Aman Nggak sih Mengendarai Sepeda Motor Saat Hamil?

Motor memiliki risiko yang lebih, maka dari itu Mama harus berhati-hati

14 Juli 2018

Aman Nggak sih Mengendarai Sepeda Motor Saat Hamil
Flickr.com/Adam

Mama setuju dong kalau dengan sepeda motor kita bisa nyelap-nyelip ketika macet. Banyak dari pekerja atau pegawai juga memilih motor sebagai alat transportasi agar tidak terlambat ke kantor. Apakah Mama juga seperti itu?

Namun, Mama perlu ingat bahwa segala sesuatu itu memiliki kelebihan dan kekurangan. Begitupun dengan motor.

Bagi Mama yang sedang hamil trimester pertama atau trimester ketiga harus lebih berhati-hati, bahkan usahakan untuk tidak mengendarai motor ya, Ma!

Sebenarnya motor tidak sepenuhnya disalahkan dalam hal ini, Ma. Kondisi lalu lintas, jalanan bergelombang dan berlubang juga jadi alasannya.

Kendaraan beroda dua itu lebih “kasar” dibandingkan dengan kendaraan roda empat. Kasar di sini maksudnya adalah saat menggunakan motor, Mama akan merasakan guncangan yang jauh lebih besar di perjalanan.

Motor juga memerlukan keseimbangan yang lebih dibandingkan mobil, karena motor hanya punya dua roda. Motor juga memiliki risiko yang lebih, karena ada kemungkinan lebih besar untuk jatuh dan melukai diri Mama sendiri jika terjadi ketidakseimbangan

Bahkan, ada dokter yang menyarankan untuk menjauhi jalan sepenuhnya selama trimester pertama Mama.

Maka dari itu, apa pun dan bagaimanapun perjalanan Mama, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter Mama, ya!

Namun, ketika tidak mengendarai motor adalah pilihan yang sulit karena tidak praktis Mama. Maka, yang bisa dilakukan adalah Mama harus jauh lebih berhati-hati.

Dilansir dari beingtheparent.com, berikut Popmama.com sampaikan hal-hal yang harus diperhatikan ketika mengendarai motor saat kehamilan

1. Pakai helm

1. Pakai helm
Unsplash/Peter Hershey

Memakai helm itu tidak hanya diwajibkan untuk Mama yang sedang hamil. Memakai helm itu wajib bagi setiap orang yang menggunakan alat transportasi kendaraan beroda dua yaitu motor.

Dalam Pasal 57 Undang-undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Ayat 1 menyebutkan bahwa setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan wajib dilengkapi dengan perlengkapan kendaraan bermotor.

Kemudian, dijelaskan lagi pada ayat 2 bahwa perlengkapan sebagaimana di maksud pada ayat (1) bagi sepeda motor berupa helm berstandar nasional Indonesia. Selain karena alasan tersebut, penggunaan helm akan mengurangi risiko cedera kepala saat terjadinya kecelakaan. 

2. Gunakan jaket visibilitas tinggi

2. Gunakan jaket visibilitas tinggi
topmotorcyclejackets.com

Ratusan bahkan ribuan kecelakaan motor yang fatal terjadi setiap tahunnya lho, Ma. Salah satu alasannya adalah karena pengemudi mobil tidak memerhatikan kehadiran motor di jalan raya.

Nah, cara terbaik untuk meningkatkan kehadiran Mama di jalanan adalah dengan memakai pakaian atau jaket dengan visibilitas tinggi.

Studi menemukan bahwa dengan menggunakan pakaian dengan visibilitas tinggi dapat mengurangi 37% kemungkinan Mama terlibat dalam kecelakaan. 

Editors' Pick

3. Hindari jam-jam sibuk

3. Hindari jam-jam sibuk
Unsplash/RayBay

Cobalah untuk menghindari jam sibuk di pagi dan sore hari ya, Ma.

Selain karena memakan waktu perjalanan yang lebih lama, berada di bawah sinar matahari dan berada di lingkungan yang dikepung asap terlalu lama itu tidak baik untuk kehamilan Mama.

Jadi, pertimbangkan kapan waktu yang baik untuk melakukan perjalanan ya, Ma!

4. Pilih jalan yang familiar

4. Pilih jalan familiar
Unsplash/Osman Rana

Selalu pilih jalan yang familiar ya Mama! Hal ini dilakukan untuk mencegah ketidaktahuan Mama pada polisi tidur dan jalan berlubang yang dapat membahayakan Mama dan kandungan.

Cobalah perhatikan sisi kanan dan kiri, pastikan Mama tahu di mana rumah sakit atau klinik terdekat pada rute jalan Mama lalui.

Jadi, ketika kondisi Mama tidak baik, Mama tahu harus pergi ke mana. 

5. Beritahu pengemudi bahwa Mama sedang hamil

5. Beritahu pengemudi bahwa Mama sedang hamil
Unsplash/Ashton Mullins

Seperti yang telah disebutkan, Mama akan merasakan guncangan lebih saat perjalanan menggunakan alat transportasi motor.

Jadi, jika Mama dibonceng orang lain, misalnya oleh abang ojek online, pastikan pengemudi mengetahui bahwa Mama sedang hamil.

Dengan begitu, si pengemudi akan mengendarai motor lebih berhati-hati. Bisa juga dengan berjalan lebih lambat dari biasanya dan tentunya pengemudi motor akan sangat menghindari jalan tidak rata atau jalan berlubang. 

6. Bawalah air minum

6. Bawalah air minum
Pexels

Dikutip dari halaman todaysparent.com, disebutkan bahwa seorang perempuan hamil membutuhkan rata-rata sekitar 10 cangkir (2,3 liter) cairan per hari.

Ini sudah termasuk rekomendasi tiga hingga empat gelas susu atau minuman kedelai yang diperkaya kalsium.

Karena terkadang kita tidak bisa memperkirakan dengan tepat berapa waktu yang dibutuhkan untuk mencapai sebuah lokasi, ada baiknya selalu bawa air minum ke mana pun, termasuk bawa air minum saat berkendara motor ya, Ma! Hal ini dilakukan agar Mama tidak mengalami dehidrasi atau kehilangan cairan tubuh. 

7. Hindari naik motor ketika atau setelah hujan

7. Hindari naik motor ketika atau setelah hujan
Unsplash/Wes Hicks

Hindari menaiki motor saat atau setelah hujan ya, Ma! Alasannya adalah karena kondisi jalan sangat berisiko bagi setiap pengendara.

Air hujan menyebabkan jalanan basah, licin, dan dapat menggenangi serta menutup lubang-lubang di jalan.

Ketiga hal yang disebutkan barusan dapat meningkatkan risiko kecelakaan contohnya yaitu ban selip, kemudian guncangan bahkan dapat membuat pengendara kehilangan keseimbangan setelah melalui lubang yang tertutup genangan air. Jadi, lebih baik bersabar tunggu hujan berhenti ya, Ma!

Nah, itulah hal-hal yang perlu Mama perhatikan, ya! Karena keselamatan Mama dan calon bayi dalam kandungan adalah segalanya. Hati-hati dalam berkendara!

The Latest