Permasalahan Menyusui yang Kerap Membuat Ibu Menyerah DBF

DBF dapat menghadapi tantangan seperti bayi bingung puting, puting lecet, payudara bengkak, saluran ASI tersumbat, dan kekhawatiran produksi ASI kurang.
Penanganan meliputi memperbaiki perlekatan, skin to skin, menghindari dot sementara, kompres hangat-dingin, variasi posisi menyusui, pijat lembut, serta konsultasi konselor laktasi bila luka memburuk.
Bayi tertidur saat menyusu atau kewalahan oleh aliran ASI deras dapat dibantu dengan stimulasi ringan, perubahan posisi gendongan, posisi bersandar, dan memerah sedikit ASI sebelum menyusui.
Perjalanan menyusui langsung atau direct breastfeeding (DBF) ternyata tidak selalu berjalan mulus seperti yang dibayangkan. Mulai dari rasa nyeri hingga kebingungan bayi pada puting, semua itu merupakan tantangan yang sangat wajar dialami oleh Ibu menyusui.
Jangan merasa gagal jika Mama sempat mengalami beberapa kendala menyusui tersebut dalam hari-hari pertama merawat buah hati. Dengan pemahaman yang tepat terkait kendala yang dihadapi, permasalahan menyusui selama DBF bisa terselesaikan.
Berikut Popmama.com telah merangkum masalah menyusui secara langsung, agar Mama lebih siap menghadapi dan tahu cara mengatasinya. Disimak ya!
Table of Content
1. Bayi bingung puting

Pemberian botol susu terlalu dini sering memicu kebingungan puting pada bayi karena teknik menghisap dot jauh berbeda dengan payudara, akibatnya bayi menolak saat disusui secara langsung dan membuat Mama merasa cemas.
Dengan cara mengatasi yang tepat, seperti melatih kembali kesabaran si Kecil melalui metode skin to skin contact yang intens di ruangan yang tenang.
Hindari penggunaan dot sementara waktu dan beralih ke sendok atau pipet jika memang harus diberikan ASI perah.
Ajak berbicara dengan lembut saat mencoba kembali DBF agar bayi merasa tenang dan nyaman dalam dekapan hangat Mama.
Konsistensi serta kesabaran ekstra dari Mama merupakan kunci utama agar bayi mau kembali menyusu langsung.
2. Puting lecet

Puting lecet adalah salah satu permasalahan paling menakutkan bagi Ibu menyusui, terutama saat perlekatan mulut bayi belum sempurna. Rasa perih yang luar biasa bisa membuat Mama merasa trauma setiap kali bayi ingin mulai menyusu.
Kondisi ini jika dibiarkan tentu dapat membuat rasa tertekan dan ingin menyerah pada proses DBF.
Untuk mengatasinya, pastikan perlekatan bayi mencakup sebagian besar area areola, bukan hanya bagian putingnya saja. Mama juga bisa mengoleskan sedikit ASI terakhir ke area puting setelah selesai menyusui guna mempercepat proses pemulihan alami kulit.
Jika luka terasa semakin parah, jangan ragu menggunakan salep yang aman untuk kulit sensitif serta konsultasikan segera ke konselor laktasi.
3. Payudara bengkak dan nyeri

Payudara bengkak akibat penumpukan ASI atau keterlambatan menyusui bisa membuat area dada terasa sangat keras, panas, serta berdenyut nyeri.
Kondisi ini tentu sangat menyiksa dan membuat aktivitas merawat si Kecil menjadi terganggu karena rasa tidak nyaman.
Untuk mengatasinya, Mama bisa melakukan kompres hangat sebelum menyusui untuk membantu melancarkan aliran ASI yang tersumbat di dalam saluran.
Setelah selesai menyusui, kompres dingin sangat dianjurkan untuk meredakan pembengkakan serta mengurangi rasa nyeri yang berlebihan.
Penanganan yang tepat akan membantu mengurangi rasa sakit secara signifikan dalam waktu singkat.
4. Saluran ASI tersumbat

Pernahkah Mama merasakan benjolan kecil yang terasa sakit pada bagian payudara tertentu?
Itu merupakan tanda bahwa saluran ASI sedang mengalami penyumbatan. Disebabkan akibat pengosongan payudara yang kurang sempurna atau posisi menyusui yang monoton.
Untuk mengatasinya, ubahlah posisi menyusui secara berkala agar sudut isapan bayi dapat mengosongkan seluruh bagian saluran payudara secara merata. Lakukan pemijatan lembut ke arah puting saat Mama sedang mandi air hangat untuk membantu melonggarkan sumbatan.
Tetap prioritaskan menyusui dari sisi payudara yang tersumbat terlebih dahulu, meskipun rasanya sedikit nyeri agar sumbatan bisa segera larut.
5. Produksi ASI terasa kurang

Kecemasan bahwa ASI tidak mencukupi kebutuhan si Kecil sering menjadi pikiran Mama, terutama ketika melihat bayi rewel terus. Padahal, bayi rewel belum tentu karena kelaparan, bisa jadi sedang mengalami fase growth spurt. Pikiran negatif seperti ini, bisa membuat mental Mama melemah dan ingin menyudahi DBF.
Mama bisa meningkatkan frekuensi menyusui secara langsung untuk merangsang hormon prolaktin memproduksi lebih banyak ASI. Perbanyak konsumsi makanan bergizi tinggi, sayuran hijau, serta air putih hangat setiap hari agar tubuh tetap terhidrasi.
Hindari stres berlebihan karena pikiran yang tenang dan bahagia terbukti sangat ampuh melancarkan proses pengeluaran ASI secara alami. Keyakinan diri bahwa Mama mampu memproduksi ASI yang cukup merupakan modal terkuat dalam menyusui.
6. Bayi sering tertidur saat menyusu

Bayi baru lahir memang memiliki kebiasaan tidur yang sangat panjang, sehingga tidak jarang tertidur pulas saat menyusu. Akibatnya, waktu menyusui menjadi terpotong dan Mama khawatir si Kecil belum mendapatkan asupan ASI yang cukup.
Agar buah hati tidak melewatkan waktu menyusu, Mama bisa mengusap punggungnya atau mengganti posisi gendongan saat mulai mengantuk. Berbagai trik kecil yang bisa dilakukan ini efektif untuk membuat si Kecil tetap fokus menyelesaikan menyusunya.
Kesabaran ekstra sangat dibutuhkan dalam menghadapi pola tidur bayi yang masih beradaptasi, perlahan ritme tidur akan teratur seiring dengan bertambahnya usia si Kecil.
7. Refleks aliran ASI terlalu deras

Sebagian Mama mungkin dikaruniai refleks aliran ASI yang terlalu deras hingga membuat si Kecil tersedak atau batuk. Kondisi ini membuat bayi sering tampak kewalahan, menangis, bahkan menolak untuk melanjutkan menyusu yang tentu membuat Mama merasa cemas saat menghadapinya.
Dengan mencoba posisi bersandar ke belakang saat menyusui, bisa membantu aliran susu tidak terlalu kencang. Memerah sedikit ASI di awal sebelum menyusui, juga sangat membantu mengurangi tekanan aliran yang terlalu deras.
Sekarang Mama tidak perlu khawatir lagi masalah menyusui secara langsung bisa membuat menyerah, dengan mengetahui akar permasalahan Mama jadi bisa lebih paham cara mengatasinya.




















