Hormon hCG Rendah Bisa Jadi Tanda Keguguran, Pelajari Penyebabnya!

Sebanyak 26% kehamilan berakhir dengan keguguran, dengan penyebab yang tak bisa dijelaskan

8 Juni 2021

Hormon hCG Rendah Bisa Jadi Tanda Keguguran, Pelajari Penyebabnya
Freepik/Pressfoto

Keguguran adalah hal yang sangat menyakitkan bagi calon orangtua. Sebagaimana dilansir dari Medical News Today, sebanyak 26 persen kehamilan berakhir dengan kematian janin. Sedihnya, kadang dokter pun tak bisa menjelaskan kenapa hal ini terjadi.

Namun faktanya, ada banyak faktor yang memicu keguguran. Peneliti menyimpulkan bahwa kejadian ini sebagian besar dipicu oleh kelainan pada janin itu sendiri. Selain itu, kondisi fisik ibu juga memberikan pengaruh signifikan. Namun satu yang selama ini tidak diperhitungkan adalah kadar hormon hCG.

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa rendahnya hormon hCG kemungkinan berkaitan dengan kemampuan janin untuk bertahan hidup. Semakin rendah kadarnya, maka daya tahan janin juga semakin sedikit, sehingga peluang keguguran juga semakin besar.

Pengaruh kadar hCG terhadap kandungan dan janin saat ini menjadi perhatian banyak peneliti. Apa penyebab hormon hCG rendah bisa menjadi tanda keguguran , dan adakah cara untuk mengatasinya? Berikut penjelasan singkat dari Popmama.com:

Apa Itu hCG?

Apa Itu hCG
Unsplash/Ava Sol

Human Chorionic Gonadotropin, atau dikenal dengan istilah hCG, adalah hormon peptida yang biasa digunakan untuk mendeteksi kehamilan. Hormon ini terbentuk saat terjadi pembuahan di tuba fallopi, sehingga sel telur berpindah dan menempel pada dinding rahim, dan kemudian membentuk plasenta.

Plasenta ini kemudian memproduksi hCG, yang biasanya akan terdeteksi di dalam darah dan urine. Keberadaan hormon ini penting karena bermanfaat untuk membantu perkembangan sel telur sehingga membantu janin berkembang sempurna.

Secara normal, hCG mulai diproduksi sekitar 48 jam setelah pembuahan. Setelah itu, jumlahnya akan terus meningkat setiap 48 jam hingga usia kandungan mencapai 8-11 minggu.

Kondisi janin mama juga bisa diketahui lewat kadar hCG. Dokter bisa memperkirakan apakah kondisi kandungan benar-benar sehat, serta membaca seberapa besar risiko terjadinya keguguran, dengan melihat seberapa normal jumlah hormon yang ada di dalam darah atau urine.

Saat melakukan USG, jika dokter melihat perkembangan janin tak sesuai harapan, maka akan dilakukan tes darah atau urine untuk mengetahui kondisi calon buah hati. Jika kadarnya normal, maka kemungkinan bayi dalam kondisi sehat.

Sementara itu, jika karda hCG terdeteksi tinggi, ada kemungkinan Mama sedang mengandung anak kembar. Meski demikian, hal ini juga bisa menjadi pertanda terjadinya kehamilan molar arau risiko bayi mengalami down syndrome.

Kadar hCG rendah adalah kondisi yang cukup memicu kekhawatiran. Pasalnya, hal ini bisa menjadi tanda janin tidak dalam kondisi sehat. Selain itu, hCG rendah juga bisa menandakan keguguran atau kematian janin.

Editors' Picks

Apakah hCG Rendah Bisa Menyebabkan Keguguran?

Apakah hCG Rendah Bisa Menyebabkan Keguguran
Pixabay/Coffee

Sebagaimana disampaikan di atas, kadar hCG bisa jadi gambaran kondisi janin dalam perut mama. Jika jumlahnya rendah, maka risiko keguguran akan meningkat sehingga perlu dilakukan upaya khusus.  Namun Mama perlu tahu bahwa kondisi ini bukan semata menjadi penyebab terjadinya keguguran.

Peneliti melihat keterkaitan antara jumlah hCG yang rendah dengan kemungkinan terjadinya keguguran, terutama pada trimester pertama. Pada akhirnya, dalam berbagai kasus yang diteliti, rendahnya hCG bukanlah penyebab kematian janin, namun sebagai tanda adanya masalah yang mungkin akan berakibat fatal.

Penyebab Kadar hCG Rendah

Penyebab Kadar hCG Rendah
Pexels/Kat Jayne

Rendahnya kadar hCG jelas dipengaruhi oleh jumlah produksi oleh plasenta. Kehamilan ektopik atau intrauterin biasanya dibarengi dengan kadar hCG yang rendah. Selain itu, adanya kelainan genetik atau cacat pada janin juga bisa menjadi alasan terjadinya hal ini. Namun sekali lagi, perlu dipahami bahwa level yang rendah bukan menjadi penyebab, melainkan gejala dari kondisi tersebut.

Dalam pemeriksaan hCG, dokter akan melihat dari dua kondisi, yaitu kadar dan seberapa cepat peningkatannya. Jika hasilnya tidak normal, maka hampir bisa dipastikan bahwa ada masalah yang muncul pada janin. Dengan kata lain, risiko keguguran juga sangat tinggi.

Bagaimana Cara Pencegahannya?

Bagaimana Cara Pencegahannya
Unsplash/Simone van der Koelen

Fungsi utama hCG adalah untuk menjaga sel telur dan membantu perkembangan janin. Jumlah yang rendah sebenarnya normal pada usia kehamilan yang masih muda. Namun jika seiring waktu jumlahnya tidak meningkat, maka kemungkinan ada masalah yang timbul.

Agar fungsi hormon tetap optimal, saat ini Mama bisa menggunakan hCG buatan. Meski demikian, belum ada bukti apakah hal ini efektif mencegah keguguran, mengingat level hCG bukanlah penyebab melainkan dampak.

Itulah sekilas pemaparan Popmama.com tentang hormon hCG rendah bisa jadi tanda keguguran yang dialami Mama. Perlu dicatat, dengan melakukan tes hCG, dan mengetahui seberapa normal kadar hormon di dalam tubuh, Mama bisa melakukan deteksi dini dan melakukan hal yang tepat jika diperlukan.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.