Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Tanda Bayi Sudah Masuk Panggul Menjelang Persalinan, Siap Melahirkan!

Tanda Bayi Sudah Masuk Panggul Menjelang Persalinan, Siap Melahirkan!
Pexels/freestocks.org
  • Menjelang hari perkiraan lahir, ibu hamil biasanya lebih peka terhadap berbagai tanda persalinan, termasuk perubahan posisi bayi.
  • Kepala bayi yang masuk ke panggul menjadi salah satu tanda penting bahwa persalinan semakin dekat pada akhir trimester ketiga.
  • Pada kehamilan pertama, bayi umumnya masuk panggul pada minggu ke-34 hingga ke-36, sedangkan pada ibu yang pernah hamil dapat terjadi lebih lambat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Menanti HPL, para Mama biasanya merasa lebih sensitif merasakan tanda-tanda melahirkan. Lalu, seperti apa tanda bayi sudah masuk panggul yang jadi tanda jelang persalinan

Di ujung trimester terakhir, ada tanda penting yang menandakan jelang persalinan yaitu ketika kepala bayi sudah masuk panggul. Bayi yang sudah masuk ke panggul umumnya terjadi pada minggu ke-34 hingga ke-36 untuk ibu yang baru pertama kali hamil, dan lebih lambat pada ibu yang sudah pernah hamil. 

Seperti apa ciri-ciri bayi yang sudah masuk panggul jelang persalinan? Popmama.com akan merangkumkannya untukmu. 

  1. 1. Kondisi bayi masuk panggul.

    Pexels/Pavel Danilyuk
    Pexels/Pavel Danilyuk

    Kondisi bayi masuk panggul adalah ketika bagian terendah janin, biasanya kepala, bergerak dan menempel lebih dalam ke rongga panggul ibu. Posisi ini menandakan kalau bayi telah mengambil posisi optimal untuk melewati jalan lahir. 

    Proses ini bisa terjadi secara bertahap, bisa juga tiba-tiba. Setiap ibu mungkin merasakannya dengan intensitas berbeda. 

  2. 2. Ciri bayi sudah masuk panggul

    Pexels.com/PARINDRA SHAAN
    Pexels.com/PARINDRA SHAAN

    Kondisi ini biasanya ditandai dengan ciri fisik yang cukup terasa. Pertama, perut terlihat turun atau lightening. Kondisi ini terjadi karena kepala bayi sudah turun dan masuk ke bagian bawah panggul. Kamu mungkin akan merasakan perut bagian atas terasa lebih kosong atau ringan. 

    Di fase ini, tekanan pada diafragma pun berkurang. Efeknya, Mama merasa lebih mudah bernapas dan tidak sesak seperti sebelumnya. Akhirnya, tidur pun terasa lebih nyaman dari sebelumnya. 

    Namun, karena kepala bayi sudah turun ke panggul, maka ada tekanan lebih besar pada kandung kemih yang adanya di bawah rahim. hal ini menyebabkan frekuensi buang air kecil meningkat secara signifikan. 

  3. 3. Gejala lainnya

    Pexels.com/Hannah Barata
    Pexels.com/Hannah Barata

    Selain gejala di atas, ibu hamil mungkin merasakan tekanan, sensasi berat, atau nyeri yang intens di area panggul, selangkangan, dan punggung bagian bawah. Rasa tidak nyaman ini hadir akibat posisi kepala bayi yang menekan saraf dan sendi di area tersebut. 

    Selanjutnya adalah tanda yang bisa terlihat. Keluarnya mucus plug atau lendir kental dari serviks dan seringnya bercampur dengan sedikit darah. Mucus plug berfungsi melindungi rahim dari infeksi selama kehamilan dan ketika serviks mulai melunak dan melebar sebagai persiapan persalinan, mucus plug akan keluar. 

    Kala kepala janin sudah masuk panggul, maka bisa saja kamu merasakan Braxton Hicks atau kontraksi palsu. Kontraksi ini akan lebih sering dan terasa kuat. Kontraksi ini menjadi latihan rahim menjelang persalinan, namun tidak menyebabkan pembukaan serviks yang signifikan. 

  4. 4. Kapan harus berkonsultasi dengan dokter?

    Pexels.com/MART PRODUCTION
    Pexels.com/MART PRODUCTION

    Meski ciri bayi sudah masuk panggul adalah tanda normal jelang persalinan, Mama perlu tetap memantau kondisi dan berkonsultasi dengan dokter atau bidan. 

    Segera datangi fasilitas kesehatan jika air ketuban sudah pecah, terasa kontraksi yang kuat, teratur, dan makin sering, dan tidak mereda dengan istirahat, mengalami pendarahan yang banyak, mengalami penurunan gerakan janin secara drastis, atau ada demam dan tanda infeksi lain. 

    Melakukan pemeriksaan rutin kehamilan sangat penting untuk memastikan kesehatan ibu dan bayi serta memantau perkembangan posisi bayi. 

    Sehat selalu, Mama!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More