6 Tips Memilih Nipple Cream untuk Atasi Masalah Puting Ibu Menyusui

Sebelum membelinya, simak keenam tips berikut ya Ma!

28 Maret 2020

6 Tips Memilih Nipple Cream Atasi Masalah Puting Ibu Menyusui
Unsplash/Julie Johnson

Hari-hari menjadi seorang Mama yang sedang menyusui si Kecil pasti dipenuhi dengan lika-liku. Meski menyusui merupakan salah satu pengalaman menyenangkan bagi seorang perempuan, namun pada kenyataannya, tidak semua dari mereka memiliki pengalaman yang mulus.

Menurut survey yang dilakukan oleh Team Research Mama’s Choice, problem yang paling banyak dialami oleh ibu menyusui adalah puting lecet (40%), produksi ASI sedikit (29%), payudara bengkak (15%), disusul dengan hiperlaktasi, mastitis dan puting kering saat memberikan ASI.

Untuk mengatasi permasalah-permasalah tersebut, Mama’s Choice pun mengeluarkan Intensive Nipple Cream, yakni krim puting pertama dan satu-satunya yang memanfaatkan kebaikan kurma untuk mengatasi masalah pada puting.

Berdasarkan riset yang telah dilakukan, kurma terbukti efektif melembutkan dan meredakan puting kering, lecet, dan pecah-pecah berkat kekayaan antioksidan yang terkandung di dalamnya.

Tak hanya itu, salah satu keunggulannya adalah dengan formula Food Grade sehingga tidak perlu dibilas dan aman jika tertelan oleh bayi. Produk ini pun aman digunakan oleh Mama dan bayi karena 100% natural, hypoallergenic, dermatologically tested dan bebas toksin.

Nah, bagi Mama yang berencana untuk membeli produk nipple cream untuk mengatasi masalah pada puting, berikut Popmama.com telah merangkum 6 tips memilih produk nipple cream yang tepat. Catat baik-baik ya, Ma!

1. Bahan nipple cream

1. Bahan nipple cream
Freepik/free photo

Dilansir dari community.today.com, tips pertama dalam memilih nipple cream adalah memerhatikan bahan yang terkandung di dalamnya. Setiap merek nipple cream atau krim puting akan mengklaim sebagai krim puting terbaik untuk Mama dan bayi.

Namun, ketika Mama melihat bahan yang digunakan untuk membuat krim puting, sering kali bahan-bahan pembuatan krim tersebut menunjukkan hal yang sebaliknya.

Tak main-main, beberapa bahan kimia dalam krim dapat menyebabkan iritasi parah pada area yang sudah sensitif. Oleh karena itu, hindari nipple cream atau krim puting yang terbuat dari paraben, trietanolamin, minyak mineral, dan minyak bumi. 

2. Tekstur nipple cream

2. Tekstur nipple cream
Pexels/Moose Photos

Meskipun pada umumnya nipple cream atau krim puting mudah untuk diaplikasikan, namun tetap saja ada beberapa krim puting yang secara mengejutkan sulit untuk diaplikasikan.

Untuk mengatasi masalah pada puting, Mama membutuhkan krim yang halus, tidak lengket, dan mudah digunakan karena Mama akan menggunakannya di daerah yang sudah terasa sakit. Mama pasti tidak ingin menambah rasa sakit pada puting, bukan?

3. Aroma nipple cream

3. Aroma nipple cream
Today.com

Tips ketiga memilih nipple cream atau krim puting adalah mengecek aromanya. Pastikan krim puting tidak beraroma. Bukan tanpa alasan, bayi mungkin sensitif terhadap suatu bau dan akhirnya menolak untuk menyusui.

Semua merek krim puting beraroma hanyalah bagian dari gimmick pemasaran, dan aroma krim sebenarnya tidak memberikan manfaat dalam menyembuhkan puting mama yang bermasalah.

Editors' Picks

4. Harga nipple cream

4. Harga nipple cream
Pexels/EVG Photos

Sebelum membeli nipple cream atau krim puting, putuskan apakah Mama menginginkan merek yang mahal atau yang lebih terjangkau?

Krim puting yang lebih mahal biasanya akan lebih banyak mengandung bahan organik yang lebih aman untuk Mama dan bayi. Jadi, sebaiknya pikirkan hal ini baik-baik ya, Ma!

5. Stop penggunaan ketika mengalami efek mati rasa

5. Stop penggunaan ketika mengalami efek mati rasa
Freepik/free photo

Hati-hati terhadap produk nipple cream yang menyebabkan mati rasa. Tak main-main, bahan yang terkandung di dalamnya bisa saja mengganggu refleks ASI atau bahkan parahnya dapat membuat mulut bayi mama mati rasa.

Steroid atau sejenisnya adalah penyebab umum untuk menciptakan efek mati rasa. Efek tersebut mungkin membuat Mama berpikir rasa sakitnya sudah hilang, tetapi biasanya rasa sakitnya akan kembali lagi setelah beberapa jam.

6. Hindari nipple cream berbahan alkohol

6. Hindari nipple cream berbahan alkohol
Freepik/free photo

Meskipun alkohol baik untuk membunuh bakteri, namun mereka tidak cocok untuk merawat kulit, apalagi puting yang sensitif.

Alkohol justru dapat mengeringkan kulit, menyebabkan lebih banyak retakan pada puting, bahkan bisa membuat puting mama semakin sakit. Untuk itu, hindarilah nipple cream atau krim puting yang berbahan alkohol.

Nah, itulah keenam tips memilih nipple cream atau krim puting untuk mengatasi masalah menyusui.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.