Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Ibu Melahirkan Tidak Boleh Tutup Mata saat Mengejan, Ini Alasannya!

Ibu Melahirkan Tidak Boleh Tutup Mata saat Mengejan, Ini Alasannya!
Pexels/Tom Fisk
Intinya Sih
  • Menutup mata saat mengejan bisa meningkatkan tekanan di kepala dan mata, berisiko menyebabkan perdarahan subkonjungtiva atau pecahnya pembuluh darah kecil pada bagian putih mata.
  • Membuka mata membantu ibu tetap fokus mengikuti arahan dokter atau bidan, sehingga proses persalinan berlangsung lebih terarah dan terkendali.
  • Menjaga mata terbuka membuat tubuh lebih rileks dan tenaga mengejan tersalurkan efektif ke otot perut serta dasar panggul untuk mempermudah keluarnya bayi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Proses persalinan normal menjadi momen yang penuh perjuangan bagi setiap ibu. Saat kontraksi semakin kuat dan tiba waktunya mengejan, tidak sedikit ibu yang secara refleks memejamkan mata sambil mengerahkan seluruh tenaga. 

Padahal, kebiasaan ini ternyata tidak disarankan oleh tenaga medis.

Menutup mata saat mengejan dapat membuat tekanan di kepala meningkat sehingga berisiko menyebabkan perdarahan subkonjungtiva, yaitu pecahnya pembuluh darah kecil pada bagian putih mata. Selain itu, beberapa ahli juga menilai bahwa memejamkan mata dapat membuat ibu lebih berfokus pada rasa nyeri dibandingkan proses persalinan yang sedang dijalani.

Karena itu, ibu hamil perlu memahami teknik mengejan yang tepat, termasuk menjaga mata tetap terbuka dan mengarahkan pandangan selama proses persalinan. Lantas, mengapa ibu melahirkan disarankan tidak menutup mata saat mengejan? 

Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya!

Table of Content

1. Mencegah pecahnya pembuluh darah mata (perdarahan subkonjungtiva)

1. Mencegah pecahnya pembuluh darah mata (perdarahan subkonjungtiva)

Ibu melahirkan
Unsplash.com/olivialu10

Saat mengejan, tekanan di dalam dada, kepala, dan mata akan meningkat secara alami. Jika ibu mengejan terlalu kuat sambil menutup mata rapat dan menegangkan wajah, tekanan di area mata dapat bertambah sehingga pembuluh darah kecil pada konjungtiva berisiko pecah.

Kondisi ini dikenal sebagai perdarahan subkonjungtiva, yaitu munculnya bercak merah pada bagian putih mata setelah melahirkan. Meski umumnya tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu, teknik mengejan yang benar dapat membantu mengurangi risiko terjadinya kondisi tersebut.

2. Membantu ibu tetap fokus saat mengejan

ibu melahirkan
Pexels/Saúl Sigüenza

Membuka mata saat mengejan dapat membantu ibu lebih mudah mengikuti arahan dari dokter atau bidan, misalnya kapan harus menarik napas, mulai mengejan, atau beristirahat. Dengan begitu, proses persalinan dapat berlangsung lebih terarah dan ibu tidak kehilangan fokus.

Sebagian ibu juga merasa lebih tenang ketika memusatkan pandangan pada satu titik, seperti ke arah perut atau wajah pendamping persalinan. Cara ini bukan menghilangkan rasa sakit, tetapi dapat membantu ibu tetap berkonsentrasi dan mengendalikan proses mengejan dengan lebih baik.

3. Membantu tubuh tetap rileks selama persalinan

ilustrasi ibu melahirkan
Pexels/Jozemara Friorili Lemes

Saat mata terpejam rapat, tidak jarang ibu juga mengerutkan dahi, mengatupkan rahang, dan menegangkan otot leher. Ketegangan ini dapat membuat tubuh bagian atas menjadi lebih kaku sehingga proses mengejan terasa kurang nyaman.

Sebaliknya, menjaga mata tetap terbuka dapat membantu ibu mempertahankan postur tubuh yang lebih rileks. Kondisi ini memudahkan ibu mengatur napas dan mengikuti instruksi tenaga kesehatan selama proses persalinan.

4. Membantu tenaga mengejan lebih efektif

ibu melahirkan
Pexels/Hannah Barata (ibu melahirkan)

Teknik mengejan yang benar adalah mengarahkan tenaga ke otot perut dan dasar panggul untuk membantu mendorong bayi keluar melalui jalan lahir. Jika tenaga justru tertahan di wajah, leher, atau bahu, dorongan saat mengejan menjadi kurang optimal.

Karena itu, dokter atau bidan biasanya mengingatkan ibu untuk tidak menutup mata terlalu rapat maupun menegangkan wajah. Dengan tubuh bagian atas tetap rileks, tenaga dapat lebih terfokus ke arah bawah sehingga proses mengejan menjadi lebih efektif.

Itulah tadi informasi mengenai ibu melahirkan tidak boleh tutup mata saat mengejan. Semoga membantu ya!

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany

Related Articles

See More