Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Dinding rahim yang tipis, terutama pada lapisan endometrium, dapat menimbulkan berbagai risiko pada kehamilan. Lapisan endometrium berfungsi sebagai tempat embrio menempel setelah proses pembuahan. Jika lapisan ini terlalu tipis, proses implantasi atau penempelan embrio di dinding rahim dapat terganggu sehingga embrio sulit berkembang secara optimal.
Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko keguguran, terutama pada awal kehamilan. Hal ini terjadi karena lapisan rahim yang tipis tidak cukup kuat untuk menopang proses penempelan dan perkembangan embrio di dalam rahim. Akibatnya, embrio bisa sulit bertahan dan kehamilan lebih rentan mengalami gangguan.
Selain berperan dalam proses implantasi, lapisan endometrium juga berfungsi membantu pembentukan plasenta. Plasenta merupakan organ penting selama kehamilan karena berperan menyalurkan oksigen dan nutrisi dari ibu kepada janin yang sedang berkembang di dalam rahim.
Jika endometrium terlalu tipis, proses pembentukan plasenta dapat menjadi kurang optimal. Kondisi ini dapat menyebabkan plasenta menjadi lebih lemah, sehingga kemampuan plasenta untuk menyalurkan nutrisi dan oksigen kepada janin menjadi terbatas.
Akibatnya, janin dapat mengalami pertumbuhan yang terhambat di dalam kandungan karena kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi dengan baik. Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur.