Masa setelah melahirkan sering kali digambarkan sebagai momen penuh kebahagiaan di mana wajah Mama akan terpancar cahaya alami atau yang biasa disebut postpartum glow. Banyak yang bilang, aura bahagia karena kehadiran si Kecil otomatis membuat kulit tampak lebih sehat dan segar. Tapi benarkah demikian, atau jangan-jangan itu hanya ekspektasi yang dibebankan pada para Mama baru?
Faktanya, anggapan bahwa masa perinatal (sejak hamil hingga setahun setelah melahirkan) adalah masa yang selalu membahagiakan justru bisa menjadi mitos yang cukup menantang. Dr. Amritha Bhat, seorang psikiater perinatal dari University of Washington dalam wawancaranya bersama The Seattle Times, menjelaskan bahwa konsep glow ini sering kali menutupi kenyataan bahwa banyak Mama yang justru berjuang dengan kesehatan mentalnya di periode ini.
Penting untuk dipahami bahwa apa yang tampak di luar tidak selalu mencerminkan apa yang dirasakan di dalam. Kelelahan yang luar biasa, perubahan nafsu makan, hingga kurang tidur setelah melahirkan adalah hal yang nyata dialami. Jadi, daripada terpaku pada standar "harus terlihat bercahaya", yuk kita bedah fakta di balik kondisi emosional dan fisik Mama setelah melahirkan agar tetap sehat jiwa dan raga.
Untuk membantu Mama membedakan antara ekspektasi dan realita, kali ini Popmama.com bagikan fakta-fakta penting mengenai apakah postpartum glow itu nyata atau sekadar mitos yang selama ini beredar. Simak yuk, Ma!
