5 Perawatan Tubuh yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan Saat Hamil

Pastikan Mama tahu apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat hamil

3 Mei 2020

5 Perawatan Tubuh Boleh Tidak Boleh Dilakukan Saat Hamil
Freepik

Kelelahan dan rasa tidak nyaman pada tubuh yang dirasakan selama kehamilan memang menyiksa ya, Ma. Rasanya ingin sekali bisa memanjakan diri dan melepas stres dengan perawatan tubuh. Sekadar untuk meringankan rasa tidak nyaman, mengatasi kulit kering, atau pun kaki yang membengkak.

Hati ingin sekali melakukan spa, walau hanya di rumah saja selama pandemi Covid-19 ini. Tapi pertanyaannya, apakah aman melakukan perawatan tubuh saat hamil? Berikut Popmama.com menjawab pertanyaan Mama seputar perawatan tubuh apa saja yang boleh dan tidak dilakukan selama kehamilan, dilansir dari thebump.com:

1. Sauna

1. Sauna
Freepik/Wavebreakmedia

Sauna adalah perawatan yang dilarang dilakukan ibu hamil. Selain sauna, perawatan serupa yang melibatkan panas, seperti berendam air panas, ruang uap, dan body wrap juga tak boleh dilakukan. 

Perawatan-perawatan yang melibatkan panas dapat meningkatkan suhu tubuh Mama. Hal ini memengaruhi kondisi bayi. Faktanya, suhu tubuh yang mencapai 38 derajat Celcius atau lebih dapat meningkatkan risiko cacat otak dan sumsum tulag belakang pada bayi.

Editors' Picks

2. Lulur tubuh

2. Lulur tubuh
Freepik

Selama kehamilan, mungkin Mama menyadari adanya perubahan pada kondisi kulit. Yang paling umum adalah kulit tubuh yang kering dan bersisik, serta beberapa bagian tubuh yang menghitam. Rasanya sudah nggak tahan deh mau lulur. Boleh nggak sih melakukan lulur tubuh saat hamil?

Jawabannya adalah boleh!

Lulur tubuh adalah cara yang bagus untuk melancarkan sirkulasi seluruh tubuh. Ketika sirkulasi tubuh meningkat karena lulur, aliran darah menjadi lancar, sehingga mampu membawa serta oksigen dan nutrisi yang berguna untuk memperbarui sel-sel tubuh. Saat hamil, menjaga aliran oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh adalah kunci untuk mendukung kesehatan mama dan bayi. 

Kulit Mama menjadi lebih sensitif ketika hamil. Oleh karena itu pilihlah bahan lulur yang lembut dan menghidrasi, seperti scrub yang berbahan dasar gula daripada garam yang sifatnya lebih abrasif. Hindari minyak-minyak essensial murni seperti sage, rosemary atau mugwort, karena bersifat detoks dan menyebabkan keguguran apabila diaplikasikan langsung ke tubuh.

3. Perawatan wajah

3. Perawatan wajah
Freepik/senivpetro

Melakukan perawatan wajah saat hamil sebetulnya boleh, Ma. Tetapi beberapa perawatan wajah yang cenderung keras, seperti microdermabrasion atau chemical peel, harus dihindari. Karena kulit yang lebih sensitif ketika hamil, perawatan-perawatan ini dapat menyebabkan iritasi, jerawat, dan hasil yang tidak merata. 

Selain itu, Mama perlu memerhatikan kandungan dalam bahan-bahan yang digunakan untuk perawatan wajah. Pastikan tidak mengandung BHA, seperti salicylic acid, karena dapat membahayakan janin mama. 

Dokter merekomendasikan bahan-bahan alami yang lebih aman, seperti scrub menggunakan biji aprikot yang dihancurkan, atau masker dari buah alpukat atau yoghurt untuk melembapkan wajah.

4. Menikur-pedikur

4. Menikur-pedikur
Freepik/Wavebreakmedia

Ternyata, Mama boleh kok melakukan menikur-pedikur saat hamil. Tentu saja dengan beberapa ketentuan keamanan yang harus dipatuhi. Antara lain, tidak memijat kaki dan tangan, serta menjaga higienitas peralatan yang digunakan. 

Pastikan juga cat kuku dan bahan pembersih yang digunakan bebas dari tiga bahan beracun ini, dibutyl phthalate, toluene, dan formaldehyde. Cat kuku gel juga boleh diaplikasikan, asalkan salon memiliki ventilasi yang baik. 

5. Hair removal

5. Hair removal
Pexels/Buenosia Carol

Hair removal atau pembersihan rambut di tubuh boleh dilakukan selama kehamilan. Apalagi saat hamil, sebagian ibu hamil merasa rambut-rambut tumbuh semakin menggila karena perubahan hormon. 

Waxing dan threading adalah solusi yang aman selama kehamilan. Mama bisa melakukan eksfoliasi sehari sebelum melakukan pembersihan rambut untuk membantu prosesnya agar lebih mudah. Siapkan pula gel lidah buaya, minyak kelapa murni, atau kompres dingin untuk meredakan kemerahan dan peradangan setelahnya. 

Efek permanen dari laser hair removal mungkin menggoda, tetapi Mama sebaiknya menundanya hingga selesai melahirkan. 

Namun, Mama perlu ingat bahwa hormon yang berubah-ubah selama kehamilan akan berdampak pada pertumbuhan rambut-rambut pada tubuh. Mereka akan dengan cepat bertumbuh setelah dibersihkan. 

Saat hamil, Mama tidak perlu hanya fokus menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi. Mama boleh kok memanjakan diri dengan melakukan perawatan tubuh agar lebih rileks dan terbebas dari stres.

Jadi perawatan tubuh mana yang akan Mama lakukan hari ini?

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.