Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Mengatasi Mual saat Hamil agar Tetap Nyaman Beraktivitas
Magnific/8photo
  • Mual saat hamil umum terjadi pada 70–80% ibu di trimester pertama, memuncak sekitar minggu ke-9 dan biasanya berangsur reda setelah usia kehamilan 12 minggu.
  • Keluhan dapat diredakan dengan makan porsi kecil lebih sering, cukup minum, menghindari aroma atau makanan pemicu, istirahat, jahe, lemon, camilan sehat, serta relaksasi.
  • Segera periksa ke dokter bila muntah berdarah, sangat parah atau terus-menerus, tidak bisa makan-minum 24 jam, urine gelap, demam, pingsan, atau berat badan turun lebih dari 1 kg seminggu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mual merupakan salah satu keluhan yang sering dialami ibu hamil. Selama masa kehamilan, Mama pasti sering merasakan mual hampir setiap hari. Morning sickness ini biasanya dialami oleh 70–80 % ibu hamil di trimester pertama

Mual bahkan muntah ini tak hanya terjadi di pagi hari, rasa mual juga bisa Mama rasakan di sepanjang hari baik siang, sore, maupun malam hari. Rasa mual ini umumnya dimulai sejak masa awal kehamilan dan puncaknya berada di minggu ke-9. Setelah melewati usia kehamilan 12 minggu, rasa mual pun akan berangsur-angsur reda.

Mual yang menghampiri tentunya membuat Mama merasa tak nyaman, bahkan bisa mengurangi nafsu makan. Tetapi, Mama tidak perlu khawatir, karena mual sebenarnya bisa diatasi dengan beberapa cara.

Lantas, bagaimana cara mengatasi mual saat hamil? Simak penjelasannya yang sudah Popmama.com rangkum di bawah ini.

Cara Mengatasi Mual saat Hamil di Pagi Hari

Magnific/Jcomp

Mual di pagi hari yang ibu hamil rasakan bisa diatasi dengan beberapa cara, seperti bangun secara perlahan dan berikan waktu sekitar 20 hingga 30 menit sebelum beranjak dari tempat tidur. Mama bisa usahakan agar bangun lebih awal sehingga memiliki waktu yang lebih lebih untuk bersiap agar tidak terburu-buru saat beraktivitas pagi.  

Mama juga bisa menyimpan camilan sehat di samping tempat tidur, sehingga ketika mulai merasa lapar, Mama bisa segera mengisi perut yang kosong tanpa harus repot mengambil makanan ke dapur ataupun memasak. Lalu, Mama juga bisa mengonsumsi air jahe untuk meredakan mual yang menghampiri saat sedang hamil muda.

Selain dengan makanan dan minuman, mual di pagi hari juga bisa dilakukan dengan cara mendengarkan musik yang disukai. Faktanya, mendengarkan musik bisa membantu pikiran ibu hamil menjadi lebih tenang dan teralihkan dari rasa mual yang mengganggu.

Cara Mengatasi Mual saat Hamil di Siang Hari

Magnific/8photo

Jika rasa mual menghampiri di siang hari, Mama bisa melakukan beberapa hal berikut untuk menghilangkannya.

  • Konsumsi makanan yang tinggi protein dan vitamin B seperti kacang-kacangan, makanan yang tinggi karbohidrat dan rendah lemak seperti nasi, roti, biskuit, dan pasta. Hindari makanan atau minuman yang berbau menyengat, karena bisa menyebabkan rasa mual semakin memburuk.

  • Usahakan mengonsumsi makan siang dalam porsi kecil, tetapi lebih sering agar perut tidak dibiarkan kosong. 

  • Perbanyak konsumsi air putih untuk membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi selama masa kehamilan. 

  • Menghirup aroma lemon atau menambahkan irisan lemon ke dalam teh atau air putih untuk dijadikan infused water. 

  • Konsumsi permen mint, karena rasa dan aroma lemon diketahui bisa meredakan mual.

  • Luangkan waktu untuk beristirahat sejenak di sela-sela aktivitas.

  • Hindari tidur siang setelah makan, karena bisa membuat rasa mual semakin parah.

Cara Mengatasi Mual saat Hamil di Malam Hari

Magnific/Magnific

Di malam hari, sebaiknya ibu hamil menghindari makanan yang pedas, berminyak, berlemak, dan asam. Jangan lupa juga untuk tidur lebih awal agar waktu istirahat bisa tercukupi. Dengan istirahat yang cukup, tubuh mama akan tetap bertenaga saat menjalani aktivitas. Mama juga bisa coba mengonsumsi sedikit camilan jika tiba-tiba terbangun di malam hari.

Menghirup aromaterapi seperti peppermint, minyak lavender, dan jahe bisa dijadikan alternatif untuk menghilangkan mual. Namun, jika menghirup aromaterapi justru membuat Mama semakin mual hingga muntah, maka segera hentikan penggunaannya. 

Melakukan yoga ibu hamil juga bisa menjadi pilihan untuk menghilangkan rasa mual. Beberapa pose yoga mampu membuat tubuh Mama lebih rileks, sehingga keluhan mual dan muntah dapat berkurang. 

