Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Pekan ASI Sedunia 2026: Management Memerah ASI untuk Ibu Bekerja

Pekan ASI Sedunia 2026: Management Memerah ASI untuk Ibu Bekerja
Popmama.com/Reisya Adelia
Intinya Sih
  • Pekan ASI Sedunia 2026 berlangsung 1–7 Agustus, menyoroti dukungan bagi ibu menyusui, termasuk ibu bekerja yang menghadapi tantangan menjaga pemberian ASI.

  • Dokter Christine Natalita menyarankan ibu bekerja memerah ASI secara berkala, pengosongan payudara konsisten membantu tubuh mempertahankan produksi ASI.

  • Memerah rutin mencegah penumpukan ASI, nyeri, pembengkakan, dan risiko mastitis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Dalam momen spesial PEKAN ASI Sedunia, tahun ini kembali hadir mulai tanggal 1-7 Agustus 2026. Sebagai bentuk apresiasi serta dukungan penuh bagi perjuangan para Ibu menyusui dimanapun berada. Karena setiap perkembangan anak mulai dari hari pertamanya, hingga dapat tumbuh baik berkat ASI yang diberikan. 

Menjalani peran sebagai Ibu menyusui, terutama bagi Mama yang aktif bekerja tentu menghadirkan tantangan tersendiri yang tidak mudah. Tapi dengan penerapan management yang tepat, bisa menjaga kelancaran produksi ASI sekaligus kesehatan fisik diri sendiri secara optimal. 

Hal ini, disampaikan oleh dr. Christine Natalita, Sp.A dari Eka Hospital BSD yang juga seorang konselor menyusui tersertifikasi.

Menyambut PEKAN ASI Sedunia, yuk intip poin penting yang sudah Popmama.com rangkum mengenai management memerah ASI bagi Mama yang bekerja. 

1. Rutin memerah secara berkala

Management memerah ASI untuk ibu bekerja (2)
Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Kembali bekerja setelah masa cuti melahirkan selesai, sering membuat sebagian Mama merasa cemas akan kelangsungan asupan ASI bagi si Kecil.

Namun, status bekerja sebenarnya bukanlah halangan untuk tetap memberikan ASI secara eksklusif di rumah. 

Kunci utamanya terletak pada kedisiplinan dalam mengatur jadwal perah di sela-sela kesibukan aktivitas kantor sehari-hari. Ketika payudara dikosongkan secara konsisten tubuh Mama akan secara alami menerima sinyal untuk terus memproduksi ASI, sebaliknya membiarkan sesi perah terlewat terlalu lama dapat membuat produksi ASI perlahan menurun.

“Walaupun Mama bekerja, jangan lupa tetap harus memerah ASI secara berkala,” ungkapnya.

2. Mencegah risiko penumpukan ASI dan mastitis

Management memerah ASI untuk ibu bekerja (3)
Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Selain menjaga kelancaran produksi ASI, memerah secara berkala juga memegang peranan yang penting bagi kesehatan fisik Mama sendiri. Kebiasaan menunda sering menyebabkan penumpukan cairan ASI di dalam saluran payudara. Penumpukan yang dibiarkan ini dapat memicu timbulnya rasa nyeri, ketidaknyamanan, hingga pembengkakan yang mengganggu.

Jika kondisi penumpukan tersebut terus berlanjut tanpa penanganan yang tepat, Mama berisiko tinggi mengalami peradangan payudara atau dikenal dengan mastitis. 

“Dengan memerah ASI secara berkala, menghindari penumpukan di dalam payudara Ibu Menyusui. Sehingga terhindar dari penyakit mastitis atau pembengkakan payudara,” ungkapnya.

3. Memaksimalkan teknik memerah dengan tangan

Management memerah ASI untuk ibu bekerja (4)
Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Dalam dunia manajemen menyusui, terdapat berbagai teknik memerah yang bisa Mama pilih sesuai dengan kenyamanan. Salah satu teknik alami yang sangat direkomendasikan, yakni memerah secara manual menggunakan tangan. Dengan sentuhan kulit langsung dari tangan dinilai lebih alami dan efektif merangsang refleks pengeluaran ASI.

Memerah menggunakan tangan terbukti memiliki banyak keunggulan, seperti hasil perahan yang jauh lebih lembut bagi jaringan payudara. Selain itu, juga hemat biaya karena Mama tidak perlu mengeluarkan uang ekstra untuk membeli alat pompa ASI yang mahal.

“Memerah ASI menggunakan tangan jauh lebih baik, lebih bagus dan irit karena kita tidak perlu membeli alat perah ASI,” sambungnya.

Yuk, merayakan PEKAN ASI Sedunia 2026 dengan informasi baru mengenai manajemen menyusui. Semoga dapat membantu perjalanan menyusui Mama menjadi lebih lancar!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More