Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Daftar Makanan untuk Ibu Hamil agar Janin Cepat Berkembang

Daftar Makanan untuk Ibu Hamil agar Janin Cepat Berkembang
Magnific/freepik
Share Article

Mengonsumsi makanan seimbang yang kaya nutrisi sangat penting untuk menjaga gaya hidup sehat selama kehamilan. Mendapatkan jumlah nutrisi yang tepat dapat membantu mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin.

Rencana makan seimbang berfokus pada makanan utuh yang kaya akan nutrisi penting, seperti protein, lemak sehat, serat, vitamin, dan mineral, di antara lainnya.

Saat hamil, Mama pasti ingin memastikan makanan yang bermanfaat untuk perkembangan janin. Untuk membantu Mama, Popmama sudah merangkum daftar makanan agar janin cepat berkembang pada ulasan berikut ini. Ada apa saja?

1. Alpukat

Ilustrasi buah alpukat
Magnific/pvproductions

Alpukat merupakan sumber asam lemak tak jenuh tunggal yang kaya. Meskipun ini membuat rasanya seperti mentega dan kaya, lemak sehat ini mendukung kesehatan jantung.

Alpukat juga menyediakan banyak nutrisi lain yang dapat membantu mendukung kehamilan serta pertumbuhan janin, termasuk:

  • serat
  • antioksidan
  • vitamin B (terutama folat)
  • vitamin K, E, dan C
  • kalium
  • tembaga

Lemak sehat dapat membantu membangun kulit, otak, dan jaringan janin. Folat dapat membantu mencegah cacat tabung saraf dan kelainan perkembangan otak dan tulang belakang, seperti spina bifida.

2. Biji-bijian utuh

Ilustrasi nasi atau beras merah
Magnific/topntp26

Biji-bijian utuh kaya akan serat, vitamin, dan senyawa tumbuhan, serta merupakan bagian dari diet seimbang dan kaya nutrisi untuk mendukung kehamilan serta pertumbuhan janin.

Pertimbangkan untuk memilih pilihan seperti quinoa, beras merah, gandum utuh, dan barley sebagai pengganti makanan olahan seperti roti putih, pasta, dan nasi.

3. Brokoli dan sayuran hijau gelap

Ilustrasi brokoli
Pexels/Christina & Peter

Brokoli dan sayuran hijau gelap seperti kale dan bayam kaya akan banyak nutrisi yang ibu hamil butuhkan. Jika Mama tidak menyukai rasanya, Mama dapat menyamarkannya dengan menambahkannya ke sup, saus pasta, dan lainnya.

Beberapa penelitian menemukan bahwa ibu hamil yang mengonsumsi lebih banyak sayuran hijau berdaun cenderung lebih kecil kemungkinannya mengalami anemia dibandingkan mereka yang mengonsumsi lebih sedikit.

Sayuran ini kaya akan nutrisi penting, seperti:

  • serat
  • vitamin C, A, dan K
  • kalsium
  • zat besi
  • folat
  • kalium
  • seng

4. Buah beri

Ilustrasi buah beri
Vecteezy/Ismail Kohai

Buah beri kaya akan nutrisi, seperti air, vitamin C, serat, dan antioksidan.

Penelitian menemukan bahwa kombinasi olahraga dan mengonsumsi satu cangkir buah beri dan sayuran hijau gelap merupakan strategi efektif untuk mengelola diabetes gestasional. Strategi diet ini mungkin efektif untuk mengatur peradangan, sindrom metabolik, dan kadar glukosa darah.

Vitamin dan nutrisi yang ada dalam buah beri pun baik untuk tumbuh kembang janin, Ma.

Beberapa buah beri yang lezat untuk dikonsumsi antara lain blueberry, raspberry, goji berry, stroberi, dan acai berry.

5. Buah kering

Ilustrasi buah kering
Pexels/Polina Tankilevitch

Buah kering umumnya tinggi kalori, serat, dan berbagai vitamin serta mineral. Satu buah kering mengandung jumlah nutrisi yang sama dengan buah segar, hanya saja tanpa semua air dan dalam bentuk yang jauh lebih kecil.

Semua nutrisi yang terkandung dalam buah kering baik untuk pertumbuhan janin. Selain itu, ini merupakan salah satu cara mudah untuk mendapatkan vitamin dan mineral saat sedang mual.

Satu porsi buah kering dapat meningkatkan asupan banyak vitamin dan mineral, termasuk folat, zat besi, dan kalium. Beberapa contoh klasik termasuk prem, kurma, kismis, dan aprikot.

6. Daging tanpa lemak dan sumber protein lainnya

Ilustrasi daging sapi
Unsplash/Usman Yousaf

Daging sapi, babi, dan ayam tanpa lemak merupakan sumber protein berkualitas tinggi dan dapat membantu mendukung kehamilan yang sehat dan pertumbuhan janin.

Daging sapi dan babi kaya akan zat besi, kolin, dan vitamin B lainnya, yang semuanya akan Mama butuhkan dalam jumlah lebih tinggi selama kehamilan.

