Selama masa kehamilan, tubuh Mama membutuhkan asupan nutrisi yang lebih banyak untuk mendukung kesehatan diri sendiri sekaligus tumbuh kembang janin di dalam kandungan. Karena itu, menjaga pola makan bergizi seimbang menjadi hal penting yang perlu diperhatikan setiap hari.
Minum Susu Bisa Menurunkan Risiko Komplikasi Kehamilan, Menurut Studi

Penelitian di jurnal BMJ Open menunjukkan konsumsi susu probiotik saat hamil dapat menurunkan risiko kehmilan.
Analisis terhadap 70.000 ibu hamil Norwegia menemukan bahwa yoghurt dan produk susu fermentasi lain berperan dalam menekan peradangan.
Meski hasilnya menjanjikan, para ahli menegaskan perlunya riset lanjutan untuk menentukan jenis probiotik paling efektif.
Salah satu sumber nutrisi yang sering dianjurkan selama hamil adalah susu, karena mengandung protein, kalsium, vitamin D, fosfor, hingga berbagai vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh selama masa kehamilan. Melansir dari The Bump, sejumlah penelitian menemukan bahwa konsumsi susu probiotik selama kehamilan dikaitkan dengan penurunan risiko beberapa komplikasi kehamilan.
Untuk itu, berikut Popmama.com rangkum tentang minum susu bisa menurunkan risiko komplikasi kehamilan, menurut studi!
Table of Content
Minum Susu Probiotik dapat Membantu Menurunkan Risiko Komplikasi Kehamilan

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal BMJ Open menemukan bahwa konsumsi susu probiotik selama kehamilan dapat membantu menurunkan risiko kelahiran prematur serta preeklampsia. Probiotik sendiri merupakan bakteri baik yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan biasanya terdapat pada produk fermentasi seperti kefir atau yoghurt.
Menariknya, manfaat tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh jenis susu yang dikonsumsi, tetapi juga waktu konsumsinya. Studi menunjukkan bahwa susu probiotik yang diminum pada awal kehamilan cenderung memberikan efek perlindungan yang lebih optimal.
Penelitian yang Dilakukan

Para peneliti menganalisis data dari sekitar 70.000 perempuan hamil yang berpartisipasi dalam Studi Kohort Ibu dan Anak Norwegia. Dalam penelitian ini, para peserta diminta mengisi kuesioner yang berkaitan dengan gaya hidup mereka, termasuk seberapa sering mereka mengonsumsi produk susu probiotik.
Kuesioner tersebut juga mencakup pertanyaan tentang riwayat kesehatan dan pola hidup selama masa kehamilan, terutama pada usia kehamilan 15 hingga 30 minggu. Selain itu, para ibu juga diminta mencatat pola makan mereka saat usia kehamilan memasuki minggu ke-22.
Dari hasil penelitian, yoghurt juga termasuk dalam kategori yang diteliti. Hal ini menunjukkan bahwa yoghurt bisa menjadi salah satu pilihan yang mudah dan umum untuk membantu meningkatkan asupan probiotik selama kehamilan.
Menurunkan Risiko Kelahiran Prematur

Dokter kandungan dari Rumah Sakit Universitas Sahlgrenska, Swedia, Dr. Mahsa Nordqvist, menjelaskan bahwa salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur adalah tingginya tingkat peradangan (inflamasi) dalam tubuh ibu hamil. Kondisi ini dapat mengganggu proses kehamilan dan perkembangan janin.
Berdasarkan hal tersebut, penelitian kemudian meneliti apakah asupan tertentu dapat membantu menurunkan peradangan tersebut. Hasilnya, konsumsi susu probiotik pada awal kehamilan diketahui berkaitan dengan penurunan risiko kelahiran prematur hingga sekitar 21 persen dibandingkan ibu hamil yang tidak mengonsumsinya.
“Persalinan prematur seringkali dihubungkan dengan infeksi yang menyebabkan pembengkakan di tubuh. Jika respons inflamasi dapat diturunkan sejak awal kehamilan, maka risiko melahirkan dini pun akan menurun,” ujar Dr. Mahsa Nordqvist.
Menurunkan Risiko Preeklampsia

Selain berkaitan dengan risiko kelahiran prematur, Dr. Mahsa Nordqvist menjelaskan bahwa konsumsi susu probiotik juga diduga berperan dalam menurunkan risiko komplikasi kehamilan lainnya, salah satunya preeklampsia. Hal ini diperkuat oleh hasil penelitian yang menunjukkan bahwa ibu hamil yang mengonsumsi susu probiotik pada akhir kehamilan memiliki risiko preeklampsia sekitar 20 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya.
Preeklampsia sendiri merupakan kondisi serius pada ibu hamil yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, meningkatnya kadar protein dalam urine, serta pembengkakan pada beberapa bagian tubuh, yang dapat memengaruhi berbagai organ dan berdampak pada kesehatan ibu maupun janin.
Dibutuhkan Penelitian Lebih Lanjut

Para peneliti mencatat bahwa studi yang dilakukan masih memiliki sejumlah keterbatasan. Salah satunya, penelitian ini belum dapat menentukan secara spesifik jenis produk susu probiotik maupun strain bakteri yang paling berperan dalam menurunkan peradangan. Selain itu, penelitian ini juga belum bisa membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung.
Dokter kandungan Kendra Segura, MD, menjelaskan bahwa probiotik umumnya dianggap aman untuk dikonsumsi selama kehamilan. Namun, tidak semua tenaga kesehatan secara rutin merekomendasikannya, karena produk probiotik yang beredar memiliki variasi kandungan yang sangat beragam.
Oleh karena itu, ibu hamil tetap disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen apa pun, termasuk probiotik, agar penggunaannya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Nah itu dia penjelasan terkait minum susu bisa menurunkan risiko komplikasi kehamilan menurut studi.


















