- Demam
- Pusing, lemas, atau keringat dingin
- Nyeri perut atau kram yang hebat
- Perdarahan semakin banyak atau terus berlanjut
- Keluar jaringan dari vagina
- Gerakan janin terasa berkurang pada usia kehamilan tertentu
Hamil Keluar Gumpalan Darah seperti Hati, Apa Penyebabnya?

- Gumpalan darah saat hamil dapat terkait perdarahan implantasi, infeksi organ reproduksi atau polip leher rahim, yang umumnya memerlukan pemeriksaan untuk memastikan penyebabnya.
- Pada trimester kedua atau ketiga, perdarahan dapat dipicu gangguan plasenta; kehamilan ektopik juga dapat menyebabkan gumpalan disertai nyeri hebat, pusing, lemas, atau pingsan.
- Gumpalan darah juga bisa menandakan keguguran. Segera periksa ke rumah sakit bila perdarahan banyak atau berlanjut, disertai demam, nyeri hebat, keluar jaringan, atau gerakan janin berkurang.
Kehamilan membuat ibu hamil menjadi lebih peka terhadap berbagai perubahan yang terjadi pada tubuhnya. Salah satunya ketika muncul perdarahan yang disertai gumpalan darah dengan bentuk yang tidak biasa, seperti menyerupai hati.
Kondisi ini tentu bisa membuat Mama khawatir, terlebih jika gumpalan darah keluar bersamaan dengan keluhan lain.
Lantas, apa penyebab saat hamil keluarha gumpalan darah seperti hati? Yuk, simak penjelasannya yang sudah Popmama.com siapkan berikut ini.
1. Perdarahan implantasi

Magnific Saat awal kehamilan, tubuh perempuan mengalami berbagai kondisi fisik. Salah satunya seperti pendarahan implantasi. Kondisi ini terjadi saat embrio mulai menempel pada dinding rahim, sehingga menyebabkan keluarnya sedikit darah dari vagina.
Darah yang keluar tersebut umumnya memiliki warna merah muda atau kecokelatan. Selain itu, volume keluarnya darah tidak terlalu banyak. Waktu berlangsungnya pun tidak lama, hanya sekitar 1 hingga 2 hari. Perdarahan ini juga sering disalahartikan sebagai menstruasi ringan.
2. Infeksi pada organ reproduksi atau polip pada leher rahim

Magnific/atlascompany Infeksi pada organ reproduksi atau polip di leher rahim juga bisa menyebabkan perdarahan saat hamil. Polip merupakan pertumbuhan jaringan kecil yang umumnya tidak berbahaya, tetapi lebih mudah berdarah karena leher rahim menjadi lebih sensitif selama kehamilan.
Selain perdarahan, Mama mungkin mengalami keputihan yang berbau, rasa tidak nyaman di panggul, atau nyeri saat buang air kecil. Darah yang keluar biasanya tidak terlalu banyak, tetapi bisa bercampur dengan lendir atau membentuk gumpalan kecil.
Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik atau USG untuk memastikan apa penyebabnya. Jika perdarahan disebabkan oleh infeksi, dokter akan memberikan pengobatan yang aman untuk ibu hamil sesuai dengan kondisi yang dialami.
3. Gangguan pada plasenta

Magnific/diana.grytsku Saat usia kehamilan yang lebih besar, perdarahan jua bisa disebabkan oleh adanya gangguan pada plasenta, seperti plasenta previa atau solusio plasenta. Kondisi ini pun dapat menyebabkan pasokan oksigen dan nutrisi untuk janin menjadi terganggu bisa tidak ditangani dengan segera.
Plasenta previa sendiri terjadi saat plasenta menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir. Sementara solusio plasenta terjadi ketika plasenta lepas dari dinding rahim sebelum waktunya, hal ini pun bisa memicu terjadinya perdarahan dengan volume yang cukup banyak.
Perdarahan akibat gangguan pada plasenta ini umumnya terjadi pada ibu hamil di trimester kedua atau trimester ketiga. Selain keluarnya darah atau gumpalan, beberapa gejala lain yang dapat dirasakan ibu hamil seperti perut kencang, nyeri hebat, atau gerakan janin yang berkurang.
4. Kehamilan ektopik

Pexels/Polina Tankilevitch Kondisi ini merupakan peristiwa ketika sel telur yang telah dibuahi menempel dan berkembang di luar rahim, dan saluran tuba merupakan salah satu tempat yang paling sering.
Keluarnya gumpalan darah seperti hati yang disebabkan oleh kehamilan ektopik iini biasanya akkan disertai dengan nyeri berat pada salah satu sisi peut. Lemas, bahu terasa nyeri, pusing, hingga pingsan merupakan keluhan lain yang dapat menyertai jika perdarahan terjadi cukup berat.
5. Keguguran (abortus)

Magnific Salah satu penyebab dari keluarnya gumpalan darah berbentuk seperti hati saat kehamilan juga bisa menandakan terjadinya keguguran, terutama pada kehamilan trimester pertama. Kondisi ini terjadi ketika janin tidak bisa berkembang dengan optimal di dalam rahim, sehingga tubuh mengeluarkan jaringan kehamilan melalui vagina secara alami.
Perdarahan akibat keguguran ini biasanya dibarengi gumpalan darah yang berwarna merah tua ataupun kecokelatan. Tak hanya itu, ibu hamil juga dapat mengalami nyeri pinggang, kram perut, hingga perut yang terasa mulas seperti mengalami kontraksi.
Kapan Ibu Hamil Perlu Waspada

Pexels/cottonbro studio Keluar gumpalan darah saat hamil perlu diperhatikan, terutama jika disertai gejala lain. Mama sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan jika mengalami:
Apabila Mama mengami salah satu atau beberapa tanda seperti di atas, maka segeralah memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat agar kondisi Mama dan si Kecil bisa segera diperiksa dan mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.
Sambil menunggu pemeriksaan, Mama dapat menggunakan pembalut untuk membantu memantau jumlah, warna, dan bentuk darah yang keluar. Sebaiknya hindari aktivitas berat dan lebih banyak beristirahat.
Meski melihat gumpalan darah seperti hati saat hamil bisa membuat khawatir, kondisi ini tidak bisa dipastikan penyebabnya hanya dari bentuk darah yang keluar. Karena itu, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan tetap diperlukan, terutama jika disertai gejala lain yang lebih berat..
Itulah informasi mengenai penyebab saat hamil keluar gumpalan darah seperti hati. Semoga informasi ini bermanfaat..





















