Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Shoko Kawata Wali Kota Pertama di Jepang yang Ambil Cuti Melahirkan
Magnific.com/senivpetro
  • Shoko Kawata, wali kota perempuan pertama di Jepang yang mengambil cuti melahirkan

  • Selama masa cutinya, Kawata menyiapkan sistem pendelegasian tugas kepada wakil wali kota

  • Langkah berani Kawata menjadi simbol pemberdayaan perempuan di politik Jepang

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Hak cuti melahirkan bagi pekerja perempuan biasanya merupakan hal yang lumrah dalam dunia profesional modern. 

Namun, keputusan seorang kepala daerah untuk mengambil rehat pasca melahirkan ternyata bisa menjadi sebuah terobosan besar yang mengguncang publik. 

Langkah berani inilah yang diambil oleh Shoko Kawata, Wali Kota Yawata di Kyoto, Jepang

Keputusannya untuk mengajukan cuti melahirkan sukses mencetak sejarah baru sekaligus menuai kekaguman luar biasa dari masyarakat di Negeri Sakura.

Seperti apa berita selengkapnya, berikut ini Popmama.com rangkum informasi mengenai Shoko Kawata wali kota pertama di Jepang yang ambil cuti melahirkan. 

1 Jadi gebrakan pertama bagi pejabat publik perempuan di Jepang

Magnific.com/freepik

Shoko Kawata tercatat sebagai wali kota perempuan pertama di Jepang yang berani mengambil cuti hamil dan melahirkan saat tengah aktif menjabat. 

Selama ini, isu pemulihan pasca melahirkan bagi pejabat hasil pemilihan umum (pemilu) jarang tersentuh di sana.

Langkah yang diambil Kawata menjadi perhatian besar. Hal ini karena, sistem ketatanegaraan Jepang sebelumnya tidak memiliki regulasi atau kerangka hukum khusus yang mengatur hak cuti melahirkan, terutama bagi pejabat politik yang terpilih lewat pemilu. 

Meskipun aturan cuti selama delapan minggu sebelum dan sesudah persalinan tersedia bagi pegawai negeri di Prefektur Kyoto, aturan tersebut sama sekali tidak mencakup posisi seorang wali kota.

2. Roda pemerintahan dipastikan tetap berjalan efektif

Magnific.com/freepik

Sebagai seorang pemimpin daerah, Shoko Kawata sangat memahami tanggung jawab besar yang dipikulnya. 

Supaya pelayanan publik dan roda pemerintahan di Kota Yawata tidak terganggu, Shoko Kawata telah menyiapkan strategi pendelegasian tugas yang matang, selama ia menjalani masa cuti. 

Segala urusan dan fungsi administratif kedinasan akan dialihkan sementara waktu kepada wakil wali kota yang ditunjuk. 

Kawata pun menegaskan komitmennya, bahwa kinerjanya tidak akan berkurang demi masyarakat. 

Ia berjanji akan tetap memaksimalkan totalitas performa kerjanya secara penuh selama sisa masa jabatan empat tahun ke depan demi membayar waktu rehatnya tersebut.

3. Jadi terobosan baru bagi pemberdayaan perempuan

Magnific.com/senivpetro

Keberanian Shoko Kawata diyakini dapat membuka jalan baru bagi para perempuan di Jepang yang ingin berkarier di dunia politik, tanpa harus mengorbankan peran mereka sebagai seorang Ibu. 

Setelah masa pemulihan pascamelahirkan selesai, ia bahkan berencana untuk melanjutkan rehatnya sejenak demi fokus mengasuh sang Buah Hati.

Itulah informasi mengenai Shoko Kawata wali kota pertama di Jepang yang ambil cuti melahirkan. 

Gebrakan yang dilakukannya ini memberikan pesan kuat mengenai pentingnya keseimbangan antara karier dan kehidupan keluarga (work-life balance), bahkan di tingkat kepemimpinan tertinggi sekalipun. 

Keputusan Kawata diharapkan mampu memicu perubahan regulasi, agar sistem politik di masa depan menjadi lebih ramah terhadap perempuan dan keluarga.

Editorial Team

Related Article