Sebagian perempuan memilih memiliki anak dengan jarak usia yang dekat agar mereka dapat tumbuh bersama dan menjadi teman bermain. Keinginan tersebut sering dianggap dapat mempererat hubungan antara saudara sejak kecil. Namun perlu di ingat bahwa Kehamilan merupakan proses yang membawa banyak perubahan pada tubuh ibu selama sembilan bulan.
Setelah melahirkan, tubuh membutuhkan waktu untuk pulih dan mengembalikan kondisi rahim seperti semula sebelum menghadapi kehamilan berikutnya. Kehamilan yang terjadi dengan jarak terlalu dekat sering dikaitkan dengan berbagai risiko komplikasi, salah satunya pada dinding rahim.
Lalu, benarkah jarak kehamilan yang terlalu dekat sebabkan dinding rahim robek? Berikut penjelasan yang telah Popmama.com siapkan. Yuk simak!
