Gangguan tidur
Kehamilan dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan membuat Mama lebih sering bangun, sehingga memengaruhi siklus tidur. Gangguan ini dapat mempengaruhi tahap rapid eye movement (REM) tidur ketika mimpi terjadi.
Seseorang yang terbangun selama tidur REM mungkin lebih mudah mengingat mimpinya, membuatnya merasa lebih sering atau lebih hidup.
Antisipasi, kekhawatiran, atau stres
Beberapa ilmuwan percaya bahwa mimpi dapat membantu otak memproses emosi. Ibu hamil umumnya mengalami perubahan emosional yang intens, terutama pada trimester pertama dan ketiga.
Penelitian juga menunjukkan bahwa kecemasan terkait kehamilan dapat meningkat selama minggu-minggu terakhir kehamilan.
Satu studi pada 2013 mencatat bahwa mimpi tentang keselamatan janin biasa terjadi di awal trimester ketiga. Kemudian mulai berkurang setelah 36 minggu ketika risiko komplikasi kehamilan mulai turun tajam.
Tingkat hormon
Hormon yang diproduksi tubuh selama kehamilan juga memengaruhi tidur, yang dapat mengubah mimpi seseorang. Namun, ada sedikit penelitian tentang topik ini.
Sebuah studi 2015 mencatat bahwa jumlah tidur sering meningkat selama trimester pertama. Namun, seiring waktu, panjang dan kualitas tidur rata-rata menurun. Tepat sebelum melahirkan, tubuh memproduksi lebih banyak oksitosin, yang dapat memperburuk insomnia.
Studi lain terhadap lebih dari 400 peserta menunjukkan bahwa lebih dari dua pertiga ibu hamil memiliki kualitas tidur yang buruk.
Jika Mama tidak tidur nyenyak seperti biasanya karena perubahan hormonal, mungkin Mama terbangun selama tidur REM dan mengingat mimpi lebih jelas.