Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Phthalates Dapat Mengganggu Perkembangan Bayi di Dalam Kandungan
Pexels/IARA MELO
  • Phthalates adalah bahan kimia yang dapat mengganggu sistem hormon dan perkembangan janin, dengan risiko seperti kelahiran prematur serta gangguan reproduksi di masa depan.
  • Paparan phthalates sejak dalam kandungan dapat menurunkan kadar testosteron dan meningkatkan risiko masalah kesuburan pada anak laki-laki saat dewasa.
  • Meskipun sulit dihindari sepenuhnya, paparan phthalates bisa dikurangi dengan memilih produk bebas phthalate, menggunakan wadah non-plastik, dan mengonsumsi makanan segar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sebuah investigasi dari Washington Post meninjau puluhan tahun penelitian dan berbicara dengan ilmuwan serta pakar medis untuk memahami bagaimana bahan kimia plastik memengaruhi kesehatan manusia.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah phthalates, sebuah bahan kimia yang kerap digunakan untuk membuat plastik. Selain itu, phthalates juga bisa ditemukan pada sabun, sampo, cat kuku, parfum, detergen, produk perawatan kulit, dan hair spray.

Lantas, benarkah bahan kimia phthalates berbahaya bagi ibu hamil dan janin? Simak pembahasan selengkapnya telah Popmama.com melansir dari laman The Bump

1. Phthalates dapat mengganggu hormon dan perkembangan janin

Pexels/Anna Shvets

Penelitian menunjukkan bahwa phthalates dapat menjadi endocrine disruptors, yaitu zat berbahaya dan dapat mengganggu sistem hormon yang berperan penting dalam perkembangan bayi. 

Karena zat ini dapat melewati plasenta, bayi bisa langsung terpapar sejak dalam kandungan. Berbagai studi mengaitkan paparan phthalates selama masa kehamilan dengan sejumlah risiko, seperti kelahiran prematur, ADHD, hingga potensi gangguan reproduksi di masa depan. 

2. Risiko lebih besar pada kesuburan anak laki-laki ke depannya

Pexels/Leah Newhouse

Dari berbagai penelitian pada hewan dan manusia, ditemukan bahwa zat ini bisa mengganggu produksi hormon testosteron, yaitu hormon penting yang berperan dalam perkembangan organ reproduksi sejak bayi masih di dalam kandungan.

Akibatnya, anak laki-laki yang sudah terpapar phthalates sejak dalam kandungan memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah reproduksi saat dewasa nanti. 

Beberapa di antaranya adalah jumlah sperma yang lebih rendah hingga kesulitan untuk memiliki keturunan. Karena itulah, dampak phthalates terhadap kesehatan reproduksi terus diteliti secara serius oleh para ahli.

Anak laki-laki yang terpapar phthalates dalam kandungan terbukti memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah reproduksi di kemudian hari, termasuk jumlah sperma yang lebih rendah dan tantangan kesuburan.

3. Paparan phthalates sulit dihindari sepenuhnya

Pexels/IARA MELO

Di sisi lain, para ahli menekankan bahwa sangat sulit untuk benar-benar menghindari phthalates.

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) bahkan menyarankan dokter kandungan untuk menanyakan paparan lingkungan pada pasien, termasuk penggunaan produk perawatan dan konsumsi makanan cepat saji yang mungkin mengandung phthalates.

Zat ini bisa ditemukan di berbagai tempat, mulai dari kemasan makanan, debu rumah tangga, hingga banyak produk sehari-hari. Karena hampir semua orang memiliki tingkat paparan tertentu, sulit untuk menentukan batas aman atau berbahaya secara pasti.

4. Cara sederhana agar terhindar dari bahan kimia phthalates

Freepik/pvproductions

Meski sulit dihindari sepenuhnya, Mama tetap bisa mengurangi paparan phthalates dengan melakukan beberapa perubahan sederhana, terutama di trimester pertama yang merupakan masa penting perkembangan janin.

Berikut cara yang bisa dilakukan:

  • Gunakan wadah berbahan kaca atau stainless steel sebagai pengganti plastik, terutama saat menyimpan atau memanaskan makanan panas. Suhu tinggi dapat mempercepat pelepasan bahan kimia dari plastik ke dalam makanan.

  • Biasakan untuk memeriksa label pada produk perawatan diri. Pilih produk dengan keterangan ‘phthalate-free’ atau ‘fragrance-free’ agar lebih aman digunakan selama kehamilan.

  • Utamakan konsumsi makanan segar dan minim proses. Memasak sendiri dengan bahan-bahan utuh dapat membantu mengurangi paparan phthalates yang sering ditemukan dalam makanan kemasan dan fast food.

Pada akhirnya, mengurangi paparan tidak harus dilakukan secara ekstrem. Fokuslah pada langkah-langkah kecil yang terasa mudah dan realistis untuk dilakukan sehari-hari. 

Ingat, perubahan sederhana yang dilakukan secara konsisten tetap bisa memberikan dampak positif bagi kesehatan Mama dan si Kecil. Semoga informasinya membantu, ya, Ma. 

Editorial Team