Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Bolehkah Ibu Hamil Makan Topokki? Ini Penjelasan Dokter

Bolehkah Ibu Hamil Makan Topokki? Ini Penjelasan Dokter
Magnific
  • Ibu hamil diperbolehkan makan topokki asal tidak terlalu pedas, karena rasa pedas berlebihan bisa memicu gangguan pencernaan seperti mual, muntah, dan diare.

  • Kebersihan saat pengolahan dan penyajian topokki wajib diperhatikan agar terhindar dari risiko infeksi atau gangguan pencernaan akibat makanan yang kurang higienis.

  • Konsumsi topokki sebaiknya tidak berlebihan karena kandungan kalori, gula, lemak, dan natriumnya tinggi serta rendah serat sehingga bisa berdampak pada kesehatan ibu hamil.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Topokki atau tteokbokki menjadi salah satu makanan Korea yang cukup populer, termasuk di Indonesia. Teksturnya yang kenyal dengan saus gochujang yang gurih dan pedas membuat banyak orang menyukainya. Tak jarang, Mama juga ingin menikmati makanan ini saat hamil.

Meski begitu, muncul rasa khawatir apakah topokki aman dikonsumsi selama kehamilan. Mengingat makanan ini identik dengan cita rasa pedas, Mama mungkin bertanya-tanya, bolehkah ibu hamil makan topokki, dan apakah bisa berdampak pada kesehatan selama hamil?

Informasinya bisa Mama simak pada ulasan Popmama.com berdasarkan penjelasan dr. Buha Sabar Eduwart Padapotan Sihombing, Sp.OG, yang diangkum dari unggahan video di akun TikTok pribadinya, @dr.buha.spog.

  1. Bolehkah Ibu Hamil Makan Topokki?

    Bolehkah ibu hamil makan topokki?
    Magnific

    Mama yang sedang ingin menikmati topokki saat hamil tidak perlu langsung khawatir. Menurut dr. Buha, ibu hamil tetap boleh mengonsumsi makanan khas Korea ini.

    "Mams boleh makan topokki. Silakan aja," ujar dr. Buha.

    Meski tidak dilarang, cara mengonsumsinya tetap perlu diperhatikan. dr. Buha menyarankan agar Mama tidak memilih topokki yang terlalu pedas. Pasalnya, rasa pedas yang berlebihan dapat memicu gangguan pada saluran pencernaan, mulai dari perut terasa perih, mual, muntah, hingga diare.

    "Tapi dengan catatan, jangan terlalu pedas ya. Karena kalau terlalu pedas bisa mengakibatkan gangguan saluran cerna, perutnya perih, mual, muntah, diare. Efek daripada pedasnya itu," jelasnya.

    Hal lain yang juga perlu menjadi perhatian adalah kondisi Mama selama kehamilan. Bila masih sering mengalami morning sickness, sebaiknya tunda dulu keinginan mengonsumsi topokki yang pedas. Menurut dr. Buha, makanan pedas dapat membuat keluhan mual yang sudah ada menjadi semakin berat.

    "Kalau ada morning sickness, jangan lah. Karena nanti bisa memperberat morning sickness-nya," tambah dr. Buha.

  2. Pastikan Topokki Diolah dan Disajikan dengan Bersih

    Bolehkah ibu hamil makan topokki?
    Magnific

    Selain memilih tingkat kepedasan yang sesuai, Mama juga perlu memastikan topokki yang akan dikonsumsi diolah dan disajikan secara higienis. Hal ini tidak kalah penting untuk diperhatikan, terutama saat membeli topokki di luar rumah.

    dr. Buha mengingatkan agar Mama memperhatikan setiap prosesnya, mulai dari cara makanan diolah, dimasak, hingga disajikan. Kebersihan alat makan yang digunakan juga sebaiknya tidak luput dari perhatian.

    "Diperhatikan juga kebersihannya, Mam. Bagaimana cara pengolahan makanannya, pemasakannya, kemudian penyajiannya, piringnya. Kalau enggak bersih, jangan, Mam," katanya.

    Menurut dr. Buha, makanan yang kebersihannya tidak terjaga dapat berdampak kurang baik pada saluran pencernaan. Akibatnya, Mama berisiko mengalami diare maupun gangguan pencernaan lainnya.

    "Karena bisa berisiko enggak baik bagi saluran pencernaan Mam. Nantinya bisa mengakibatkan diare dan sebagainya," jelasnya.

  3. Bahaya Makan Topokki Terlalu Banyak

    Bolehkah ibu hamil makan topokki?
    Magnific

    Selain memperhatikan kebersihan dan tingkat kepedasannya, jumlah topokki yang dikonsumsi juga sebaiknya tidak berlebihan.

    Pasalnya, makan topokki dalam porsi terlalu banyak dapat meningkatkan asupan beberapa zat tertentu yang kurang baik jika dikonsumsi secara berlebihan.

    Agar Mama lebih waspada, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.

    1. Asupan kalori bisa menjadi lebih tinggi

    Topokki terbuat dari kue beras yang menjadi sumber karbohidrat, lalu disajikan bersama saus gochujang dan berbagai bahan pelengkap. Kombinasi tersebut membuat topokki memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi.

    Jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, asupan kalori harian juga akan meningkat. Kondisi ini dapat memicu kenaikan berat badan karena tubuh menerima lebih banyak kalori daripada yang dibutuhkan.

    2. Asupan gula dan lemak ikut bertambah

    Saus gochujang yang digunakan pada topokki mengandung gula dan lemak. Semakin banyak topokki yang dikonsumsi, semakin besar pula asupan gula dan lemak yang masuk ke dalam tubuh.

    Apabila terus dikonsumsi secara berlebihan, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah kesehatan, seperti diabetes dan penyakit jantung.

    3. Kandungan serat dan nutrisinya tidak terlalu tinggi

    Meski mengenyangkan, topokki bukanlah makanan yang tinggi serat maupun beragam nutrisi. Jika terlalu sering atau terlalu banyak mengonsumsinya hingga mengabaikan makanan bergizi lainnya, tubuh bisa kekurangan asupan serat, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan.

    Oleh karena itu, topokki sebaiknya tetap dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang beragam dan seimbang.

    4. Kandungan natriumnya cukup tinggi

    Selain berasal dari saus gochujang, kandungan natrium pada topokki juga dapat berasal dari bahan pelengkap lainnya. Jika dikonsumsi secara berlebihan, asupan natrium yang tinggi dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi serta masalah kesehatan lain yang berkaitan.

    Oleh karena itu, menikmati topokki dalam jumlah yang wajar dapat menjadi pilihan agar asupan hariannya tetap lebih seimbang.

    Nah, itu dia penjelasan mengenai ibu hamil makan topokki. Jadi, selamat menikmati topokki dan jangan berlebihan, ya, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More