaAllah. Kalau aku compare sama rasa melahirkan pervaginam di hari kemarinnya, ini jauh lebih sakit 1000x 😢😢😨,” tambahnya.

3. Berbagai cara dilakukan untuk mengatasi hiperlaktasi

Instagram.com/putnindyaa

Guna meredakan keluhan dan mengontrol pasokan ASInya, tim dokter laktasi memberikan sejumlah saran penanganan bagi Putri.

Mulai dari menjadwalkan pumping berkala setiap dua jam, menggunakan kompres pada payudara, hingga mendatangkan bidan homecare secara rutin demi mendapatkan pijat laktasi.

Tapi faktanya, menjalani rutinitas yang melelahkan di tengah rasa sakit tentu menyedot energi fisik maupun mental. 

Putri pun sempat berada di titik pasrah dan merasa hampir tidak sanggup lagi menghadapi tekanan tersebut.

Bahkan pada suatu malam, kondisi tersebut membuatnya sangat kesulitan untuk sekadar beristirahat atau tidur dengan tenang.

4. Konsumsi obat untuk atasi hiperlaktasi

Instagram.com/putnindyaa

Melihat rasa cemas dan ketidaknyamanan yang terus dialami Putri, dokter laktasi yang merawatnya akhirnya mengambil tindakan medis tambahan.

Dokter meresepkan obat khusus penekan produksi ASI, guna membantu menyeimbangkan kembali pasokan ASI di dalam tubuhnya.

Beruntungnya, keputusan tersebut membuahkan hasil positif. Setelah rutin mengonsumsi obat sesuai anjuran medis, laju produksi ASI perlahan mulai berkurang. 

Perempuan yang sekaligus berprofesi sebagai Certified Human Design Reader ini pun akhirnya bisa kembali beristirahat dan tidur dengan lelap.

“Banyak sekali do & dont’s yang dikasih sama dokterku. Akhirnya aku mutusin buat setuju dengan dibantu minum obat penghenti asi supaya aku bisa lebih tenang dan gak cemas lagi. Setelah beberapa tablet diminum, efeknya Alhamdulillah udah keliatan, akhirnya supply ASI bisa mulai direm perlahan, dan pelan pelan aku bisa tidur nyaman,” kata Putri.

5. Stok ASI berlebih, Putri pilih lakukan donor ASI

Instagram.com/putnindyaa

Meski harus melewati proses yang penuh ujian, Putri tetap mengambil sisi positif dari perjalanan menyusuinya. 

Ia bersyukur kebutuhan nutrisi buah hatinya selalu terpenuhi dengan baik, bahkan sanggup memenuhi satu kulkas penuh dengan stok ASI perah sejak bayinya lahir hingga menginjak usia satu tahun.

Mengingat pasokan ASI melimpah dan tidak semuanya dapat dikonsumsi oleh putrinya, Putri tergerak untuk membagikannya melalui donor ASI. 

Secara rutin setiap dua minggu sekali, setidaknya ada lima bayi perempuan penerima donor yang mengambil stok ASI darinya.

Momen ini pun terasa sangat berkesan baginya, karena sang Putri kini memiliki banyak saudara sepersusuan.

"But I'm truly grateful for everything I've been through. Alhamdulilah," tutupnya.

Itulah kisah Ibu alami hiperlaktasi, mengaku lebih sakit dari melahirkan. Perjuangan setiap Ibu dalam mengASIhi si Kecil memang unik dan penuh cerita tersendiri. 

Semoga kisah dari Mama Putri ini bisa memberikan kekuatan, serta semangat bagi Mama dan Papa yang sedang berjuang memberikan yang terbaik untuk si Kecil!

Curated For You

Editorial Team

Related Article