Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Berapa Dosis Vitamin C yang Aman untuk Ibu Hamil? Ini Anjurannya
Pixabay/Apiwan Borrikonratchata

  • Ibu hamil disarankan mengonsumsi 85 mg vitamin C per hari sesuai anjuran Kementerian Kesehatan, dengan sumber utama dari buah dan sayuran segar.
  • Kelebihan konsumsi vitamin C bisa menyebabkan efek samping seperti diare, mual, hingga batu ginjal, sehingga penting menyesuaikan dosis dan berkonsultasi dengan dokter.
  • Vitamin C membantu penyerapan zat besi, menurunkan risiko diabetes gestasional dan preeklamsia, serta mendukung pembentukan kolagen untuk tumbuh kembang janin yang optimal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tahukah Mama, vitamin C atau asam askorbat merupakan jenis vitamin yang larut dalam air. Karena tidak dapat diproduksi oleh tubuh manusia, vitamin ini harus diperoleh dari asupan makanan, terutama buah dan sayuran yang kaya akan vitamin C. Konsumsinya pun perlu dilakukan setiap hari mengingat tubuh tidak menyimpan vitamin ini secara optimal.

Nah, asupan harian vitamin C yang cukup juga sangat disarankan untuk setiap individu, termasuk ibu hamil. Vitamin C dapat mendukung kesehatan ibu hamil dan juga perkembangan janin yang ada di dalam kandungan.

Pemenuhan asupan vitamin C selama masa kehamilan tentunya sangat penting untuk menjaga kesehatan Mama serta mendukung tumbuh kembang si Kecil. Meski demikian, konsumsinya juga perlu disesuaikan dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) agar manfaatnya optimal dan tidak menimbulkan masalah kesehatan, ya. 

Lalu, berapa dosis vitamin C yang aman untuk ibu hamil? Di bawah ini Popmama.com rangkum informasinya untuk Mama.

Dosis Vitamin C yang Aman Untuk Ibu Hamil

Pixabay/Ivabalk

Berdasarkan anjuran AKG yang ditetapkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, ibu hamil dianjurkan untuk memenuhi asupan vitamin C sebanyak 85 mg per hari.

Nah, untuk memenuhi kebutuhan vitamin C harian, Mama dapat mengonsumsi aneka buah seperti jeruk, jambu, stroberi, kiwi, mangga, pepaya, dan lemon, serta aneka sayuran seperti kembang kol, brokoli, kangkung, dan paprika. 

Vitamin C membang baik untuk kesehatan. Namun, tetap batasi jumlah konsumsinya sesuai jumlah yang disarankan. Konsumsi vitamin C berlebihan dapat menimbulkan efek samping, seperti diare, sakit kepala, mual, muntah, kram perut, hingga batu ginjal. 

Bila asupan vitamin C dari makanan masih dirasa kurang, Mama juga bisa mengonsumsi suplemen untuk memperoleh tambahan sumber vitamin C, lho. Tapi, pastikan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, ya, supaya sesuai dengan kebutuhan dan tidak menimbulkan efek samping yang merugikan.

Selain itu, vitamin C juga menyimpan beragam manfaat lainnya untuk ibu hamil dan juga si Kecil. Berikut berbagai manfaat vitamin C untuk ibu hamil dan janin:

1. Membantu penyerapan zat besi

Pexels/Anete Lusina

Vitamin C memegang peranan penting dalam membantu penyerapan zat besi dari makanan. Zat besi sendiri berfungsi dalam peningkatan hemoglobin sehingga dapat mencegah terjadinya anemia.

Untuk itu, disarankan bagi Mama untuk mengkombinasikan makanan yang mengandung zat besi dan juga makanan yang mengandung vitamin C.

Vitamin C dapat membantu penyerapan zat besi di dalam tubuh.

2. Menurunkan risiko terkena diabetes gestasional

Pixabay/Stanias

Diabetes gestasional adalah kondisi peningkatan kadar gula darah pada ibu hamil. Kondisi ini dapat meningkatkan berbagai risiko komplikasi kehamilan, seperti persalinan prematur, bayi lahir dengan berat badan berlebih, hingga preeklamsia.

Karenanya, Mama disarankan untuk selalu mencukupi asupan vitamin C setiap hari untuk mengurangi risiko terkena penyakit ini.

3. Mengurangi risiko preeklamsia

Pexels/Pavel Danilyuk

Preeklamsia merupakan komplikasi kehamilan yang ditandai oleh tekanan darah tinggi dan adanya protein dalam urine serta munculnya pembengkakan di area kaki atau bagian tubuh lainnya. 

Umumnya, preeklamsia terjadi saat kandungan berusia 20 minggu, namun ada juga ibu hamil yang mengalaminya saat trimester akhir. Mengonsumsi makanan bergizi yang kaya akan antioksidan seperti vitamin C dan vitamin E dapat mencegah ibu hamil dari preeklamsia.   

4. Mendukung tumbuh kembang janin

Pixabay/StockSnap

Menurut sejumlah studi, mengonsumsi lebih banyak sayur dan buah yang mengandung vitamin C selama masa kehamilan dapat mendukung tumbuh kembang dan membantu menjaga kesehatan janin secara optimal.

Salah satu fungsi utama vitamin C adalah membantu tubuh menghasilkan kolagen. Protein ini berperan penting dalam membentuk berbagai jaringan dan organ tubuh janin, mulai dari kulit, tulang, hingga pembuluh darah. Jika produksi kolagen tidak mencukupi, proses pembentukan jaringan tubuh janin dapat terganggu. 

Vitamin C juga berperan dalam mendukung pembentukan tulang dan gigi janin selama di dalam kandungan. kolagen yang dihasilkan juga berfungsi untuk menjaga kulit ibu hamil tetap lentur seiring bertambahnya usia kehamilan dan perut yang semakin membesar.

Tak hanya itu, vitamin C turut mendukung pertumbuhan otot dan tendon janin. Nutrisi ini juga berperan dalam proses perbaikan jaringan serta membantu perkembangan sel-sel tubuh janin agar berlangsung sesuai dengan tahap pertumbuhannya. 

Oleh karena itu, mencukupi kebutuhan vitamin C selama kehamilan menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung tumbuh kembang janin secara optimal. 

5. Menghindari gangguan perkembangan mental

Maginific/valeria_aksakova

Tidak hanya berguna mencegah dan mengobati flu, vitamin C juga termasuk salah satu antioksidan yang dapat melindungi si Kecil dari risiko terjadinya gangguan perkembangan mental.

6. Bantu jaga daya tahan tubuh ibu hamil

Popmama.com/Sysilia Tanhati/AI

Vitamin C dapat menurunkan risiko infeksi bakteri dan virus. Oleh karena itu, vitamin C sangat dianjurkan untuk ibu hamil. Pasalnya, saat hamil, biasanya terjadi penurunan pada daya tahan tubuh, lho!

Tak heran, jika biasanya beberapa Mama mengalami penyakit infeksi, seperti batuk dan pilek selama hamil. Dengan mengonsumsi vitamin C, maka Mama akan terlindungi dari risiko infeksi batuk dan pilek.

Itu tadi penjelasan soal dosis vitamin C yang aman untuk ibu hamil beserta manfaatnya. Semoga informasi ini dapat membantu Mama dalam memenuhi kebutuhan vitamin C hari.

Curated For You

Editorial Team

Related Article