6 Hal Yang Terjadi Setelah Mama Alami Keguguran!

Tak hanya perasaan kehilan, ada beberapa hal yang terjadi setelah Mama keguguran!

1 Februari 2019

6 Hal Terjadi Setelah Mama Alami Keguguran
creativaimages.com

Saat mengalami keguguran, Mama tentu akan mengalami kesedihan yang luar biasa.  

Tak hanya perasaan saja yang terluka, tubuh juga akan mengalami perubahan, tak terkecuali sakit pada bagian tubuh tertentu.

Mama yang mengalami keguguran memang harus mengontrol emosi dengan baik dan menghidari stres agar keadaan tidak menjadi buruk. 

Ini memang bukan hal yang mudah namun Mama tetap harus bangkit dan mendapat dukungan yang luar biasa dari lingkungan sekitar agar dapat segera pulih dan kembali menjalani aktifitas. 

Sebab baik secara medis ataupun secara psikis, ada beberapa hal yang mungkin terjadi setelah keguguran. Dilansir dari laman Baby Gaga, berikut beberapa diantaranya:

1. Perdarahan

1. Perdarahan
Freepik

Perdarahan setelah keguguran merupakan hal yang normal.

Hanya saja Mama harus segera ke dokter jika mengalami perdarahan berkepanjangan atau lebih dari dua minggu. Sebab bisa jadi ini pertanda adanya gangguan kesehatan yang perlu untuk segera tertangani.

2. Perubahan suasana hati

2. Perubahan suasana hati
Freepik/Rawpixel.com

Setelah mengalami keguguran, sebagian perempuan mengalami perubahan suasana hati yang begitu cepat. Ia bisa merasa begitu bersemangat, namun semenit kemudian perasaanya bisa berubah menjadi tertekan ataupun sedih.

Ini memang bukan hal yang mudah, namun Mama perlu untuk bersikap lebih positif agar dapat menjalani hidup lebih baik ke depannya.

3. Payudara mengeluarkan susu

3. Payudara mengeluarkan susu
Freepik

Setelah terjadi keguguran, beberapa perempuan mendapati payudaranya mengeluarkan susu.

Mama yang mengalami ini tak perlu khawatir karena umumnya susu akan berhenti dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu.

Jika Mama khawatir, Mama bisa berkonsultasi kepada dokter. Adapun keluar susu dari payudara umumnya terjadi jika Mama mengalami keguguran setelah kehamilan memasuki trimester kedua.

Editors' Picks

4. Menstruasi tidak teratur

4. Menstruasi tidak teratur
Freepik

Setelah mengalami keguguran, menstruasi tidak teratur akan dialami. Ini merupakan hal yang normal karena tubuh butuh waktu untuk kembali pulih. 

Mama hanya perlu mengontrol pola makan, waktu tidur, dan merawat diri dengan baik saat ini dialami agar tubuh dapat segera pulih dan menstruasi dapat kembali lancar.

Baca juga: 10 Makanan yang Berpotensi Sebabkan Keguguran Saat Hamil Muda

Baca juga: Riset: Sering Keguguran, Itu Tandanya Rahim Kekurangan Sel Induk

Baca juga: Waktu yang Tepat Berhubungan Seks Pasca Keguguran

5. Sulit tidur

5. Sulit tidur
Freepik/Prakasit Khuansuwan

Banyak perempuan yang mengalami sulit tidur atau lelah berlebih setelah mengalami keguguran. Sebab selain karena kehilangan calon buah hati, Mama juga mengalami tekanan dan rasa sakit, bahkan mungkin khawatir akan keselamatan diri sendiri.

Mama yang mengalami sulit tidur pasca keguguran harus dapat menenangkan diri agar sulit tidur tidak dialami dan mengganggu.

Konsultasikan kepada dokter jika Mama mengalami hal ini tak terkecuali jika tidak bisa bangun dari tempat tidur. Sebab setiap orang memiliki reaksi yang berbeda saat mengalami stres pasca keguguran

6. Demam tinggi

6. Demam tinggi
Freepik

Beberapa perempuan juga mengalami demam yang tinggi setelah keguguran. Demam tinggi bisa menjadi pertanda adanya infeksi dalam tubuh Ma.

Mama harus berkonsultasi kepada dokter segera agar penanganan segera diberikan. Adapun selain demam, kondisi yang perlu diperhatikan adalah ketika Mama mengalami kram pada panggul.

Kram pada panggul juga bisa menjadi pertanda adanya masalah dan tanda  tubuh belum pulih dengan baik pasca keguguran.

Secara emosi, memang akan banyak hal yang Mama rasakan setelah mengalami keguguran. Perasaan bersalah dan sedih saat melihat perempuan lain hamil atau memiliki bayi merupakan luapan emosi yang kerap dirasakan perempuan yang baru saja keguguran.

Namun Mama harus mengontrolnya dengan baik. sebab jika Mama mengalami stres yang berkepanjangan, peluang Mama untuk hamil kembali  akan berkurang.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!