Popmama.com/Titin Sahra Melani/AI
Faktanya, ibu hamil tetap boleh mengonsumsi nanas dalam jumlah yang wajar. Hingga saat ini, belum ada penelitian berkualitas tinggi yang membuktikan bahwa makan nanas, termasuk nanas muda, dapat menyebabkan keguguran.
Mitos ini biasanya dikaitkan dengan kandungan bromelain yang terdapat pada nanas. Dibandingkan nanas matang, nanas muda memang mengandung bromelain lebih tinggi.
Bromelain merupakan enzim protease yang dapat memecah protein. Dalam jumlah yang sangat besar, ekstrak bromelain memang pernah digunakan sebagai obat aborsi tradisional di beberapa negara. Namun, jumlah bromelain yang terdapat pada 1–2 potong nanas sebenarnya sangat kecil.
Menurut jurnal Nutrients (2012), satu potong nanas sekitar 100 gram hanya mengandung 0,5–1 mg bromelain aktif. Jumlah tersebut dinilai terlalu sedikit untuk memengaruhi rahim. Hal ini juga didukung oleh sejumlah penelitian. Studi di Thailand pada 2005 yang melibatkan 480 ibu hamil tidak menemukan peningkatan risiko keguguran pada kelompok yang rutin mengonsumsi nanas, termasuk nanas muda.
Temuan serupa juga terlihat dalam studi di Brasil pada 2016 terhadap 2.500 ibu hamil trimester pertama. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa konsumsi nanas hingga 200 gram per hari tidak berhubungan dengan keguguran spontan.
Selain itu, meta-analisis tahun 2020 yang diterbitkan dalam Journal of Obstetrics and Gynaecology dan menggabungkan delapan penelitian dengan total sekitar 15.000 ibu hamil juga menyimpulkan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan nanas, baik muda maupun matang, meningkatkan risiko keguguran jika dikonsumsi dalam jumlah yang normal.