Jenis-jenis Imunisasi yang Penting Dilakukan Sebelum Hamil

Pastikan Mama sudah melakukan semua imunisasi ini, ya

3 Januari 2019

Jenis-jenis Imunisasi Penting Dilakukan Sebelum Hamil
Pixabay/Dfuhlert

Saat hamil, sistem kekebalan tubuh Mama akan menjadi lebih lemah. Ini karena tubuh tengah mendukung proses tumbuh kembang janin, Ma.

Lemahnya sistem imun terjadi akibat janin yang tumbuh dianggap oleh tubuh sebagai orang asing. Dengan demikian, selama hamil pun Mama menjadi lebih berisiko terkena penyakit tertentu.

Hati-hati, Ma. Beberapa jenis infeksi atau penyakit juga berbahaya karena bisa memengaruhi janin.

Oleh sebab itu, sebelum hamil penting bagi Mama untuk memastikan bahwa semua jenis imunisasi penting sudah pernah dilakukan. Ini guna meminimalkan beberapa penyakit ini menginfeksi Mama saat hamil.

Berikut jenis-jenis imunisasinya, seperti dirangkum Popmama.com:

1. Cacar air (Varicella)

1. Cacar air (Varicella)
Pixabay/Jaytaix

Apakah Mama pernah terkena cacar air saat masih anak-anak? Jika tidak, mungkin waktu itu rasanya beruntung ya, Ma. Namun kini beranjak dewasa, kondisi seperti ini justru mengkhawatirkan.

Alasannya, ini berarti tubuh Mama belum memiliki antibodi alami terhadap cacar air. Infeksi ini pun sangat mungkin menyerang saat Mama hamil.

Selain tentu akan membuat Mama tidak nyaman, kena cacar air saat hamil juga berisiko menimbulkan masalah bagi janin yang sedang bertumbuh.

Jadi, saat merencanakan program hamil, cobalah untuk berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter. Apakah Mama memerlukan vaksin varicella. Salah satunya bisa melalui tes darah terlebih dahulu.

Jika hasil tes darah menunjukkan bahwa Mama tidak kebal terhadap cacar air, imunisasi mungkin akan sangat diperlukan. Tapi pastikan saat melakukan imunisasi Mama belum positif hamil, ya. Wanita yang sudah hamil sebaiknya tidak menerima vaksin jenis ini.

2. Measles, Mumps and Rubella (MMR)

2. Measles, Mumps and Rubella (MMR)
Pixabay/MasterTux

Selain ketiganya merupakan jenis penyakit yang benar-benar bisa membuat Mama tidak nyaman, ada pula yang jika menginfeksi saat hamil bisa membahayakan janin, Ma.

Ini adalah rubella alias campak Jerman. Jika sampai penyakit ini menginfeksi Mama saat hamil, cacat lahir bisa menjadi salah satu risiko bagi janin. Mulai dari gangguan pendengaran, gangguan otak, hingga gangguan penglihatan.

Sementara itu, infeksi gondong (mumps) juga berbahaya karena meningkatkan risiko keguguran. Campak (measles) juga perlu diperhatikan karena meningkatkan kemungkinan kelahiran prematur atau bayi dengan berat badan lahir rendah.

Terlebih lagi, vaksin MMR termasuk jenis vaksin yang sebaiknya tidak diberikan pada ibu hamil. Sama seperti vaksin varicella atau cacar air.

Cobalah periksa kembali catatan riwayat vaksinasi Mama, apabila Mama sudah pernah mendapatkan suntikan vaksin MMR saat anak-anak, maka Mama dianggap terlindungi seumur hidup dan tidak membutuhkan dosis tambahan.

Namun jika Mama belum pernah mendapatkan vaksin MMR seumur hidup, pemberian vaksin MMR perlu dilakukan. Tunggu sekitar satu bulan sesudahnya untuk memulai program hamil ya, Ma.

Editors' Picks

3. Hepatitis B

3. Hepatitis B
Freepik

Aktivitas atau pekerjaan sehari-hari bisa menempatkan Mama pada risiko lebih tinggi terhadap penyakit infeksi virus yang menyerang hati ini. Misalnya jika Mama adalah petugas kesehatan, yang selalu berkontak dengan darah dan cairan tubuh pasien.

Ini berarti penting bagi Mama untuk memastikan vaksinasi hepatitis B sebelum hamil. Sebab kontak dengan cairan tubuh adalah salah satu cara penularan dari penyakit hepatitis B.

Hepatitis B dapat ditularkan ke janin, Ma. Kondisi ini juga bisa menimbulkan komplikasi berbahaya lainnya seperti gagal hati dan kanker hati.

4. Human papillomavirus (HPV)

4. Human papillomavirus (HPV)
Pexels/Pixabay

Human papillomavirus (HPV) bertanggung jawab atas sebagian besar kanker serviks dan kutil kelamin. Virus HPV terdiri dari berbagai tipe, namun yang menyebabkan kutil kelamin adalah tipe 6 dan 11.

Secara umum, kutil kelamin tidak menimbulkan komplikasi pada kehamilan seperti keguguran. Penyakit ini juga tidak menimbulkan kecacatan organ janin.

Namun bukan berarti kutil kelamin boleh diabaikan. Jika kondisinya semakin parah, bahkan sampai keluar darah, segera cek ke dokter. Sebab kondisi ini bisa memicu pembukaan leher rahim dan memicu persalinan prematur.

Jadi, pastikan Mama menyempatkan diri untuk melakukan vaksinasi HPV sebelum program hamil, ya.

5. Hepatitis A

5. Hepatitis A
Pexels/Rawpixel.com

Selain hepatitis B, vaksinasi lain yang sebaiknya juga dilakukan karena bisa menyebabkan peradangan hati adalah hepatitis A. Terutama jika Mama memiliki riwayat penyakit hati kronis atau bekerja di tempat yang mudah terpapar virus hepatitis.

Beberapa gejala hepatitis di antaranya seperti mual, muntah, tubuh lemas, kehilangan nafsu makan, demam, nyeri perut, sakit pada sendi, serta jaundice alias beberapa bagian tubuh tampak kekuningan.

Tak ada salahnya jika Mama hendak melakukan vaksinasi hepatitis A sebelum program hamil. Yang terpenting, konsultasi dengan dokter terkait vaksinasi-vaksinasi ini sebelum memutuskan untuk memulai program hamil ya, Ma.