Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Ibu Hamil Jarang Makan Sayur, Apa Dampaknya pada Kehamilan?
Pexels/Ron Lach
  • Ibu hamil membutuhkan nutrisi seimbang, termasuk sayur yang kaya serat, vitamin, mineral, dan antioksidan penting untuk kesehatan ibu serta perkembangan janin.
  • Jarang makan sayur dapat meningkatkan risiko sembelit, menurunkan daya tahan tubuh, dan menyebabkan kekurangan folat serta zat besi selama kehamilan.
  • Bila sulit makan sayur karena mual atau tidak suka rasanya, ibu hamil disarankan mengolahnya dengan cara berbeda dan tetap menjaga pola makan bergizi seimbang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat hamil, Mama harus mengonsumsi makanan kaya nutrisi dan memiliki pola makan sehat dan seimbang.

Sayur kaya akan vitamin dan mineral yang baik untuk ibu hamil dan pertumbuhan janin. Namun, sebagian ibu hamil mungkin tidak suka makan sayur. Bila ini terjadi, bagaimana dengan kesehatan kehamilan? Tapi bila dipaksa, Mama mungkin akan merasa mual.

Meski sayur itu kaya manfaat, jika ibu hamil jarang makan sayur, apakah aman? Nah, bagi Mama yang kesulitan untuk makan sayur, yuk, simak dulu penjelasan Popmama berikut ini.

Ibu Hamil Jarang Makan Sayur

Pixabay/JillWellington

Meski sayur itu kaya nutrisi, mungkin tidak semua ibu hamil menyukai sayur. Tapi, apakah Mama bisa membahayakan kehamilan dan janin jika jarang makan sayur?

Selama hamil, kebutuhan nutrisi meningkat, Ma. Nutrisi dibutuhkan untuk mendukung kesehatan ibu hamil dan perkembangan janin.

Sayur adalah salah satu sumber nutrisi penting, Ma. Pasalnya, sayur kaya akan serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang dibutuhkan tubuh.

Bila Mama jarang mengonsumsi sayur, risiko yang mungkin muncul adalah:

  • Sembelit lebih sering terjadi

  • Asupan folat dan zat besi kurang optimal

  • Daya tahan tubuh menurun

  • Dalam jangka panjang, kekurangan nutrisi tertentu bisa memengaruhi kesehatan kehamilan

Jika ibu hamil sulit makan sayur karena mual atau tidak suka rasanya, maka bisa disiasati, lho. Mama bisa mengolahnya dengan cara yang berbeda atau dikombinasikan dengan menu lainnya.

Yang paling penting, kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi dengan pola makan yang seimbang, Ma.

Apa yang Perlu Dikonsumsi oleh Ibu Hamil selama Kehamilan?

Mengonsumsi makanan sehat selama hamil berarti Mama mendapatkan semua nutrisi yang Mama dan janin butuhkan.

Mama perlu memasukkan berbagai makanan dari kelompok utama berikut ke dalam makanan harian:

  • Buah dan sayuran. Usahakan untuk mengonsumsi antara lima hingga tujuh porsi buah dan sayuran setiap hari, dengan memilih lebih banyak sayuran daripada buah.

  • Makanan “bertepung”. Ini termasuk beberapa sayuran akar seperti kentang, pisang raja, dan ubi jalar, serta sereal gandum utuh seperti beras merah dan quinoa. Roti, biskuit, pasta, dan sereal sarapan juga termasuk dalam kelompok ini. Pilih varietas gandum utuh jika memungkinkan.

  • Makanan kaya protein. Ini termasuk daging tanpa lemak, ikan, telur, dan kacang-kacangan, seperti kacang dan lentil. Usahakan untuk mengonsumsi dua porsi ikan atau lebih per minggu, termasuk setidaknya satu porsi – tetapi tidak lebih dari dua porsi – ikan berlemak seperti makarel atau sarden.

  • Olahan susu. Ini termasuk susu, keju, dan yogurt, yang merupakan sumber kalsium yang baik. Varietas yang rendah lemak dan gula adalah pilihan yang paling sehat.

Apakah Mama Perlu Mengonsumsi Vitamin?

Pexels/Polina Tankilevitch

Mengonsumsi vitamin kehamilan akan memastikan Mama mendapatkan nutrisi yang tepat. Ini mungkin berguna jika ada beberapa hari di mana Mama tidak berhasil mendapatkan porsi buah dan sayuran yang cukup, atau jika mual membuat Mama kehilangan selera makan.

Namun, yang terbaik adalah mendapatkan nutrisi dari makanan yang sehat, jadi jangan bergantung pada tablet vitamin. Ini seharusnya menjadi tambahan di atas kebaikan yang Mama dapatkan dari makanan.

Selain itu, diskusikan juga dengan dokter sebelum mengonsumsi vitamin atau suplemen kehamilan, ya, Ma.

Makanan yang Harus Dihindari oleh Ibu Hamil

Unsplash/David Foodphototasty

Saat hamil, risiko keracunan makanan meningkat. Keamanan makan meliputi sering mencuci tangan dan memasak serta menyimpan makanan dengan aman.

Meskipun banyak makanan aman dikonsumsi selama kehamilan, beberapa jenis makanan harus dibatasi atau dihindari untuk melindungi Mama dan janin.

Makanan yang harus dihindari selama kehamilan:

  • Produk susu mentah atau tidak dipasteurisasi, termasuk susu, yogurt, dan keju

  • Keju lunak, semi-lunak, dan berurat biru yang dipasteurisasi atau tidak dipasteurisasi

  • Jus dan sari buah apel yang tidak dipasteurisasi

  • Telur mentah atau setengah matang

  • Sosis dan daging olahan, kecuali dimasak hingga panas mengepul

  • Daging, unggas, ikan, dan makanan laut mentah atau setengah matang

  • Kecambah mentah, termasuk alfalfa, semanggi, lobak, dan kacang hijau

  • Pate, termasuk pate vegetarian

Itu penjelasan tentang ibu hamil jarang makan sayur. Meski tidak suka sayur, sebaiknya Mama berusaha mengonsumsi sayur agar kebutuhan nutrisi hariannya selalu terpenuhi!

Editorial Team

Related Article