Menyusui sering kali menjadi perjalanan yang penuh pembelajaran bagi setiap Mama. Setelah berhasil melewati berbagai tantangan pada minggu-minggu awal setelah melahirkan, sebagian ibu mungkin merasa proses menyusui mulai berjalan lebih lancar dan nyaman.
Namun, kondisi tersebut bisa berubah ketika si Kecil memasuki usia sekitar tiga bulan. Tidak sedikit Mama yang mulai merasa cemas karena bayi tiba-tiba lebih rewel saat menyusu, sering melepas pelekatan, atau tampak tidak lagi menikmati sesi menyusu seperti sebelumnya.
Padahal, melansir UNICEF, perubahan tersebut sering kali merupakan bagian normal dari perkembangan bayi. Fenomena ini dikenal sebagai three-month breastfeeding crisis atau krisis menyusui usia 3 bulan. Meski sering membuat Mama khawatir produksi ASI mulai berkurang, para ahli menegaskan bahwa hal tersebut belum tentu menjadi penyebabnya.
Lalu, apa saja tanda-tanda krisis menyusui usia 3 bulan yang perlu Mama ketahui? Berikut Popmama.com telah merangkum informasinya berdasarkan penjelasan UNICEF.