Zat besi adalah mineral penting yang digunakan oleh sel darah merah sebagai bagian dari hemoglobin. Anda akan membutuhkan lebih banyak zat besi seiring peningkatan volume darah, terutama selama trimester ketiga.

Kadar zat besi yang rendah selama awal dan pertengahan kehamilan dapat menyebabkan anemia defisiensi zat besi.

7. Legum

Ilustrasi buncis
Pixabay/congerdesign

Legum adalah sumber serat, protein, zat besi, folat, dan kalsium nabati yang bagus — semuanya dibutuhkan tubuh lebih banyak selama kehamilan.

Beberapa contoh kacang-kacangan yang populer meliputi:

  • lentil
  • kacang polong
  • buncis
  • buncis
  • kedelai
  • kacang tanah

Para peneliti menemukan bahwa mengonsumsi makanan utuh yang seimbang, termasuk kacang-kacangan, dikaitkan dengan risiko komplikasi kehamilan dan janin yang lebih rendah.

8. Minyak hati ikan

Ilustrasi vitamin, suplemen, minyak ikan, kapsul
Pexels/Odin Mcraig

Minyak hati ikan terbuat dari hati ikan yang berminyak, biasanya dari ikan kod. Kaya akan asam lemak omega-3 EPA dan DHA, yang penting untuk perkembangan otak dan mata janin.

Minyak hati ikan juga tinggi vitamin D, yang banyak orang kekurangan. Mungkin bermanfaat jika Mama tidak rutin mengonsumsi makanan laut atau jika belum mengonsumsi suplemen omega-3 atau vitamin D.

Satu sendok makan (4,5 g) minyak hati ikan menyediakan 11 mikrogram (mcg) vitamin D, atau sekitar tiga perempat dari kebutuhan harian seseorang, dan 1.350 mcg vitamin A, sekitar 150% dari kebutuhan harian seseorang.

Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan minyak hati ikan atau suplemen omega-3 lainnya, karena terlalu banyak vitamin A atau D dapat berbahaya. Kadar omega-3 yang tinggi juga dapat memiliki efek pengencer darah.

9. Produk susu

Ilustrasi Gruyère cheese
Pexels/www.kaboompics.com

Selama kehamilan, Mama membutuhkan protein dan kalsium ekstra untuk memenuhi kebutuhan janin. Produk susu seperti susu, keju, dan yogurt adalah pilihan yang baik.

Produk susu mengandung dua jenis protein berkualitas tinggi: kasein dan whey. Susu adalah sumber kalsium terbaik. Susu juga menyediakan fosfor, vitamin B, magnesium, dan seng.

10. Ubi jalar

Ilustrasi ubi jalar
Pexels/Kindel Media

Ubi jalar kaya akan beta-karoten, senyawa tumbuhan yang diubah tubuh menjadi vitamin A. Vitamin A sangat penting untuk perkembangan janin, Ma.

Namun, terlalu banyak vitamin A dari produk hewani, seperti jeroan, dapat menyebabkan toksisitas. Jadi, pastikan Mama tidak mengonsumsinya secara berlebihan, ya.

Ubi jalar juga merupakan sumber serat yang baik. Serat membuat Mama kenyang lebih lama, mengurangi lonjakan gula darah, dan meningkatkan kesehatan pencernaan, yang dapat membantu mengurangi risiko sembelit selama kehamilan.

11. Salmon

Ilustrasi salmon fillet
Pexels/David B Townsend

Salmon kaya akan asam lemak omega-3 esensial, yang memiliki banyak manfaat. Secara khusus, asam lemak ini membantu membangun otak dan mata janin dan dapat membantu memperpanjang masa kehamilan.

Tapi, ibu hamil juga harus berhati-hati saat mengonsumsi ikan. Batasi jenis makanan laut tertentu selama kehamilan karena merkuri dan kontaminan lainnya, tetapi salmon, sarden, dan teri dianggap aman untuk dikonsumsi.

Namun, ada baiknya memeriksa dari mana ikan tersebut ditangkap, terutama jika ditangkap secara lokal. Sebaiknya pilih salmon segar, karena makanan laut asap dapat membawa risiko listeria.

12. Telur

Ilustrasi telur rebus
Unsplash/Rasa Kasparaviciene

Telur mengandung sedikit hampir semua nutrisi yang ibu hamil butuhkan. Satu butir telur besar mengandung sekitar 71 kalori, 3,6 gram (g) protein, lemak, dan banyak vitamin serta mineral.

Telur merupakan sumber kolin yang baik, nutrisi penting selama kehamilan. Ini penting untuk perkembangan otak dan tulang belakang janin, Ma.

Makanan kaya nutrisi sangat penting bagi kesehatan ibu hamil dan janin. Sekarang Mama sudah mengetahui beberapa makanan agar janin cepat berkembang. Selain itu, Mama juga disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui makanan apa saja yang baik untuk dikonsumsi sesuai dengan kondisi Mama, ya.

Apa makanan kesukaan Mama selama hamil?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More