Apa yang Menyebabkan Rasa Mual Ketika Hamil?

Pexels/Ron Lach

Mual merupakan hal yang normal dan umum dialami oleh parah ibu hamil, terutama saat awal masa kehamilan. Mual bisa disebabkan oleh berbagai hal. Di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Meningkatnya hormon human chorionic gonadotropin (hCG). Hormon ini merupakan hormon yang diproduksi oleh sel-sel trofoblas setelah terjadinya pembuahan untuk mempertahankan kehamilan. Hormon ini merupakan tolak ukur bahwa kehamilan berjalan dengan baik. Kadarnya memuncak pada minggu ke-8 hingga 12, bertepatan dengan periode mual paling berat. Pada kehamilan kembar, kadar hormon ini lebih tinggi daripada kehamilan tunggal sehingga menyebabkan rasa mual yang lebih parah.

  • Kadar estrogen dan progesteron yang melonjak. Dua hormon ynag sangat penting saat masa kehamilan ini bisa memperlambat kerja sistem pencernaan, sehingga makanan lebih lama berada di lambung dan memicu rasa mual, begah, serta kembung. 

  • Indra penciuman yang lebih sensitif. Menurut penelitian yang dilakukan dalam jurnal Frontiers in Psychology (2021), ibu hamil cenderung lebih sensitif terhadap aroma-aroma tertentu. Hal ini tentunya wajar terjadi selama masa kehamilan.

  • Kurangnya Asupan Vitamin B6. Pada trimester pertama, dokter sering merekomendasikan suplemen vitamin B6 atau piridoksin untuk membantu mengurangi gejala mual dan muntah pada trimester pertama kehamilan. Beberapa spenelitan juga menyebut jika ibu hamil dengan gejala mual yang berat cenderung mengalami kekurangan vitamin B6.

  • Stres. Stres dapat memicu dampak buruk pada sistem pencernaan, seperti sakit perut, mual, hingga muntah. Penting bagi Mama untuk jangan terlalu stres saat masa kehamilan, karena hal ini dapat membantu mengurangi rasa mual dan menjaga kehamilan sekaligus kesehatan psikis agar tetap terjaga.

  • Adanya Gangguan Pencernaan. Hormon kehamilan yang melonjak bisa memicu dampak buruk terhadap  esofagus (kerongkongan) bagian bawah. Progesteron bisa membuat otot sfingter (katup) lambung menjadi rileks. Ketika otot ini mengalami kendala, maka asam lambung bisa naik ke kerongkongan dan memicu munculnya rasa mual.

  • Kelelahan. Rasa mual saat masa kehamilan bisa dipicu oleh tubuh dan psikis Mama yang terlalu lelah. Oleh karena itu, Mama bisa beristirahat yang cukup agar kesehatan tubuh terjaga dan rasa mual bisa berkurang.

  • Ibu Hamil Mengalami Hipoglikemia. Hipoglikemia atau gula darah rendah digadang-gadang sering menjadi penyebab mual saat masa kehamilan. Kadar gula darah yang  rendah bisa menimbulkan rasa mual, berkeringat, pucat pada wajah, pusing kepala, hingga denyut jantung yang meningkat. Hal ini sering terjadi pada ibu hamil karena plasenta yang menguras energi berlebih dari tubuh ibu, karena makanan yang dicerna akan dibagi dua dengan si Kecil di dalam kandungan.

  • Kehamilan Pertama. Mual dan muntah umumnya lebih parah dialami oleh ibu hamil dengan kehamilan pertama. Hal ini disebabkan oleh fisik yang  mungkin belum siap menerima kadar hormon yang melonjak drastis. Begitu pun secara mental, stres dan cemas yang dialami dapat memicu munculnya rasa mual saat kehamilan pertama.

Gejala Mual dan Muntah yang Perlu Diwaspadai

Pexels/Pavel Danilyuk

Meski normal dan wajar terjadi, ibu hamil juga perlu waspada jika mual dan muntah yang dialami disertai dengan beberapa kondisi. Segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami Mama mengalami salah satu atau beberapa gejala seperti berikut:

  • Muntah disertai darah. 

  • Tubuh terasa sangat lemas, pusing, atau hampir pingsan saat berdiri.

  • Demam.

  • Tidak buang air kecil selama lebih dari 8 jam atau nyeri saat buang air kecil.

  • Urine berwarna gelap atau mengandung darah.

  • Tidak bisa makan maupun minum selama 24 jam.

  • Berat badan turun lebih dari 1 kg dalam satu minggu.

  • Muntah yang sangat parah atau terjadi terus-menerus tanpa mereda.

Demikian informasi mengenai beberapa cara mengatasi mual saat hamil. Bila mual yang Mama tidak kunjung mereda atau justru semakin memburuk meski sudah mencoba beberapa cara di atas, segera periksakan diri ke dokter kandungan. Penanganan yang tepat dapat membantu meredakan keluhan sekaligus menjaga kesehatan mama dan janin.

Curated For You

Editorial Team

Related Article