- Batasi konsumsi sekitar 1–2 potong sedang atau 150–200 gram per hari. Porsi ini umumnya masih tergolong aman karena kandungan bromelain di dalamnya sangat sedikit.
- Utamakan memilih nanas yang sudah matang. Selain rasanya lebih manis, nanas matang juga memiliki kadar bromelain yang lebih rendah dibandingkan nanas muda sehingga lebih nyaman dikonsumsi.
- Hindari makan nanas muda dalam jumlah banyak sekaligus. Misalnya mengonsumsi satu buah utuh atau dibuat menjadi segelas besar jus. Keasaman yang tinggi dapat membuat sebagian orang mengalami mulas atau kram.
- Potong nanas menjadi bagian kecil sebelum dimakan. Mengunyahnya secara perlahan juga dapat membantu mengurangi rasa perih pada lidah atau mulut akibat enzim bromelain.
- Jika memiliki mag, sebaiknya jangan mengonsumsi nanas saat perut kosong. Kandungan asam alaminya dapat memicu rasa perih di ulu hati maupun mual.
- Bila memiliki alergi terhadap nanas atau kehamilan berisiko tinggi, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Dengan begitu, Mama bisa mendapatkan saran yang sesuai dengan kondisi kehamilan.
Mitos atau Fakta, Ibu Hamil Tidak Boleh Makan Nanas? Ini Penjelasannya

Mitos bahwa nanas menyebabkan keguguran tidak terbukti secara ilmiah, penelitian menunjukkan konsumsi wajar, termasuk nanas muda, aman bagi ibu hamil.
Nanas mengandung vitamin C, serat, mangan, dan folat yang bermanfaat untuk daya tahan tubuh, pencernaan, serta perkembangan janin selama kehamilan.
Ibu hamil disarankan membatasi konsumsi 150–200 gram per hari dan memilih nanas matang agar lebih aman serta nyaman dikonsumsi.
Banyak ibu hamil merasa ragu saat ingin makan nanas karena khawatir dapat membahayakan kehamilan. Kekhawatiran ini muncul dari mitos yang sudah lama beredar bahwa nanas, terutama nanas muda, dapat memicu kontraksi hingga menyebabkan keguguran. Tak heran, banyak Mama akhirnya memilih menghindari buah ini selama masa kehamilan.
Padahal, nanas merupakan buah yang kaya akan nutrisi. Buah ini mengandung vitamin C yang membantu menjaga daya tahan tubuh, serat yang baik untuk pencernaan, serta mangan dan folat yang berperan dalam mendukung kesehatan ibu dan perkembangan janin. Nanas juga mengandung enzim bromelain, yaitu zat yang sering dikaitkan dengan munculnya mitos tersebut.
Lalu, mitos atau fakta ibu hamil tidak boleh makan nanas? Agar Mama tidak salah paham, berikut Popmama.com telah merangkum penjelasannya.
Mitos atau Fakta Ibu Hamil Tidak Boleh Makan Nanas?

Faktanya, ibu hamil tetap boleh mengonsumsi nanas dalam jumlah yang wajar. Hingga saat ini, belum ada penelitian berkualitas tinggi yang membuktikan bahwa makan nanas, termasuk nanas muda, dapat menyebabkan keguguran.
Mitos ini biasanya dikaitkan dengan kandungan bromelain yang terdapat pada nanas. Dibandingkan nanas matang, nanas muda memang mengandung bromelain lebih tinggi.
Bromelain merupakan enzim protease yang dapat memecah protein. Dalam jumlah yang sangat besar, ekstrak bromelain memang pernah digunakan sebagai obat aborsi tradisional di beberapa negara. Namun, jumlah bromelain yang terdapat pada 1–2 potong nanas sebenarnya sangat kecil.
Menurut jurnal Nutrients (2012), satu potong nanas sekitar 100 gram hanya mengandung 0,5–1 mg bromelain aktif. Jumlah tersebut dinilai terlalu sedikit untuk memengaruhi rahim. Hal ini juga didukung oleh sejumlah penelitian. Studi di Thailand pada 2005 yang melibatkan 480 ibu hamil tidak menemukan peningkatan risiko keguguran pada kelompok yang rutin mengonsumsi nanas, termasuk nanas muda.
Temuan serupa juga terlihat dalam studi di Brasil pada 2016 terhadap 2.500 ibu hamil trimester pertama. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa konsumsi nanas hingga 200 gram per hari tidak berhubungan dengan keguguran spontan.
Selain itu, meta-analisis tahun 2020 yang diterbitkan dalam Journal of Obstetrics and Gynaecology dan menggabungkan delapan penelitian dengan total sekitar 15.000 ibu hamil juga menyimpulkan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan nanas, baik muda maupun matang, meningkatkan risiko keguguran jika dikonsumsi dalam jumlah yang normal.
Manfaat Buah Nanas untuk Ibu Hamil

Jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar, nanas dapat menjadi salah satu pilihan buah yang baik selama kehamilan karena mengandung berbagai nutrisi penting.
Vitamin C di dalam nanas berperan membantu menjaga daya tahan tubuh sekaligus meningkatkan penyerapan zat besi, sehingga dapat membantu mencegah anemia pada ibu hamil. Kandungan seratnya juga baik untuk melancarkan pencernaan dan membantu mengurangi risiko sembelit, keluhan yang cukup sering dialami selama kehamilan.
Selain itu, nanas mengandung mangan yang berperan dalam mendukung pembentukan tulang dan jaringan tubuh janin. Nanas juga mengandung folat alami yang penting untuk mendukung perkembangan sistem saraf janin serta membantu menurunkan risiko cacat tabung saraf.
Sementara itu, kandungan bromelain dalam jumlah kecil diduga memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu meredakan pembengkakan ringan, meski manfaat ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Kapan Konsumsi Nanas Perlu Dibatasi selama Kehamilan?

Meski aman bagi sebagian besar ibu hamil, ada beberapa kondisi yang membuat konsumsi nanas sebaiknya dibatasi atau dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter.
Misalnya pada Mama yang memiliki alergi nanas, mengalami mag atau GERD berat karena asam nanas dapat memperparah heartburn, maupun pada kehamilan berisiko tinggi seperti memiliki riwayat keguguran berulang, serviks lemah, atau plasenta previa.
Namun, pada kondisi tersebut sekalipun, risiko keguguran akibat makan nanas tetap belum terbukti secara ilmiah.
Tips Aman Mengonsumsi Nanas selama Hamil

Mama tidak perlu langsung menghindari nanas selama hamil. Selama dikonsumsi dengan cara yang tepat dan dalam jumlah yang tidak berlebihan, buah ini tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehari-hari.
Berikut tips yang bisa Mama terapkan:
Makanan yang Perlu Lebih Diwaspadai daripada Nanas

Nanas bukanlah makanan yang paling perlu dikhawatirkan selama kehamilan. Justru, ada beberapa jenis makanan lain yang memiliki risiko lebih jelas sehingga perlu lebih diwaspadai oleh ibu hamil.
Berikut makanan yang sebaiknya Mama batasi atau hindari selama kehamilan.
- Daging mentah atau belum matang sempurna. Makanan ini dapat membawa parasit toksoplasma maupun bakteri berbahaya yang berisiko menyebabkan keguguran atau gangguan pada janin.
- Ikan yang mengandung merkuri tinggi. Contohnya ikan tuna berukuran besar dan ikan makarel raja. Jika dikonsumsi terlalu sering, kandungan merkurinya dapat memengaruhi perkembangan otak dan saraf janin.
- Keju lunak yang tidak dipasteurisasi. Jenis keju ini berisiko mengandung bakteri Listeria yang dapat menyebabkan infeksi serius pada ibu hamil serta meningkatkan risiko bayi lahir dalam kondisi meninggal.
- Minuman beralkohol. Hingga saat ini tidak ada batas konsumsi alkohol yang dinilai aman selama kehamilan karena dapat meningkatkan risiko sindrom alkohol janin yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan si Kecil.
Kapan Mama Perlu Memeriksakan Diri ke Dokter?

Bila setelah mengonsumsi nanas muncul keluhan yang tidak biasa, segera lakukan pemeriksaan ke dokter, terutama jika mengalami:
- Perdarahan.
- Kram perut hebat seperti akan melahirkan.
- Kontraksi rahim yang kuat sebelum waktunya.
- Demam tinggi atau muncul ruam.
Nah, itu dia penjelasan mengenai mitos atau fakta ibu hamil tidak boleh makan nanas. Dengan mengetahui faktanya, Mama tidak perlu khawatir selama mengonsumsinya dalam porsi yang wajar. Semoga informasi ini membantu, ya, Ma!





















