Saat bicara soal program hamil, seringkali Mama yang menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan dan menjalani berbagai prosedur medis. Padahal, peran Papa dalam kesuburan itu 50 persen, lho. Menjaga kualitas "aset" berharga Papa bukan cuma soal gaya hidup sehat saat ini, tapi juga tentang perencanaan jangka panjang yang sangat krusial bagi keharmonisan keluarga.
Mungkin Papa pernah mendengar istilah sperm freezing atau pembekuan sperma? Sperm freezing adalah teknik medis untuk mengawetkan sperma dalam suhu ekstrem agar kualitasnya tetap terjaga, sehingga bisa digunakan kapan pun di masa depan, bahkan bertahun-tahun kemudian. Bagi Papa yang memiliki jadwal super padat, berencana menjalani prosedur medis berisiko (seperti pengobatan kanker), atau sekadar ingin "mengasuransikan" kesuburan sebelum faktor usia memengaruhi kualitas sel sperma, ini adalah langkah yang sangat cerdas.
Secara medis, prosedur ini melibatkan penyimpanan sampel sperma di dalam tangki nitrogen cair pada suhu -196 derajat Celcius. Pada suhu tersebut, seluruh aktivitas biologis sel sperma berhenti total, sehingga sel tidak mengalami penuaan atau degradasi. Ini memungkinkan sperma tetap dalam kondisi "prima" seperti saat pertama kali dibekukan, siap digunakan saat Papa dan Mama sudah mantap untuk menambah momongan.
Nah supaya nggak makin penasaran, berikut Popmama.com rangkum poin-poin penting yang perlu Papa ketahui tentang sperm freezing
