Mengenal Beragam Metode Persalinan dari Tahun ke Tahun di Masa Lalu

Proses kelahiran atau persalinan telah melewati beragam metode dari tahun ke tahun

14 April 2018

Mengenal Beragam Metode Persalinan dari Tahun ke Tahun Masa Lalu
Pixabay/sanjasy

Di atas segalanya, melahirkan Si Kecil tercinta yang telah kita kandung selama 9 bulan memanglah merupakan anugerah dan momentum yang ditunggu-tunggu. Meski begitu, hal tersebut tentulah membutuhkan perjuangan yang mempertaruhkan nyawa.

Itu kenapa, dunia medis telah berkali-kali mengembangkan metode persalinan guna membantu proses melahirkan tanpa menutup mata terhadap keselamatan Mama dan Si Kecil.

Dilansir dari Babygaga, berikut adalah beragam metode persalinan dari tahun ke tahun!

1. Minum segelas air

1. Minum segelas air
Pixabay/congerdesign

Ketika Mama hendak menjalani proses melahirkan secara normal, Mama tentu kemungkinan besar akan melalui proses kontraksi atau pembukaan yang menyebabkan rasa sakit. Setelah itu, Mama barulah bisa masuk ke dalam tahap melahirkan Si Kecil.

Dalam hal ini, metode persalinan yang dilakukan pertama kali di dunia medis adalah meminta para Mama untuk melalui kedua proses tersebut sambil meminum seteguk air. Saat itu, hal ini dianggap sebagai cara yang memudahkan proses serta meringkan rasa sakit yang dihasilkan.

2. Metode symphysiotomy

2. Metode symphysiotomy
Pixabay/engin_akyurt

Tepatnya pada tahun 1700-an, dua dokter ternama asal Skotlandia bernama John Aitken dan James Jeffray mengenalkan sebuah metode persalinan yang disebut symphysiotomy, di mana metode ini meliputi pembedahan ketika Mama yang melahirkan dalam masa kritis.

Berbeda dari pembedahan C-section, metode ini fokus pada pemotongan tulang rawan yang berhubungan dengan bagian panggul guna memungkinkan dua pelvis terpisah dalam jarak 2 hingga 2,5 cm.

3. Satu dokter untuk banyak Mama

3. Satu dokter banyak Mama
Pixabay/free-photos

Di era Milenial yang modern sekarang ini, dunia medis menetapkan bahwa pelayanan untuk Mama yang menjalani proses melahirkan haruslah diberikan secara khusus oleh satu dokter. Berbeda pada zaman dulu yang memperbolehkan satu dokter melayani banyak Mama.

Alhasil, dalam satu ruangan operasi, para Mama dengan jumlah yang dibatasi dari 3 hingga 5 dikelompokkan. Masing-masing tidur di atas kasur yang berdekatan, entah secara horizontal maupun secara vertikal yang kerap dilakukan.

Editors' Picks

4. Melahirkan bersama-sama

4. Melahirkan bersama-sama
babygaga.com

Mengikuti perkembangan di mana para Mama dikelompokkan untuk mendapatkan pelayanan dari satu dokter, dunia medispun memutuskan untuk meminta para Mama haruslah melalui proses melahirkan secara bersama-sama.

Hal ini tidak semata-mata melibatkan banyak para Mama yang hendak melahirkan, tapi para perempuan lainnya yang adalah perawat hadir bertumpukan di samping di samping setiap Mama untuk memberi dukungan dan membantu proses persalinan.

Salah satu tujuan dari metode ini adalah untuk memberi dukungan secara psikologi serta menghindari kemungkinan bahwa Si Kecil yang dilahirkan akan tertukar dengan anak bayi lainnya karena hal tersebut merupakan isu yang penting kala itu.       

Di sinilah, pemikiran untuk seorang dokter dibantu oleh banyak perawat mulai tercetuskan untuk metode persalinan bagi para Mama yang hendak melahirkan.

5. Obat khusus penghilang rasa sakit

5. Obat khusus penghilang rasa sakit
Pixabay/pexels

Sebelum obat-obatan penghilang rasa sakit seperti anestesi diakui, dunia medis terus mencari untuk menemukan obat khusus penghilang rasa sakit yang mujarab. Hal ini membuat para researchers-pun berpendapat untuk melakukannya pada proses kehamilan.

Alhasil, ketika para Mama menjalani proses kehamilan kala itu, fokus utama adalah membuat para Mama tidak merasakan kesakitan saat melahirkan dengan memberikan beberapa obat khusus. Namun, hal tersebut akhirnya dihentikan karena tidak memberi dampak positif.

6. Memberikan suhu panas

6. Memberikan suhu panas
Pixabay/digitalphotolinds

Ketika seorang Mama menjalani proses persalinan untuk melahirkan Si Kecil ke dunia ini tentu tidak semudah membalikkan tangan. Mama haruslah berupaya keras untuk mengeluarkan Si Kecil dari dalam kandungan.

Memerhatikan hal tersebut, dunia medis kemudian berpendapat bahwa suhu panas pada bagian vagina Mama dapat memuluskan proses Mama dalam mengupayakannya, di mana hal ini diterapkan sejak Mama mengalami proses kontraksi.

7. Penggunaan batu bata

7. Penggunaan batu bata
Pixabay/sandid

Dalam perihal metode persalinan, dunia medis berusaha untuk mencari cara yang tepat untuk membantu Mama dalam melalui proses melahirkan. Hal tersebut tentu didukung dengan memastikan bahwa Mama setidaknya mengalami rasa nyaman.

Untuk itu, penggunaan batu bata yang besar untuk diletakkan pada kedua sisi Mama-pun dimanfaatkan. Hal ini ditujukkan agar Mama dapat membuka kedua kakinya dengan benar dan nyaman sehingga dokter yang menanganipun tidak harus fokus pada posisi kaki Mama yang salah.

Dari perkembangan metode persalinan di atas, dunia medis akhirnya berakhir pada metode di mana Mama hanya membutuhkan upaya untuk mendorong, menghirup dan mengeluar udara dengan sarana yang modern dan bantuan satu dokter secara khusus.